angin berhembus menerbangkan helaian rambut,senja sore tampak menampakan sinarnya yang indah di ufuk sana lewat bianglala ini aku mengenal pribadinya,di puncak ketinggian ini aku mendapatkan satu harapan yang tak akan pernah ku lupa karena selalu terngiang di benaku serta menjadi satu harapan yang terbesar bagiku dan di puncak ketinggian ini pula aku dapat melihat sinar ketampanannya hingga entah mengapa aku terpaku sesaat hingga suara mengintrupsi lamunanku yang masih menatapnya
"ehemmm" dehemnya
"ehhh"ucapku salah tingkah sambil membenahi rambutku ke belakang telinga
" kenapa liatin aku serius gitu?ada yang salah sama wajahku ya?"sambil menatapku bingung dan tampak berfikir
"ehm..itu..eng...ehhh itu mataharinya cantik banget ya warnanya ketika mau tenggelam,wahhhh bakal ketagihan nih liat matahari tenggelam dari ketinggian bianglala" kataku seceria mungkin mengalihkan pembicaraan dengan wajah konyol walaupun awalnya kata kataku tersendat sendat-__-
"Ya ampun kenapa jantung maraton gini sih,kan grogi akunya ditatap kek gitu,huhh untung dapet ide jawabnya, coba kalo enggak?mati kutu deh aku ketauan natap dia" batinku bersuara sambil sesekali aku mengusap dada dan peluh karena lega sekaligus keringetan karena grogi akut ketauan ngeliatin dia,pasti wajahku sudah merah seperri kepiting rebus karena malu sehingga kupalingkan wajahku menatap langit yang kemerahan
Dia masih saja menatapku dengan bingung hingga pertanyaanya membuatku menoleh
"Ehm..kamu suka sama pemandangan sore dari ketinggian gini?"
"Aku suka banget,pemandangan langit sore itu favorit aku karena warna orenya,biru tuanya,kemerahanya,gelapnya,pokoknya semua warnanya bikin suasana tentram,bahkan kadang aku pengen deh suasananya hari itu kaya sore terus pasti akan terasa tentram,jauh dari kata hiruk pikuk suasana siang yang terik dan kadang buat pusing"
Dia mendengarkan dan mencerna semua perkataanku yang kelewat antusias jika sudah menjelaskan keadaan sore hari yang menjadi favoritku,bahkan setiap sore hari aku selalu diteras rumah hanya untuk sekedar melihat warna langit sore yang sangat indah dan mengagumkan
"Terus kamu punya harapan apa di saat sore hari kaya gini?biasanya sesuatu yang favorit itu menyimpan makna yang besar dan penuh arti"
Ia berbicara namun pandangannya menatap langit senja yang jauh disana hingga terlihat menyelami keindahanya dengan tatapan matanya dengan suasana bianglala yang masing berputar bagai terbang ke angkasa
"Ehm.." jari telunjuku ku ketuk ketukan didagu sambil berfikir harus kujawab apa pertanyaanya
"Aku pengen di saat senja indah seperti sekarang ini,aku mendapatkan sebuah kebahagiaan dari orang yang spesial di hidupku,kebahagiaan yang tak ternilai harganya yang terkenang sepanjang masa dan hanya dapat dilakukan oleh satu orang yang bener bener selalu terpatri di hatiku"
menerawang membayangkan suatu saat apa impianku di senja sore terjadi dengan indah,hingga tanpa sadar bibir ini membentuk sebuah senyuman yang tercetak jelas menampakan kebahagiaan yang menyalur ke mata yang menampakan binar binar keindahan itu seolah olah impian itu akan benar benar terjadi
Pandanganya teralihkan sebentar kearahku mendengar jawabanku lalu kembali berpaling ke arah senja sore,keheninganpun terjadi didalam bianglala kami tepatnya keheningan diantara kami yang membuat suasana menjadi sedikit canggung karena tidak ada yang bersuar dan dia pun masih setia memandang langit sore itu tanpa mengalihkan pandanganya sedikitpun kearahku yang masih terdian bingung ingin berbicara apa untuk membuka sebuah topik
Sesaat kemudian ia tersenyum sebentar menoleh kearahku menatap lekat wajahku membuatku merona
"Dan siapakah orang yang kau harapkan itu nay?" keningnya berkerut menanti jawabanku
"Entahlah,intinya orang itu mampu membuatku bahagia dengan semua caranya entah cara apapun bahkan cara konyolpun dapat aku terima asal dapat membuatku tersenyum dan bahagia" lagi lagi senyum terkembang di bibirku
Dia kembali tersenyum dan menghilangkan kerutan dikeningnya
"Aku tak menyangka jawabanmu sesederhana itu tentang senja dan keinginanmu itu,bahkan mungkin jika orang lain akan menjawab dengan panjang lebar serta keinginanya yang mungkin tak dapat dikabulkan karena angan yang terlalu tinggi,dan kebanyakan wanita akan berharap lamaran yang romantis nan indah atau pengungkapan perasaan yang dramatis tapi kau dengan jujurnya dan polosnya menjawab semua keinginan sederhana itu,aku pun terkagum dengan jawabanmu juga sedikit heran"tersenyum tipis namun manis dan menggenggam tanganku lembut menatap mataku dalam
Degh...
Degh..
Degh..
Detak jantungku berirama mendengar perkataannya tanpa sadar tanganku membenahi rambutku ke belakang telinga tanda aku malu atau salah tingkah
Lagi lagi yang kesekian kalinya ia tersenyum dan memandang wajahku,tanganya membelai rambutku pelan seiring desiran halus dijantungku yang tak terkendali seakan jantungku mendobrak keluar dari areanya
" jika seandainya ada seseorang datang di suatu hari tanpa kau sadari memberikan semua impian dan keinginanmu dengan sebuah senyuman dan kebahagian di senja yang indah,apakah kau akan tetap menerimanya?walapun kau tau ia bukan orang yang kau harapkan tetapi seseorang itu memberikan 2 hal itu,senyuman dan kebahagiaan"
Keningku berkerut,lalu beberapa saat kemudian aku tersenyum mendengar penuturanya "aku akan menerimanya tanpa syarat karena dari seseorang aku hanya mencari kedua hal itu,aku percaya jika seseorang memberikan 2 hal tersebut berarti orang itu benar benar orang yang terbaik yang patut di pilih dan memiliki hati yang tulus karena memberikan kebahagiaan kepada orang lain dan membuat orang tersenyum,karena senyum adalah lambang kesenangan atau kebahagiaan" jawabku mantap memberikan sinar kebahagian dan tekat yang kuat lewat mataku yang memandang wajahnya
Dia menatapku serius memandang tepat ke manik mataku yang berwarna coklat terang yang kata orang meneduhkan karena aku memiliki mata yang saya terkesan lembut
"Akan ku pegang perkataanmu,tunggu aku beberapa tahun lagi dan aku akan kembali melaksanakan semua impian yang ingin kau gapai tunggu aku di waktu senja aku akan datang diwaktu senja yang indah di bianglala ini aku janji,janji seorang Pradipta untuk seorang nayla" kusambut uluran jari kelingkingnya dengan jari kelingkingku sedikit bergetar walau saat ini aku masih syok dengan penuturanya yang membuat jantung ku bak berlari marathon ber kilo kilo meter.
Dan yang lebih indah adalah semua penuturanya itu tepat ketika bianglala berada di puncak teratasnya membuatku takjub,seolah apa yang akan di katanya tadi sudah di rangkai sedemikian rupa hingga terjadi semua ini yang terkesan menakjubkan dan errr~Romantis?
Mataku membulat seakan masih tak percaya dengan ucapannya ~ralat mungkin janjinya?apakah benar seperti itu?apa dia akan mepati janjinya?apakah janjinya dapat dipegang?dan masih banyak lagi yang berkecamuk di pikiranku
"Benarkah?apa kau tak bercanda? jangan membuat ku menunggu dengan waktu yang lama namun tak mendapatkan apa yang kau janjikan dan hanya menelan sebuah harapan semu dan itu pasti akan menyakitiku" seiring aku menyelesaikan perkataanku bianglala yang kami naiki berhenti dan kami keluar dengan tanganya yang menggenggam tanganku serta aku yang masih berpikir berkecamuk di dalam pikiran dengan jantung yang berdetak tak karuan
Kami akhirnya duduk di sebuah bangku yang berada di taman hiburan itu tepatnya di depan bianglala yang baru kami naiki,Tangan kami masih menggenggan satu sama lain duduk berdampingan menyaksikan bianglala yang berputar di depan kami dan juga memandang pemandangan langit yang sudah mulai menghitam tanda malam sudah mulai menjelang.
Entahlahh,kami terlalu menikmati moment menaiki bianglala tadi hingga melupakan waktu yang terus berputar bagai roda kehidupan yang selalu silih berganti
KAMU SEDANG MEMBACA
BIANGLALA
Fantasiangin berhembus menerbangkan helaian rambut,senja sore tampak menapakan sinarnya yang indah di ufuk sana lewat bianglala ini aku mengenalnya,di puncak ketinggian ini aku dapat melihat sinar ketampanannya hingga entah mengapa aku terpaku sesaat hingg...
