Like I'm Gonna Lose You

154 17 14
                                        

Sebelum membaca, saya sarankan untuk mendengar lagu yang ada di multimedia.

Happy reading
.
.

Seorang pemuda berjalan menelusuri koridor rumah sakit dengan membawa sebuket bunga mawar berwarna merah marun. Kesedihan tampak terukir jelas di wajah tampan miliknya.

Dia terus berjalan, tanpa meladeni beberapa fans yang kebetulan berada di rumah sakit ini untuk sekedar meminta tanda tangan ataupun berfoto dengannya. Dia hanya melempar senyum, walaupun agak dipaksakan lalu berjalan meninggalkan mereka. Itu sudah cukup baginya.

Langkahnya terhenti di kamar 213, dilihatnya dari jendela kecil yang berada di pintu. Terdapat seorang gadis terbaring lemas yang sisa hidupnya sudah tak lama lagi disana. Tentu saja itu adalah pemandangan yang memilukan bagi sang pemuda tersebut.

I found myself dreaming in silver and gold

Like a scene from a movie that every broken heart knows

Tunggu dulu, kenapa gadis itu diam saja?

Deg!

Jantung pemuda itu terhenti sejenak. Nafasnya tercekat. Pikiran-pikiran yang negatif mulai bersarang dipikirannya. Tidak, ini tidak mungkin!

Dengan keras, ia membuka kasar pintu yang ada di depannya. Menimbulkan suara yang memekikkan telinga.

We were walking on moonlight, you pulled me close

Split second and you disappeared and then I was all alone

Brakk!

Gadis itu tersentak, matanya menatap tajam pemuda yang membuat ia terbangun dari mimpi indahnya.

"Astaga, Dani! Apa kau sudah lupa cara membuka pintu?"

Bukannya meminta maaf, pemuda bernama Dani itu malah menghela nafasnya. Membuat sang gadis menatapnya heran."Kau kenapa? Dikejar penggemarmu lagi?"

Dani menggelengkan kepalanya, "tidak aku hanya takut kau-" ia menggantungkan kalimatnya. Dalam pikirannya, ia menyusun kata-kata untuk menjelaskan.

"Meninggal, huh?"

Dani mengangguk pelan, matanya tidak berani menatap wajah cantik sang gadis yang ada dihadapannya. Tapi setidaknya, ia lega. Bahwa asumsi negatifnya itu tidak benar. Walaupun ia tahu, tak lama lagi asumsinya akan terwujud.

Woke up in tears with you by my side

Breath of a leave and I realized,

No one will promise tomorrow

Gadis itu tersentak. Detik kemudian, ia memamerkan senyum jahilnya. "Oh, jadi kamu ingin aku meninggal gitu?" Dan ucapan itu sukses membuat Dani semakin salah tingkah.

"T-tidak! Maksudku, tentu saja tidak! Aku hanya khawatir!" ucap Dani terbata-bata. Gadis itu tertawa terbahak-bahak melihat wajah Dani yang memerah.

"Aku hanya bercanda, duduklah. Kau pasti lelah sehabis perjalanan dari Perancis," ucap sang gadis sambil menunjukkan kursi yang ada di sampingnya.

Dani berjalan menghampiri sang gadis. Lalu, ia mengeluarkan buket mawar yang sedari tadi ia sembunyikan di punggung lebarnya. "Lihatlah, aku membawa mawar dari Paris sewaktu aku balapan disana, ini bunga favoritmu bukan?"

Gadis itu menatap mawar yang dipegang oleh Dani. Memang, mawar Paris adalah bunga favoritnya dan mendiang ibunya yang telah meninggal tujuh tahun yang lalu. Bahkan, namanya pun juga berhubungan dengan bunga mawar. Roseline.

Like I'm Gonna Lose You [One-shoot]Cerita yang buat anda obses. Terokai sekarang