Prolog

28 5 7
                                        

First. Jadi maap kalo agak gimana gitu :v
Happy read

______________________________________

Lemparan batuku mendarat melampaui permukaan air yang tampak hijau dari sisiku melihat.

Membuatnya menggoreskan gelombang gelombang disekitarnya.
Yang perlahan menjauh kemudian memudar.

Dinginnya air yang menyentuh telapak kakiku, menyebar hingga terasa pada ubun ubun kepalaku.

Kutarik napasku dalam dalam, kuhembuskan perlahan.

Pikiran ini terasa cukup tenang selepasnya.

Tik

Aku tak melempar batu, tapi mengapa air tenang itu menampakkan gurat lingkarannya? Dan percik air?

Tik tik tik tik

Semakin banyak?

Kudongakkan kepalaku pada langit yang redup itu. Air dari awan itu jatuh tepat dipipiku dan berhenti pada bibirku. Kupejamkan mataku sejenak, dan tepat saat kupejamkan mataku aku tersadar bahwa ini hujan.

Ahh, ini hujaan......

Pendek amat..
Hehehe.. :v

Nanti diterusin lagi kalo udah ada 5 vote..
Idihh... Songong amat
Nggak kok, nanti author lanjutin kalo author lagi mood dan ada ide :v

Btw, salam kenal dari Author yakk.. 😊

UnalterableWhere stories live. Discover now