Absurd

4 0 0
                                        

Suatu ketika pada waktu yang tak terduga, pada tempat yang tak terduga, dan pada keadaan yang tidak disangka sangka..
Pertemuan itu terjadi dengan tak di sengaja, mungkinkah ini rencanaNya?

Berawal dari tatap, sejujurnya tidak ada hal aneh yang aku rasakan... Namun suatu ketika, dengan kesengajaanmu yang ingin mengenalku. Terjadilah perkenalan itu...

Awal perkenalan, banyak sekali lelucon yang kamu buat.. Namun aku pun terhibur, hingga pada akhirnya ada satu keadaan yang tidak terduga setelah kamu mengajakku berkenalan lebih dekat.. perasaan aneh itu muncul dengan sendirinya.. Entah apa yang terjadi didalam diri ini, aku pun bingung...

Hari demi hari terlewati, kamu masih tetap bersama dengan semua lelucon mu itu...
Ah sudahlah.. Itu semua hanya lelucon saja dan aku berusaha untuk menolak perasaan yg semakin hari semakin menjadi2 ini.. Aku takut perasaan ini akan menjadi bumerang  untuk  dirku sendiri..

Namun pada kenyataannya tidak dapat diungkiri, kamu terus berusaha meyakinkan aku atas semua perasaan mu yang juga aku rasakan.. Saat saat inilah dimana aku sangat bimbang, apakah mungkin dengan keadaan seperti ini aku memiliki perasaan seperti ini terhadap mu? Dalam waktu seseingkat ini kamu bisa meluluhkan hati dan pikiran ini untuk selalu tertuju padamu?

Saat aku menyangkal perasaan ini dengan persepsi bahwa aku tidak pernah semudah ini yakin dengan orang baru.. Kenyataannya semua perasaan ini benar adanya, aku terus gelisah ketika aku memperlakukan perasaan ini dengan tidak mempercayainya.. Sungguh cinta memang tidak dapat ditebak bagaimana maunya hati ini.. Salahkah atas perasaan ini Tuhan?

Waktu terus berjalan tanpa memperdulikan perasaanku yang semakin hari membuatku bingung.. Begitupun aku menikmati semuanya, sungguh aku tidak dapat menolaknya.. Ketika kamu mengajakku untuk jalan, walaupun hanya untuk sekedar  berbincang bincang..

Terus dan terus mengalir seperti air, hingga rasa malu itu hilang... Kamu ungkapkan semuanya begitupun aku.. Sampailah pada saat dimana kita saling menikmati perasaan ini.. Rasa takut terus menghantui.. Rasa ingin memiliki dan berandai andai selalu mengikuti ketika kita sedang bersama.

Sampai detik ini aku masih menjadi diriku sendiri, tidak perduli akan semua perkataan orang yang membenarkan bahwa cerita ini harus diakhiri karena terdapat kesalahan besar saat aku benar benar mencintaimu.. Namun sangat berat ketika aku harus menjauhimu dengan alasan apakah mungkin akan seperti ini terus? Sungguh aku tidak ragu ketika aku tetap pada perasaan ini.. Ada apa Tuhan dengan diriku ini

RASA DALAM ANGANWhere stories live. Discover now