awalan kita ta'aruf

90 5 0
                                        

"Mungkin aku sudah terlalu gila akan dirimu, yang hanya aku ingin kan sekarang ini adalah aku bisa bersamamu selalu dan selamanya, dan hanya ya allah yang dapat memisahkan kita, Love you apriani" . said andika

kring.....kring....kring
Suara nada telpon masuk

Andika pun terbangun akibat suara yg timbul dari Iphone nya tsb.
Dilihatnya layar dan ternyata benar tertera disana nama item cuank, andika pun langsung mengangkat

"Assalamualukum, andika bangun, bangun gendut udah siang sholat subuh", kata apriani yang langsung menyerocoh

Hal hasil andika yg tdnya masih mengumpulkan nyawanya sontak kaget. Dan bergumam dalam hati

"Buset, nih sih item, untung sayang, klo ga gua tebalikin nih orang",gumam gondok andika dlm hati
"Iya cuank ini udah bgn kok dr td" kata andika berbohong
"Bohong, kata mamah kamu, kamu blom bagun, makannya aku tlpn kamu" kata apriani masih dengan cerewetnya
"Aduh sih emakk pake bilang sih item lagi,gua ngomong apa nih" gumam andika dalam hati

"Gendut, gendut kok diem" kata apriani mengecilkan suaranya
"Ga sayang, ywdh aku mau mandi dulu abis itu sholat subuh, abis itu aku mau brangkat sekolah",kata andika dengan lengkap
"Ywdh jgn lupa sarapan yh gendut", kata apriani
"Iya item cuank", kata andika tak sadar berkata itu
"Hah apaan ndut" sontak apriani kaget
"Eh ga maksud aku iya cuank" kata andika menggalihkan
"Oh ywdh, jgn lupa sarapan dulu" kata apriani menegaskan
"Iya ywdh waasalamualaikum" kata andika
"Waalaikumsalam" kata apriani

Sambungan telpon mati

"HUUHHHH bawel, item dasar wkwkwk, tp gua suka jadi ada yg perhatiin wkwkwk, tp klo diginiin melulu stress gua lama lama" cerocosan andika sambil berjalan kekamar mandi

Skip ruang makan

Andika sudah selesai mandi,sholat subuh, merapihkan bukunya, memakai seragam dan dia langsung turun keruang makannya untuk sarapan

"Pagi semua" kata andika
"Pagi dika, ini rotinya udah mamah siapin" kata mamahnya menaruh roti tsb dekat dengan dikaa
"Makasih mah, oh iya dika mau tanya sama mamah" tanya andika
"Tanya apa dik, pasti soal td pagi" kata mamahnya langsung ketopik yg dika ingin tanyakan
"Lah iya itu mamah bilang apriani yah dika blom bangun" kata andika bertanya
"Lagian kamu dibangunin sama mamah ga bangun, dibangunin sama lifia ga bangun, dibanguni. Sama om kamu ga bangun juga, untung ga dibangunin sama papa kamu, bisa diguyur seember sama papa, makannya mama tlpn apriani aja suruh bangunin kamu"kata mamahnya panjang lebar
"Iya lu kebo bgt njirr, sampe 3 orang dirmh ini ga bisa bangunin lu, untung cwek lu kaya bapa lu, tegas and galak, bisa bangunin lu, coba aja cwe lu ada disini, bisa diguyur kali lu sama cwek lu wkwkwk" kata kak lifia sambil tertawa
"Cwek gua ga galak, tp bawelnya melebihi lu, untung sayang klo ga udah gua gulung tuh orang" kata dika gondok
"Tp bagus klo ada apriani, jd ada yg bangunin kamu, om ga mesti teriak teriak lagi wkwkwk",kata om dika sambil tertawa
"Sudah sudah ayok cepet makan ntar pada telat, om juga malah ikutan ledekin dika" kata mamahnya dika membela
"Abis dia lucu" kata om nya andika tertawa kecil

Setelah sarapan andika pun bergegas berangkat kesekolah mengunakan motor honda beatnya
Skip at school

Sesampainya disekolah andika pun berpapasan dengan apriani, tp andika hanya melirik dan diam melewati apriani. Apriani pun bingung dan berbalik arah menghampiri andika

"Kamu kenapa" tanya apriani pada andika sambil memegang pundak andika

Andika hanya diam memalingkan pandangannya

"Hmm....pasti marah, ayok ikut aku" kata apriani menarik tangan andika

Andika menahan langkah apriani dan melepas genggamannya

"Aku harus kekelas, ada tugas yg belom dikerjain, and kita ta'aruf jd ga usah pegang pegang" kata andika langsung bergegas pergi melewati apriani

Apriani menarik tas andika dengan pelan, dan berdiri didepan andika. Mata apriani sudah mulai berkaca kaca

"Maaf klo aku salah, aku emang seharusnya ga kaya gitu td pagi sama kamu, aku cuman pengen jadi calon yg baik buat kamu,tp klo misalkan kamu ga suka sama sifat aku yg td, aku minta maaf, aku akan berubah kok , ga kaya td pagi lagi, maafin aku yah",kata apriani sambil menepuk pundak andika, dan saat itu air matanya sudah mengalir dan berpaling lalh pergi.

Namun langkahnya tertahan karna andika memegang tangan apriani yg saat ini tangannya apriani sedang memakai sarung tangan lateks

Apriani berbalik dan melihat andika.

"Aku ga marah kok, cuman gendek sedikit aja, soalnya semua orang dirmh aku ngejek aku,tp aku suka kok kamu yg bawel kaya gini, aku jd orang yg on time, makasih yah sayang, udah jgn nangis lagi" kata andika melepas genggamannya dan tersenyum
"Jgn pegang aku lagi,kita ta'aruf, jgn menatap ku seperti itu lagi, nanti ta'aruf kita gagal" kata apriani tertunduk sambil tersenyum
" seperti itu kah ta'aruf ya allah nyiksa bgt, ywdh aku tutup mata klo ketemu kamu" kata andika sambil menutup matanya dengan kedua tangannya

Hal hasil apriani ketawa

"Aku kangen ketawa kamu yg kaya gitu" kata andika membuka matanya dan melihat apriani tertawa
"Udah ah aku mau ke Lab mau praktek, udah masuk sana gendut" kata apriani langsung berlari meninggalkan andika
"Yee dasar item cuank wkwkwk" kata andika langsung bergegas kekelasnya

Ps: maaf udah lama bgt ga post storynya wkwkwk jgn lupa vomment yah, semoga suka sama cerita part 2 ini wkwkwk
Kita lanjut cerita yah 👍

When I met with you #2Stories to obsess over. Discover now