Aku bertahan sekuat-kuatnya untukmu, hingga separuh warasku abaikan. Aku siap menjadi apapun asalkan bisa bersamamu, agar yang ku inginkan dapatku miliki. Ego memang membutakan diriku sebuta-butanya. Mejadi tuli untuk semua perkara yang melemahkan dada. Aku ingin kamu, kuperjuangkan kamu sekencang-kencangnya aku bisa berlari. Hingga aku tersungkur setengah mati. Namun yang aku dapatkan hanyalah kenyataannya kamu yang tidak lagi perduli denganku.
Sungguh luka yang kamu berikan lebih kejam dari yang aku kira, buktinya saja aku menenangkan diri berkali lipat dari patahati-patahatiku sebelumnya. Kamu tak hanya menghancurkan harapanku, tapi kamu juga mengajarkan betapa kejamnya perasaan yang kamu berikan kepadaku. Kamu membalas semua yang kuberikan dengan air mata sehina-hinanya, hingga pada akhirnya kamu campakkan aku begitu saja.
Aku sempat berfikir meninggalkanmu adalah salah satu hal tersulit dalam hidupku. Aku merasakan begitu tergantung padamu. Meskipun berkali-kali kamu menyakitiku, tapi aku tetap saja tak ingin berpaling darimu. Meskipun seluruh dunia bilang aku ini bodoh, namun aku tidak mempetdulikannya karena yang aku inginkan hanyalah dirimu.
Hari demi hari yang kulalui bersamamu, yang dulunya aku berfikir kamu akan akan tetap bersamaku dan akan kembali padaku lagi. Sehingga aku terus bertahan dalam lukaku ini, aku bertahan dalam pikiran buruk orang lain. Namun aku salah, kamu sama saja dengan orang-orang yang datang hanya untuk menggoreskan luka dihati.
Entah harus kukatakan dengan cara apa lagi agar kamu mengerti, atau mungkin kamu memang sudah terbiasa mematahkan hati?
Kamu tau? Bahwa luka yang kamu berikan kepadaku ini semakin dalam, hingga aku pun tak sanggup menjalani hariku seperti biasanya.
Aku harus berusaha menutup mata tentang semua bayanganmu. Aku harus menutup hati tentang semua perasaanku padamu. Aku harus menutup pikiranku tentang semua kenangan indah bersamamu.
Namun itu begitu sulit bagiku, tapi aku semakin tak sanggup jika kamu hadir hanya untuk menaburi luka dihatiku saja.
Sekarang, akan aku biarkan kamu pergi jika kamu hadir hanya untuk menaburkan luka lagi. Pergilah jangan pernah kembali lagi, aku tanpamu akan baik-baik saja bahkan bisa lebih dari sekedar baik-baik saja. Dan akan ku pastikan, bahwa aku bisa lebih bahagia tanpa kamu karena bahagiaku bukan denganmu saja.
YOU ARE READING
Goresan Kata
PoetryTulisan ini tentang kata - kata yang kiranya dapat mewakili isi hati. Ketika mulut tak mampu lagi berkata, maka izinkan penaku ini menceritakan lewat tarian indahnya. Tarian yang mampu merangkai kata demi kata sehingga dapat mengukir sebuah cerita y...
