Dentingan piano yang sangat indah mambuatku ingin tidur lebih dalam tapi tidak lagi saat aku merasa haus.

Dan saat ini aku merasa haus dan juga lapar, aku pun bangun dari sofa dan begitu pula Mac juga menghentikan permainan pianonya.

"Bukankah tadi kau mengantuk Ms.B?"
"Tidak setelah taring ku ingin merobek sesuatu"
"Mari mencari makan B"

Tanpa kujawab kutarik tangan Mac, dan sedikit berlari keluar rumah.

"Ini hampir pukul 12 malam jalanan mulai sepi, mungkin disekitar sini ada orang yang mabuk dan kau bisa menikmatinya B" ujar Mac dan terus menatapku

"Apakah aku benar-benar seperti anjing kelaparan?  Ini bukan salahku sepenuhnya,  melainkan perutku"

Mungkin aku benar-benar seperti anjing yang kelaparan, hampir setiap disaat aku kelaparan, karna ku hampir tak pernah merasakan proses untuk lapar.

Tiba-tiba handphoneku bergetar, ku menghirup nafas dalam-dalam agar sedikit tenang dan mengangkat telepon

"Ya Joe?"
'Aku melihat mu bersama Mac, aku tahu kau lapar. Ambil darahnya saja jangan robek kulinya, kau terlalu banyak membuat masalah'
"Apa barusan kau ceramah?"
'Lakukan saja, daripada aku menghukummu'

Hgrrrrr
Ku mematikan teleponku dan sedikit menggeram,

"Kau tak bisa apa apa B, tahan gigi gigi mu"  kata Mac yang sudah jelas ia mendengar kata kata Joe
"Pussy" ku memutar bola mataku dan melesat pergi meninggalkan Mac

Tak butuh waktu lama ku menemukan pria, mungkin dia mabuk,
Bakk
Langsung ku memukul kepalanya sampai pingsan.
Ku mengambil suntikan dan mengambil darahnya hampir sebotol penuh.

"Hai tampan setelah bangun kau pasti anemia, kasihani vampir malang seperti ku ya,yang tak bisa bebas berburu"

Setelah itu ku langsung meminumnya,
Glek glek
"Emh, mungkin setiap hari aku harus minum darahmu yang lezat ini"

"Tidak kalau mungkin kau akan mencintainya daripada aku"  tiba-tiba Mac sudah ada di belakangku
"No my Wallen, you're the only one"
Ku memeluk Mac dan begitu pula Mac, kami pun kembali ke rumah dan aku menelpon Joe

"Hey Joe, kalau mau mampir, ya mampir saja! Ga usah duduk di genting gitu sok jadi cctv"
'Hmm'

Joe memang suka mengawasi kami, dimanapun maupun kapanpun. Kadang kami mengetahui kedatangan Joe tapi yaa, nggak peduli karna ini kehidupanku dan Mac. whatever.

Joe menutup telepon dan seseorang mengetuk pintu.

"Masuklah Joe!"
Tok tok tok
Orang itu mengetuk pintu lagi.
Mac bangkit dari sofa,
"Kurasa itu bukan Joe"
"Tapi ini bau vampir, my Wallen." Sahutku
"Coba buka pintunya B"

Ku membuka pintu dan..
"Kau berbuat onar?"
Suara pria yang sangat berat dan membuatku bertekuk lutut
"Maaf ayah"

**
Hey guys, selamat membaca.
Jangan lupa comment nya yaa.

P.s
My.Wallen tuh panggilan sayang dari B untuk Mac

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 02, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BaddiesWhere stories live. Discover now