01 : Bad Girls

935 17 0
                                        

Manusia,,
Adakalanya Imannya kuat dan lemah.
Tak selamanya ia baik dan tak selamanya ia buruk.
Hati Berimannya tak sempurna hati malaikat.
Dalam setiap perjalan waktu ia bisa berubah dalam sekedipan mata.  Takdir setiap hidupnya telah tertulis dalam buku besar sang Illahi.

                           ***

Silau matahari menembus mataku, aroma embun tercium menusuk hidungku. Terdengar suara suara manusia yang mulai melakukan aktivitas. Aku membuka jendela melihat keadaan sekelilingku. Hari telah pagi.
Suara detik jam terus berbunyi. Tapi tak ada satupun semangat dalam tubuh ini untuk ke sekolah. "Hari ini, ayah akan antar kamu kesekolah"  Ucap seorang lelaki tinggi,berkumis tipis dan matanya menatapku dengan penuh keseriusan, Entah itu serius atau tidak.

Mampus deh gue,,

hatiku bergumam tak karuan, pikiran ku terbang melayang tanpa arah. Satu niat dalam hatiku, aku ingin menghindari sekolah hari ini. Namun semua harapan ku kandas. Ayah seolah membaca semua pikiranku dan memantau gerak gerik ku.

Bolos,terlambat,nongkrong itu hal rutin yang selalu aku lakukan. Ruang BK adalah ruang yang paling sering aku kunjungi.
Aku kira bahwa apa yang dikatakan ayah padaku hanya sebatas rekayasa belaka. Namun ini begitu mengejutkan. Kaget karna apa yang dikatakan ayah seolah olah tak main main. Ayah mengantarkanku ke sekolah tepat pas di depan gerbang tanpa jarak sedikitpun membuatku kehabisan akal untuk berlari menghindar. 

"Zahrah!!" Terdengar suara seruan dari kejauhan salah seorang gadis memanggilku dan berdiri menyambutku dipintu kelas IX-B dengan wajah penuh keraguan.
Kaki melangkah menuju kelas. Dengan pakaian compang camping dan rambut teruai, aku masuk kekelas bagai murid baru. orang orang sekilas semua menoleh ke arah ku.
Semua orang lebih mengira bahwa aku adalah seorang cowok yang berambut panjang. Entah apa karena wajahku yang terlihat tampan dibanding cantik.

Gadis tersebut melangkah menuju ke arahku. Dengan wajah ceria dan mata berbinar ia mendekat berdiri tepat dihadapanku.

"Lo kesekolah hari ini? Tumben"

Tanya gadis tersebut dengan wajah penuh keraguan, ia memandangku dengan penuh tak percaya padaku.

"Ga usah banyak omong" Tanggap ku dengan singkat. Aku menuju tempat duduk di pojok belakang. Sendiri. tak ada yang mau bersama denganku.
Tari terdiam. namun dalam lukisan wajahnya terlihat dia begitu kebingungan melihatku.
Di setiap pelajaran Tari seringkali jadi pahlawan memanggil guru untuk belajar, dia juga orang yang pertama kali meminta PR pada guru, Dan justru itu paling tidak disukai oleh teman temannya termasuk aku.

Yono selaku KM kelas IX-B sering mengomelinya karna mengganggu ketentramannya disaat tidak ada guru.
"Lo itu gimana si Tar, Kenapa lo panggil guru, gue lagi asyik main game. Malah lo rusak suasana gue"

"Lagian lo tu jadi KM gimana sih. Mana tanggung jawab lo. Gimana lo bisa jadi pemimpin yang baik"

Tari justru tak menghiraukan perkataan Yono. Dan kerap kali Yono lah yang mendapat omelan balik oleh Tari. Yono seringkali mendapatkan ceramahan dari Tari hingga setengah jam lamanya. 
  
                           ***

Tari menghampiri diriku,membawa segenggam buku yang ada ditangannya. Wajahnya begitu serius. Aku bisa menebak kedatangan. Tak ada hal lain dia pasti kemari ingin menunjukan tugas sekolah padaku. Langkahnya semakin dekat. Mulutnya mulai siap bercakap padaku
"Zah, lo udah ngerjain PR fisika belum?" Ku hela nafas, dugaanku benar. Tak ada hal lain yang biasa ia lakukan saat menghampiriku membawa bukunya selain menyakan PR.
"Emang hari ini ada PR?" Aku berpura pura tak mengerti. Memancingnya untuk mengetahui maksud kedatangannya kemari.
"Iyah, ada. Yang ini" Tari menunjukan suatu soal yang ada dibukunya. 
"Terus, kenapa lo tanya ke gue"

PERMATA SURGAGeschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt