( Karena Aku Dan Cintaku Hanya Hidup dimusim gugur)
Musim gugur 13 november 2014
Suara dentingan piano merdu di perdengarkan disini. Di ruangan ini para pianis dan para pemain biola berkolaborasi menciptakan alunan lembut dan merdu di setiap telinga para tamu undangan. Menimbulkan rasa yang berbeda pada setiap orang yang mendengarnya. Banyak di antara mereka menagis haru karena bahagia. Mungkin hanya aku satu-satunya yang menangis sakit ,tapi tetap tersenyum di luar seperti orang bodoh.
”Dear lihatlah, apa aku menekan tuts piano yang benar ?...”
Bahkan rasanya baru kemarin kita tersenyum bersama.
Aku berlari keluar ,mengendarai mobilku kesuatu tempat...
“Ayo beli coat yang sama..... aku rasa aku juga ingin membeli boneka kelinci itu”
“Apapun untukmu sayang...”
Bagaimana harimu ? masih ada sedikit hawa musim panas yang tertinggal. Untuk beberapa alasan aku mempunyai waktu yang sangat melelahkan, ketika dedaunan di pinggir jalan mulai berubah warna. Saat itu akhirnya aku mengangakat kepalaku. Aku adalah orang yang dingin, tapi saat kita bertemu pertama kali... itu adalah hari dimana aku kahirnya tersenyum...
“Hai, namaku sungmin,senang bertemu denganmu”
Cantik, kau sangat cantik kekasihku. Itu pertama kalinya seseorang membuatku merasa gugup, kau adalah satu-satunya.
“Guixhian, apakah kau mencintaiku ?”
Apa yang kau katakan, tentu saja aku mencintaimu dear, aku sangat mencintaimu, aku mencintaimu saat pertemuan pertama kita. Kau yang terlihat sangat manis dibandingkan dengan yang lain.
“Untuk bunny-ku, seseorang yang aku cintai. Sungmin-ah, Kita seharusnya tersenyum sangat cerah, tapi sekarang kita hanyalah orang asing.”
“Aku akan menikah”katamu.
“ya sayang, kau akan menikah denganku” kataku.
“ Tidak guixhian, maksudku, aku akan menikah dengan orang lain.”
Aku tidak tahu bahwa arti dari hidup adalah,hanya tentang selalu bertemu dengan orang baru. Kenapa kau meninggalkanku sayang ?...
Tapi sekarang aku tahu, aku satu-satunya orang yang setiap hari berubah secara perlahan, aku sungguh minta maaf. Di hari-hari kedepan tolong hanya cukup beri aku senyuman manismu.
“Guixhian sayang, hari ini sangat dingin, ayo pergi minum kopi”.
Seperti saat aku datang di jalan ini sekarang, dipenuhi dengan aroma kopi.
Aku bahagia, karena hari ini, tempat ini tetap terlihat indah seperti dulu. Aku bahagia mengingat kenangan saat kita bergandegan tangan dan saat kita berjalan beriringan bersama. Aku menoleh kebelakang, berharap kau berdiri disana.
Hari ini seperti orang bodoh, aku diam di tempat. Basah kuyup di bawah guyuran hujan, menunggumu yang tidak akan datang.
Untukmu ini adalah perpisahan, tapi untukku ini adalah sebuah penantian. Mari kita lihat sepuluh tahun kedepan, siapa yang akan tetap mencintaimu, seseorang yang kau pilih sekarang, atau aku ?
“Guixhian...”. Aku dengar kau memanggilku dengan sangat indah, aku menoleh kebelakang sekali lagi di jalan ini, seandainnya kau berdiri disana...
Satu kata yang ingin aku dengar darimu adalah... bahwa kau mencintaiku.
