"Pergilah, Anne!"
Suara berat lelaki itu memenuhi ruangan, berteriak dengan cukup keras membuat seorang wanita tak jauh darinya menatap lelaki itu nanar. Arthur mengusap wajahnya kasar, memandang keindahan kota dari balik jendela ruang kerjanya. Mata birunya memandang kosong kearah jendela, tangannya ia satukan membentuk genggaman lalu menggigitnya perlahan. Lelaki itu selalu seperti ini jika ia sedang marah dan gelisah.
"Aku minta maaf, Arthur." lirih wanita itu dengan suara yang bergetar.
Arthur bergeming, ia terlihat enggan menatap wanita yang sedari tadi duduk dengan bergetar dikursi tamu ruang kerjanya.
"Aku minta maa---"
Arthur segera berbalik, menatap mata coklat milik Anne lamat dan dingin. Sejenak, tatapan Arthur membuat Anne takut, tapi saat ia menyadari cahaya kesedihan dalam mata biru milik lelaki itu rasa takutnya tergantikan oleh rasa bersalah dan kesedihan.
"Pergilah, Anne. Aku mohon." Kali ini Arthur bersuara lembut, menatap Anne tanpa makna.
Wanita itu berdiri dari duduknya, memandang lelaki didepannya yang tak lagi menatapnya sekilas lalu pergi dari ruangan itu.
Arthur menghembuskan napasnya pelan, menempelkan telapak tangannya ke kaca bening yang menampilkan kota New Orleans, Amerika Serikat. Perlahan bulir bening matanya turun dan untuk pertama kalinya lelaki itu menangis.
"Ma, maafkan aku."
---------------------------------------
Haloha semuanya! Keep support ya, Love.
Aku harap kalian suka baca cerita ini:)
KAMU SEDANG MEMBACA
THE BLUE
FantasySemua orang berkata matanya indah. Tidak ada yang dapat menampik bahwa mata biru samudera milik Arthur membuat banyak wanita tenggelam kedalam manik matanya. Ditengah kerumunan para wanita yang mengejarnya, Arthur malah jatuh hati pada seorang wanit...
