First Meet

457 59 18
                                        

Bisakah waktu terulang, kembali ke masa lalu?
Saat dimana kita bertemu?
Aku hanya ingin mengulang pertemuan pertama kita yang begitu tidak berkesan untukku.
Aku ingin memberikan senyum manisku,
Sama seperti yang kau beri untukku
Bisakah?

-

Seoul, 3 Tahun lalu (2017)

SM High school, salah satu sekolah menengah bergengsi yang ada di Korea. Dengan seleksi yang begitu ketat dan sulit, tidak membuat calon murid pantang bahkan malah tertantang.

Prestasi yang harus diraih baik akademik atau non-akademik harus di atas rata-rata. Bukan sembarang orang, bukan?
Jadi selain otak encer, mereka juga harus menonjol di luar akademik.

Satu dari ribuan calon murid yang berdesak-desakan di papan pengumuman itu tampak mengukir senyum lega. Bangga karena namanya  berada di 3 teratas pada kertas itu.
Dia merasa puas, tapi dia ingat tidak boleh tinggi hati.

Namja itu adalah Cho Kyuhyun. Tahun ini dia berusia 15 tahun dan mulai masuk ke jenjang Senior High School. Ia mulai membubarkan diri dari kerumunan setelah membaca beberapa pengumuman.

"Besok.. " gumamnya sambil tersenyum tipis. Kyuhyun tak sabar menanti hari esok. Semoga berjalan lancar. Doanya dalam hati.

.
.
.

Akhirnya waktu yang dinanti tiba. Kyuhyun sampai tak bisa tidur saking antusiasnya. Sebenarnya Kyuhyun berasal dari Busan, ia bukanlah penduduk asli Seoul.

Ia tinggal di apartemen yang ayahnya belikan di daerah Gangnam yang populer. Awalnya, ayah Kyuhyun melarang anak laki-laki semata wayangnya itu pergi ke Seoul.
Tapi bukan Kyuhyun si keras kepala jika tidak bisa meluluhkan ayahnya.

"Di Busan masih banyak sekolah yang Bagus, Kyu. "

Kyuhyun ingat betul perkataan ayahnya saat ia megutarakan keinginannya untuk bersekolah di SM HIgh School. Bukan tanpa alasan. Sistem pengajaran yang terkadang di luar akal sering kali menjadi issue yang mengganggu Ayahnya itu.

"Tapi Kyu ingin di sana, ayah. Kyu tak ingin yang lain." bantahnya.

"Kau tahu, Kyu. Biaya sekolah di sana sangat mahal, belum lagi uang bulananmu, untuk biaya hidupmu di sana? Kau pikir semuanya gratis?" Oh ayolah, Young Hwan -ayah Kyuhyun bukan orang miskin. Bahkan uangnya bisa untuk menyekolahkan satu RT sampai perguruan tinggi. Ia hanya ingin anaknya memikirkan ulang keinginannya.

"Shireo! Jika itu yang ayah khawatirkan, aku bisa bekerja sambil sekolah." jawab Kyuhyun tanpa rasa takut.

"Kau gila?!" sosok yang biasanya dapat berpikir tenang itu mulai naik darah. Ia tak habis pikir bagaimana anaknya bisa begitu keras kepala. Bekerja? Jangan bercanda?!

"Ayah.. Kumohon.. Aku bukan anak kecil lagi. Aku janji akan baik-baik saja! " bujuk Kyuhyun lagi.

Young Hwan menghela napas lelah, lelaki paruh baya itu mencoba meredakan emosinya dan berpikir jernih.

"Lagipula, ayah tak perlu susah pulang pergi Korea-Taiwan setiap minggu untuk mengurus sekolah ayah di sana. Ayah juga bisa membawa Ibu." Kyuhyun melanjutkan.

"Baiklah." putusnya. Bibir Kyuhyun hampir tertarik ke atas sebelum mendengar kalimat selanjutnya dari sang ayah. Kyuhyun memandang ayahnya cemas.

"Ayah mengijinkanmu, tapi kau harus mau ditemani oleh orang suruhan ayah. Dan tidak ada bantahan! "

Sudah kuduga!

Seperti yang ayahnya katakan tidak ada bantahan. Jadi Kyuhyun hanya menganggukkan kepala pasrah.

.
.

Satu minggu setelahnya Kyuhyun beserta Ayah juga Ibunya bertolak ke Seoul.
Masih memasang muka masam karena syarat yang diberikan ayahnya itu. Hell! Tega sekali ayahnya dengan membiarkannya tinggal dengan orang asing.

"Kyuhyunnie... "

Panggilan lembut itu menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya. Dilihatnya sang ibu yang tersenyum, bermaksud menenangkannya.

"Jangan khawatir, ayahmu tidak akan memasukkan orang jahat ke apartemenmu, Kyu. " tutur wanita itu geli.

"Biarkan saja, yeobo. Kyuhyun kita bukan anak kecil lagi. "

Mendapat godaan dari kedua orang tuanya tentu saja membuatnya tambah memberengut kesal.

Ishh menyebalkan!

Akhirnya setelah hampir 4 jam menempuh perjalanan. Mereka sampai juga di Seoul, langsung menuju apartemen yang sudah dibeli beberapa hari lalu.

Apartemen Kyuhyun berada di lantai 8 no 23A. 1 unit ada 3 kamar. Ada ruang tamu yang cukup besar dan dapur lengkap dengan peralatannya. Terlalu besar untuk ditempati 1 orang.  Lagipula Kyuhyun tidak akan memasak. Jadi peralatan dapur itu tidak berguna, bukan? 

"Ayah, bukankah ini terlalu besar?" tanya Kyuhyun heran.

Siapa yang mau membersihkan apartemen sebesar ini sendirian? Rutuk Kyuhyun.

"Kau lupa perjanjian kita, Kyuhyun? Jangan membantah! Dan satu lagi, akan ada 1 orang lagi yang akan tinggal jika kau lupa."

Kyuhyun mendesah pasrah. Mau bagaimana lagi?

Akhirnya setelah membereskan beberapa perlengkapan, kedua orang tua Kyuhyun pamit pulang, karena setelah ini mereka akan langsung pergi ke Taiwan.

"Jaga diri baik-baik, Kyuhyunie. Ibu menyayangimu." dipeluknya tubuh anaknya yang sudah beranjak dewasa itu. "Ya ibu, jangan khawatir. Aku akan menjaga diri baik-baik. Ibu juga jangan terlalu banyak berpikir. Nado saranghae."

Dengan sedikit tidak rela Kim Hanna melepaskan pelukannya. Menepuk kedua pipi Kyuhyun dengan sayang.
Selanjutnya tanpa basa-basi ayahnya, Cho Young Hwan menarik Kyuhyun dalam dekapannya. Anak kesayangannya ini akan jauh darinya sebentar lagi. Walaupun ia sering keluar negeri dan jarang pulang, tapi akan ada Hanna, istrinya yang menjaga Kyuhyun. Sekarang ia harus merelakan putranya untuk hidup mandiri.

"Hati-hati, Kyuhyunnie." katanya sambil mengusap kepala sang anak. Menyampaikan bahwa ia sangat menyayangi Kyuhyun.

Kyuhyun memejamkan mata seraya mengangguk. Menyesap harum aroma ayahnya yang akan sangat ia rindukan.
Setelahnya, ayah dan ibu Kyuhyun menciumnya satu-persatu sebelum benar-benar meninggalkannya seorang diri.

"Aku menyayangi kalian, ayah, ibu... "

Entah kenapa tiba-tiba saja ia ingin menangis. Padahal baru beberapa detik yang lalu kedua orang tuanya pergi. Tapi ia sudah sangat rindu.

Ini pilihanku..

Saat Kyuhyun akan beranjak dari pintu. Bell terdengar memenuhi Indra pendengarannya.

Siapa?

Tanpa ba bi bu Kyuhyun segera membukakan pintu untuk tamunya. Di balik pintu seseorang tengah tersenyum begitu manis. Dengan sebuah koper di tangannya.

Kyuhyun menatap dengan pandangan bertanya. Tanpa disuruh memperkenalkan diri, orang itu dengan senang hati memperkenalkan dirinya.

"Annyeonghaseyo... Aku adalah orang suruhan ayahmu yang akan tinggal di sini menemanimu." orang itu membungkukkan tubuhnya dengan senyum yang semakin lebar menghiasi wajahnya.

.
.
.

Tbc

Hehe.. Segini dulu ya..
Maaf kalau banyak narasinya.. Udah lama banget gk nulis. Maaf juga kalau bahasnyanya monoton.
Kira-kira siapa orang suruhan ayahnya Kyuhyun?
Sejujurnya aku masih bingung.
Ada yang mau ngasih ide? Enaknya siapa yah?
Di antara Donghae, Siwon, Kibum atau Changmin nih?
Ditunggu vommetnya yah?
Gomawooo^^
Salam!

MomentWhere stories live. Discover now