I Call you

18 0 0
                                        


Bangun dipagi hari adalah bukan kebiasaan baru untukku , jam weker yang berisik , matahari yang menganggu , dan aku sangat benci sekali hari senin. Mungkin sebagian akan menganggap aku itu orang aneh dan tidak menikmati hidup . Persetan dengan perkataan orang , yang menjalani hidup aku sendiri bukan mereka ! Aku mengecek hanphoneku yang sangat menganggu dengan beribu sms atau panggilan tidak terjawab yang selalu menganggu , dan disanalah terpampang nama orang tuaku yang sering menghubungi ku. Aku tidak peduli lagi dengan mereka , mereka terlalu sibuk dengan bisnis mereka dan sering melupakan aku . Dan akupun hanya melihat dan tanpa membalas atau menjawab telepon dari orang tuaku , Oh iya aku lupa hari ini merupakan hari yang kubenci yaitu hari senin dan aku harus bersiap - siap untuk sekarang . 

~~~~~~~~~~~~

Aku berangkat dengan sepeda yang sudah kubeli dengan hasil kerja kerasku , aku tidak memanfaatkan atau meminta dari orang tuaku , aku ingin mencoba menjadi anak yang lebih mandiri, saat aku menaiki sepedaku aku melihat sesosok itu lagi , sesosok lelaki yang selalu kuperhatikan , aku ingin memanggilnya tapi aku tidak mempunyai cukup keberanian untuk sekedar memanggil namanya. Dia adalah Kakak tingkatku di bangku kuliahku semester 2 ini , aku sering melihat dia tapi aku tidak cukup berani untuk memanggilnya. Apa aku harus memanggilnya dengan suara hati ?

When I call your nameWhere stories live. Discover now