Tik..tik..tik..
Tetes demi tetes gerimis hujan mulai membasahi atap kamarku. Suara rintik hujan mulai membesar memecah keheningan dalam kamarku.
Aku yang ditemani lagu melly goeslaw yang berjudul bimbang bersama bantal tidurku yang berada diatas wajah.
Hujanpun jatuh dari kedua ujung mataku sederas hujan yang jatuh diluar sana.
" bodohh!! Apalagi yang kau pertahankan. Kau sudah sering terluka" seakan semua benda mati yang berada didalam kamarku mengutuk!
"Hei!!! Tak berniatkah kau sedikitpun membuka ku? Lihatlah hujan sangat lebat. Hujan ikutt menangis karenamu! Keluhan jendela yang hampir tak pernah aku buka.
" jangan pernah berharap ada yang mengetuk ku. Karena tak pernah ada tanda-tanda kedatangan seseorang untuk datang membuka ku dan memelukmu". Bisikan pintu kamarku yang telah tertutup berhari-hari. Tentu saja bisikan itu menambah pecah isakan tangisku.
Kubesarkan volume musik pada handponeku agar tak kudengar suara bisikan halusinasi itu.
Perlahan kedua belah mataku sayup karena telah bekerja keras memproduksi air mata dan keduanya saling merindukan. Ingatankupun perlahan menghilang. Sedikit demi sedikit mataku terpejam dan akhirnya aku tertidur.
N: haii haii salam kenal. Jgn lupa vote ya. Selamat bersabar menantikan lanjutan cerita. Soalnya sang inspirasiku sedang sibuk haha
YOU ARE READING
Kau Ketidakpastian yang Kusemogakan
Romancesebuah kemustahilan yang sangat ingin kau genggam. sebuah kemuatahilan yang selalu kau doakan. dan sebuah kemustahilan yang ingin kau bahagia bersamanya. ikuti terus ceritanya guys
