Kenyataannya

21 4 4
                                        

Detik ini, mata ini menangkap sosok hangat juga bersahabat yang kulaian senyumnya selalu pudar setiap kali menyadari hadirku.

Satu kesanku ; rindu. Yang teramat sangat. Hingga setiap kali aku merasakan sesak. Sesak yang juga teramat sangat.

Kau berpaling? Aku tak takut. Mungkin jalan ini bisa mengajarkanku sejuta makna dibalik bungkamnya kata. Makna pahit dibalik manisnya keterbalasan. Makna rindu dibalik sebuah temu. Dan juga....... makna sesal dibalik salahnya harap.

Lalu kenapa kalau aku menyesal? Bukankah kau yang menjadikan palingku menjadi sesal? Meskipun sering kali aku menoleh ulang, rasa - rasanya aku sudah bukan yang kamu harap. Aku sudah bukan menjadi yang layak. Aku juga sudah bukan menjadi kehangatan yang bisa kamu rangkul setiap kali kamu merasa dingin. Atau menjadi lampu saat kau menuai gelap? Rasanya, aku sudah bukan seperti itu.

Lalu kamu? Bagaimana dengan kamu? Setiap kali kamu menoleh ulang padaku, kamu masih menjadi yang aku harap. Kamu masih menjadi yang layak. Kamu juga masih menjadi kehangatan yang bisa aku rangkul setiap kali aku merasa dingin. Atau menjadi lampu saat aku menuai gelap? Rasanya, kamu masih seperti itu bagiku. Sayangnya, kamu tak pernah menoleh ulang padaku.

Apa ada yang masih bisa aku harapkan dari keterbalasan?

Você leu todos os capítulos publicados.

⏰ Última atualização: Apr 03, 2017 ⏰

Adicione esta história à sua Biblioteca e seja notificado quando novos capítulos chegarem!

Tentang KeterbalasanHistórias para pegar e não largar. Descubra agora