Awal yang buruk.

37 10 19
                                        

Apa kalian sudah siap menjalani kehidupan dewasa? Aku ragu, itu jawabanku.

        Hari ini hari yang begitu panjang, bersandar pada pengharapan yang menyedihkan. Aku masih setia berjalan menyusuri jalan setapak tanpa ujung ini, bersama angin yang masih setia menemaniku tanpa lelah.

        Aku telah sampai di depan rumah bercat merah jambu, di sisinya terdapat tiang beton berwarna senada dengan tembok rumah tapi ada beberapa sentuhan warna hijau pudar, balkon atas bercat biru laut, aku pernah keatas mungkin cuma 3 kali. Sungguh aku kurang menyukai warnanya yang mencolok itu, tapi kau tahulah aku tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan orang dewasa. Begitu rumit kurasa.

                                                                                     ~o0o~

        Disinilah aku berada. Kamarku yang hangat, aku memiliki style yang bagus, kau tahu. Luas kamarku ini cukup untuk membawa 2 ekor kuda liar masuk. Tembok warna lavender lembut, diujung ruangan terdapat kasur empuk yang luasnya cukup besar untukku. Bersebelahan dengan jendela bulat bercat putih susu.

        Setiap pulang dari sekolah aku tak pernah absen untuk memandang keajaiban Tuhan. Disana terdapat banyak pohon-pohon rimbun yang jika musim semi datang sangat indah terlihat. Kurasa aku melupakan sesuatu. Oh ya, disisi kanan jendela berdiri kokoh lemari buku bercat senada dengan jendela. Aku menyimpan banyak buku-buku tak terkecuali berbagai novel dari yang mudah dijumpai sampai yang sangat sulit, terakhir aku membelinya di daerah kaki lima, asal kalian tahu buku ini keluaran abad .

        Aku cukup dewasa untuk tahu hal yang mungkin terjadi dan hal konyol rekaan manusia, aku jelas tidak mempercayai adanya dewa dimuka bumi atau di planet lain. Tapi aku membeli buku itu Dewa abad 18.

        Inilah yang aku suka, duduk meghadap jendela kau bisa melihat dengan jelas matahari tenggelam diujung sana, aku seperti mendapat sugesti setiap kali aku melihat itu. Bahwa kau akan mendapatkan hari esok yang bahagia.

                                                                                     ~o0o~

         Sekolah ini terbilang cukup indah, SMA Pelurus Bangsa. Gedungnya tinggi berwarna Hijau Lumut, banyak pohon lebat disini, kukira kepala yayasan memang berencana membangun sekolah alam. Oh ya. Di belakang sekolah kau dapat menemukan danau indah dan bila kau mau kau dapat menyusuri danau ini, disediakan pula perahu kayu yang kuat ditepi danau , tapi disini kebanyakan anak-anak tak begitu menyukai tempat ini, kadang hanya sesekali dipenuhi jika ada orang yang ulang tahun dihari itu, atau yang paling menggelikan kau dapat melihat pertunjukan gratis bila ada anak baru yang mulai bersekolah disekolahmu. Salam Perkenalan yang cukup seru. Kurasa itu wajib dilakukan sekolah ini, tak terkecuali aku, mungkin lain kali aku menceritakan hari sial itu, sekaligus hari dimana untuk pertama kali aku bertemu dengan-nya.

         Disisi lain belakang gedung sekolah-pun kau dapat menemukan gedung besar bercat kelabu, diatas gedung itu terdapat lambang Dewi Athena, Dewi Kebijaksanaan. Dikedua sisi gedung tumbuh besar pohon pinus, akarnya begitu banyak merayap dan dibawahnya terdapat 2 ayunan kayu yang telah berumur 598 tahun (Ny. Jane bilang begitu).

        Disana ialah tempat persembunyian yang selalu aku kunjungi yaitu Perpustakaan. Ruangannya cukup besar, dan saat kau melangkah masuk bau buku-buku yang tersimpan begitu lama akan tercium (kau taulah), entah aku suka dengan aroma buku diperpustakaan, seakan memori-memori lama menandak terkuak.

        Sangat mudah kau menemukan beberapa kutu buku disini, dan aku bertaruh disekolah ini tidak banyak murid yang mengerjakan tugas di perpustakaan apalagi melangkahkan kaki mereka, karena salah satu dari temanku Beby pernah berkata 'Ayolah Kara, teknologi sudah canggih, kau bisa dengan mudah menemukan tugas yang diberikan guru apalagi tugas dari wanita cerewat bu jane , apa yang kau inginkan, bahkan video orang dewasa yang tak pernah kau lihat sebelumnya, sungguh menyebalkan berada di perustakaan itu'. Aku ingat saat dia mengucapkan mengenai 'video' wajahnya tampak tersenyum malu. Jadi kesimpulannya di perpustakaan hanya ada 5 atau lebih orang termasuk bu.ryna (penjaga perpustakaan) dan aku.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 30, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

KARA.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang