"Aku akan memberi kejutan, semoga Nathan suka" kata Tasya sambil berlari menuju apartemen yang mewah itu.
Kata mama seorang pengantin wanita bila bertemu dengan calon prianya sebelum pernikahan tidak baik, tp menurut ku itu hanya mitos saja.
Ohya Nathan itu pacar ku yang sebentar lagi atau kurang lebih seminggu lagi aku akan menikah dan status ku berganti menjadi Istri... Hehehe ku tidak sabar lagi menunggu hari H nya. Semua persiapan untuk peenikahan hampir selesai 98% sudh pas sesuai keinginan Nathan. Sebenarnya impian pernikahan ku tidak semewah keinginan Nathan. Aku ingin pernikahan di sebuah taman yang di tengah taman ada panggung peenikahan... Hmmm mungkin dengan peenikahan q saat ini adalah yang terbaik.
Nathan dan aku adalah teman kuliah yang sama-sama bertemu saat d kampus yang akhirnya saling jatuh cinta. Nama lengkap ku Natasya Prameswari Ababil berusia 23th hanya seorang wanita kelahiran Indonesia dengan campuran darah Arabindia.
Sekarang aku tinggal d sebuah apartemen yang bisa di bilang tidak terlalu besar tapi nyaman. Sekarang aku bekerja di kantor sebagai staf di bagian pemasaran.
Hari ini adalah ulang tahun Nathan yang ke 28th, aku sengaja ijin keluar hanya untuk memberi kejutan kepada calon suamiku.
Aku telah sampai di depan apartemen Nathan..
Sesampainya di lift aku segera menekan angka 7. Aku membuka kode apartemen karna memang aku terbisa datang ka sini.
Sambil berjalan dengan mengangkat sepatu aku menuju ke kamar Nathan. "Apakah didalam Nathan tidur sambil menonton TV" ucapku didalam hati
Pintu perlahan-lahan aku buka dan apa yang terjafi didalam kamar sunggung membuat duniaku berhenti berputar dan hancur. Aku hanya bisa berdiri membeku melihat orang yang aku cintai lagi bercinta dengan teman baik ku sendiri.
"Aaahaaah..... Akhhhhh!" teriak meteka yang tanpa mereka sadari aku berdiri di depan pintu kamar.
Tanpa kusadari sepatu yang aku pegang terjatuh sehingga menimbulkan bunyi keras yang membuat Nathan & Bella melihat ke arahku. "Tata...tasya" ucap Natha pelan
Dengan cepat mereka meraih selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka berdua.
Nathan melangkah untuk mendekatiku tapi kuangkat tanganku untuk berhenti "sayang... aku bisa jelasin semuanya, ini bukan seperti yang kau lihat" kata Nathan
Aku hanya berucap "terima kasih atas perlakuan kalian terhadapku"
Mungkin benar kata orang sebelum menikah tidak boleh bertemu" kataku secara perlahan
"Tapi dengan ini aku bisa tahu bagaimana hubungan kalian dibelakangku, terima kasih" ucapku dengan suara jelas.
"Tidak, Tasya... Aku dengan Bella hanya sebatas teman saja" kata Nathan dengan kedua mata menatapku secara lembut. Kita akan menikah seminggu lagi sayang... Karna aku mencintaimu" kata Nathan dengan lebih tegas.
Tanpa betkata apa-apa lagi aku membuka cincin yang dia berikan saat melamarku dan tubuh ku secara perlahan maju "ini cincin yang kau berikan dan menurutku pernikahan kita dibatalkan " ucapku dengan perlahan. kemudian aku berbalik sambil berjalan kepintu tapi sebelum pulang aku berkata "silahkan kau beritahukan kepada tante vina & Om pras klau pernikahan ini dibatalkan".
Setelah itu baru aku pergi dengan berlari dibawah hujan deras.
Sesampainya di rumah aku langsung masuk kamar dan menangis dengan keras sesara dada ini sakit.
POV
Sedangkan di tempat lain ada seorang laki-laki sedang bekerja walau jam sedah menunjukkan pukul satu dini hari.
Dialah seorang CEO dari perusahaan besar yang kesehariaannya hanya di ini sengan bekerja.. Dialah Imran Domigez. Seorang laki-laki keturunan Arap yang merupakan anak tunggal dari pengusaha kaya-raya Don Valonzo Domigez
#...
ESTÁS LEYENDO
Harapan Cinta Natasya (Slow Update)
Romance"Apa yang kamu inginkan, tolong jangan ganggu hidup ku" teriak ku "Cukup ... Tolong" Natasya Prameswari
