Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Kalah

21 4 0
                                        

Aku sering bertanya kepada bulan kenapa bintang begitu sombong tak ingin ke luar pada malam penuh harapan di diri, tapi bulan hanya diam seakan membodohi diriku.

Aku bertanya pada mentari pagi hari ini, "apa aku harus mengatakan menyerah kalah? "
Tapi sang mentari hanya memancarkan cahayanya makin terang seolah tertawa dengan pertanyaanku.

Dan pagi ini kau berhasil menemukan diriku yang lain. Diriku yang penuh dengan kebohongan, jadi, bagaimana bisa aku mendapatkan cintamu  kalau kenyataannya aku tak lebih dari kata buruk.

Dan karena kaulah, aku akan betah menunggu rintikan hujan di sore hari seperti biasanya. Rintikan hujan yang seolah memelukku dan ikut menangis dikala hati ini perlu. AKU MENCINTAIMU

Aku tak percaya rasa ini benar-benar nyata, aku kembali lagi seperti dulu, diam dalam hal cinta dan kalah oleh cinta itu sendiri.

3 bulan bukanlah waktu yang lama dan mungkin terkesan sebentar, tapi itulah aku manusia bodoh dalam hal cinta, bahkan aku kehilangan cinta pertama.

Dua hari yang lalu di saat kau mengumumkan di laman facebookmu betapa kau sangat bahagianya mendapatkan dia, menukar janji, merangkai kata untuk dia, iya untuk dia, bukan aku, tak taukah kau? Rasanya aku seperti jatuh kesebuah lubang dan ingin mengubur diri sendiri di atas timbunan tanah.

Kembali ke realita aku termenung sebentar lalu tersenyum mengikuti kata hati, dan berbisik pada diri sendiri "Ini bukanlah takdirku". Hey, akulah yang paling heboh saat itu, dan dimata anak dimensi kata aku terlihat ceria, tapi percayalah saksi curhatan ku hanya the project.

Dermaga tua
Tonggak besi di kedua sisi berubah lagi menjadi tonggak kayu yang tak berarti sebelumnya.

Pantai tiba-tiba hujan gerimis langka dan air yang tiba-tiba pasang di saat bukan waktunya.

Sebuah lambaian di ujung cahaya putih yang menghilang bak kapal karam di tengah lautan.

Terima kasih yang diakhiri dengan senyuman cahaya sang mentari pagi.

Kalah, itulah yang aku rasakan. Drama berakhir dan janji telah ditepati. Terima kasih sang pembuat janji yang tak akan pernah aku sebutkan, sang pembuat janji yang membuatku jatuh kedalam kata-kata sendiri
I HATE YOU

Secret Stories to obsess over. Discover now