"Setiap hari aku menunggumu kembali hingga saatnya ia datang dengan cinta yang baru.Aku masih Mencintaimu..!!"
Widya Pov
Nama gua Widya Dalton,sekolah di SMKN Merah Putih.Ciri ciri gua memiliki rambut lurus panjang sepinggul,hidung mancung,bibir tipis,mata bulat,gigi gingsung sebelah kiri,dan berkulit putih.
Temen temen bilang kalo gue mirip barbie,tapi gue rasa lebih mirip sama Enime Jepang deh..hhehe..(^_^)
************
"Widya bangun,entar kamu telat sekolah sayang" ucap Ernina Dalton pada anak tunggal kesayangannya tersebut sembari mengusap-usap rambut panjang Widya.
"Sorry Mom,aku masih ngantuk bgt,bentar lagi yah please"
"Come on sayang..entar kamu telat,lagian anak gadis gak baik kalau bangun siang" pinta Ernina Dalton.
"Iya udah , aku bangun, mama turun aja duluan entar aku nyusul kalo udah siap-siap" sahut Widya malas,ia masih tiduran sambil mengumpulkan nyawanya.
"Yaudah sayang mama duluan,soalnya mau nyiapin sarapan buat papa kamu dulu".
Ernina mencium kening Widya dengan penuh kasih sayang dan beranjak pergi meninggalkannya.
Widya bangkit dan mulai berjalan gontai kearah kamar mandi.
**********
"Pagi sayang" ucap Jhon Dalton kepada Ernina yang sedari tadi sibuk menyiapkan beberapa potong roti dan selai untuk sarapan.
"Pagi juga Sayang"
"Widya belum bangun Ma??"
"Udah Pah mungkin lagi siap-siap".
Ernina menyerahkan dua potong roti dengan selai kacang kesukaan suaminya dan menuangkan susu hangat kedalam gelasnya.
" Morning Mom,Dad!!" sapa Widya menghampiri kedua orang tuanya dan mencium pipi keduanya.
"Morning juga sayang" sahut Jhon dan Ernina hampir berbarengan.
"Sini sayang Mama udah nyiapin buat kamu"
"Thank's Mom"
"Cepet abisin entar telat sayang"
"Siap Mom"
Hening seketika,mereka sibuk dengan makanan masing-masing.John pun membuka pembicaran lagi.
"Widya,kamu hari ini Papah anter yah mumpung gak ada meeting"
"Oke Boss..tapi kan papah seorang Manager terus kalo telat gimana??"
"Gak akan telat sayang, makanya cepetan kita berangkat"
"Yaudah deh Bye Mom" Widya mencium punggung tangan Mamanya dan berangkat bersama Ayahnya.
*Disekolah*
Widya dengan cepat menyalin tiap kalimat berbahasa Jepang itu dibukunya tanpa memperdulikan Aliya yang sedari tadi ngoceh tanpa henti.
"Makanya Wid, yang namanya pr itu kerjainnya dirumah bukan dikelas"kata Aliya.
"Yaelah baru ngerjain dikit aja udah sok banget loe"jawabnya kesal.
Tiba-tiba suara bel menggema ke seluruh sekolah membuat Widya panik karena pr-nya belum selesai.disaat Widya masih berkutat dengan buku-buku pr-nya Pak Malik tiba dikelas membawa beberapa buku tebal,ia melirik kearah Widya yang tampak begitu gelisah.
"Kumpulkan tugas kalian"suara Pak Malik menggema keseluruh kelas,Widya tanpak pucat,sesekali ia melirik sahabatnya Aliya, tapi Aliya terlihat kbingungan ,Widya semakin panik melihat semua siswa mengumpulkan tugas Pak Malik terkecuali Widya.
Ia menopang kepala dengan kedua tangannya dan mencoba menutup matanya untuk menetralkan pikirannya.
"Widya ,kenpa tugasmu belum dikumpul?"tanya Pak Malik.
Widya kaget mendengar ucapan Pak Malik yang terarah padanya,Widya hanya berusaha untuk tetap tenang meski jantungnya berdebar kencang.ia mengangkat sedikit kepalanya memberanikan diri menatap Pak Malik.
"Anu..anu..saya belum mengerjakannya Pak"sahut Widya mantap.
"Apa kamu sengaja tidak mengerjakan tugas dari saya padahal sudah seminggu yang lalu dan lihat ini tugas teman-temanmu ada pada saya terkecuali kamu Widya Dalton"
"Maaf Pak"Lanjutnya sambil menundukkan kepalanya.
"Kamu saya hukum berdiri dibawah tiang bendera sampai jam pelajaran saya berakhir".
Widya menghembuskan nafas panjang dan beranjak pergi meninggalkan kelasnya.Widya berlari kehalaman sekolah dan sekilas menatap arloji biru muda kesayangannya,Widya mendengus pelan.
sudah hampir jam 8 pagi matahari juga benar-benar menampakkan cahayanya, Widya berdiri dibawah tiang bendera tanpa memperdulikan sekelilingnya, beberapa pasang mata menatapnya tajam seolah ia benar-benar bersalah pada saat itu, tetapi ia hanya terus memandangi sepasang mata dari lantai dua, ya itu adalah kakak kelasnya yaitu Ketua Osis namanya adalah Ecan William, ia adalah seorang yang terkenal karena ketampanannya ,dan karena tidak sombong.ia terus memandangi Widya entah apa yang dipikirkannya saat itu,ketika Ecan menyadari Widya sudah melihatnya sedari tadi,Ecan pun berlari menuju kelasnya dan hilang dikejauhan.Widya menghela nafas panjang dan memutar bola matanya kemudian melamun.
"Widya"sapa seseorang dari belakang punggungnya,suara yang sangat tidak asing lagi ditelinganya.
Dengan sigap widya membalikkan tubuhnya dan melihat sosok laki-laki yang ia lihat dilantai dua tadi.
"Uhm i, i, iya, ada apa kak?"sahut Widya gelagapan.
Widya Pov
ini benar-benar menyebalkan,kenapa bisa aku lupa mengerjakan tugasku padahal biasanya aku selalu menjadi orang pertama yang mengumpulkan Pr tapi entah kenapa hari ini Tuhan berkehendak lain,mungkinkah ada yang special dihari ini ? ataukah malah sebaliknya?.
"Widya"sapa seseorang dari belakang punggungku.aku seperti sangat mengenal suara ini tapi mungkinkah jika ia benar-benar disini sekarang? hhaha ini lucu aku masih saja berkhayal tentang dia bagaimana mungkin seorang Ketua Osis akan datang kepadaku kemudian memberikan minuman dan bla bla bla ini hanya sebuah ilusiku bukan kenyataan.Aku membalikkan badanku dan melihat sosok laki-laki yang baru saja ku sebut-sebut dengan ilusiku tapi bagaimana bisa ia ada disini? apakah ia benar memanggil namaku? ataukah ada Widya lain disekitar sini? entahlah mungkin ia akan menertawakanku setelah ini.
"Uhm, i, i, iya,ada apa kak?"sahutku gelagapan, aku benar-benar gugup saat ini jantungku berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya mungkinlah ini yang dinamakan gejolak Cinta?oh sudahlah aku terlalu banyak berkhayal hari ini!
***************
"Hei, apa kau baik-baik saja?"ucap Ecan pada Widya.
"Ohh ya, aku baik-baik saja!"jawab Widya.
"apa kau yakin?lihatlah itu, bagaimana bisa berkata kau baik-baik saja sedangkan pipimu merah seperti buah tomat"
"Oh benarkah?mungkin karena aku terlalu lama berdiri disini dan juga mungkin efek sinar matahari yang membuat pipiku memerah"
"Em baiklah,tadi aku bertemu Pak Malik dan beliau menyuruhku untuk menyudahi hukumanmu itu"
"Yes akhinya,aku sudah bosan disini ini sungguh berita yang pas untukku, Terimakasih kak atas informasinya"
"Iya sama-sama, kekantin yuk sama aku,kamu pasti laper berdiri berjam-jam,tenang aku yang traktir kok!"
"Hhe kaka tau aja yaudah kita kekantin tapi entar aku bayar sendiri aja kak"
"Oke terserah kamu ajalah yang penting kita makan dulu!"
"Let's Go"
Widya dan Ecan berjalan melewati bangunan-bangunan kelas yang berdiri kokoh ditambah dengan perpaduan cat brown dan putih menambah elegan kelas-kelas tersebut.Saat itu Widya menjadi sorotan para perempuan yang mengidolakan Ecan tapi ia tak memperdulikan itu karena yang terpenting baginya saat ini ialah ia sedang bersama orang yang ia khayalkan sebelum tidurnya dan menjadi pangeran dalam mimpinya.
"Widya kamu mau pesan apa?"tanya Ecan
"Uhm, aku nasi goreng aja deh, kalo kak Ecan?"
"aku bubur ayam ajalah,minumnya jus apel.kamu minumnya apa Wid?"tanya Ecan lagi
"aku minumnya jus wortel kak"
kemudian Ecan memesan makanan mereka sambil bercerita tentang masing-masing, sejak saat itulah mereka menjadi akrab.
YOU ARE READING
Be Lost
RomanceAku tau kita tak akan bersama saat ini , tapi cobalah mengerti ada orang yang lebih berhak memilikimu, yang selalu menyayangimu lebih dariku, dia bercerita banyak tentangmu walau ku tau kita sudah lebih mengenal jauh sebelum ia ada..
