" Hazza, ada yang ingin aku sampaikan padamu. "
" Kau ingin berbicara apa, Vanya? "
" Aku akan pindah ke London, besok Haz. "
" Apa?! Kau pasti bercanda kan? Vanya aku tahu ini ulang tahunku, tapi bercandaan mu sungguh tidak lucu, tahu?! "
" Apa ak...
Seorang gadis kecil sedang duduk di bangku taman. Gadis kecil itu memakai dress selutut bermotif bunga-bunga. Rambutnya dia biarkan tergerai dan memakai bando. Kaki nya yang mungil itu sedang di goyag-goyangkan. Tangan nya sedang merapikan rambut barbienya. Gadis kecil itu lalu mendongkak, melihat kanan dan kiri apakah dia akan datang. Gadis kecil itu kemudian tersenyum ketika seorang yang telah ia tunggu akhirnya datang juga. Lalu seorang laki-laki itu berlari dan berhenti tepat di depan gadis itu sambil mengatur nafasnya.
"Ini, minum dulu. " ucap gadis tersebut sambil menyodorkan air mineralnya yang kebetulan ia bawa dari rumah. Laki-laki itu pun menerimanya dan langsung meneguknya dengan cepat.
Karena terburu-buru, dia tersedak air dan menyebabkan dia terbatuk-batuk. Gadis itu dengan gerakan reflek menepuk-nepuk punggungnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Thank you, Ay. " ucap nya sambil memberikan air mineral nya yang sudah hampir setengah. Gadis kecil yang di panggil Ay itu pun mengangguk dan tersenyum manis. Senyuman yang di berikan oleh gadis itu sangat di sukai olehnya.
"Hazza, ada yang ingin aku sampaikan padamu. " ucap gadis tersebut. Laki-laki yang bernama Hazza itu pun menoleh.
"Kau ingin berbicara apa, Vanya? " ucap Hazza sambil menoleh ke arahnya. Hazza pun mengerutkan dahinya, kapan dia akan memulai pembicaraannya. Hazza melihat kalau Vanya sedang berfikir.
"Aku akan pindah ke London, besok Haz. " ucap Vanya dengan kepala yang tertunduk dan memejamkan matanya. Hazza yang mendengar ucapan Vanya hanya membulatkan matanya. Hazza tidak habis pikir dengan pemberitahuan Vanya kepadanya. Hazza tidak habis pikir lagi dengan Vanya, bisa-bisa nya Vanya baru memberitahunya. Ini bukan pemberitahuan biasa, tapi ini tentang dia pindah negara,bahkan benua.Ini sungguh gila.
"Apa?! Kau pasti bercanda kan? Vanya aku tahu ini ulang tahunku, tapi bercandaan mu sungguh tidak lucu, tahu?! " ucap Hazza sambil menatapnya dingin. Tidak ada senyum hangat yang biasa ia tunjukkan kepada Vanya. Tidak ada lesung pipit yang ia tampilkan padanya. Vanya pun akhirnya mendongkak kan kepalanya dan menoleh ke arah Hazza.
"Apa aku terlihat sedang bercanda, Haz? " tanya Vanya yang sudah mengeluarkan air matanya. Bertanda bahwa ia sedang tidak bercanda. Hazza pun menghela napas panjang.
"Jam berapa kau akan pergi? " tanya nya dengan nada rendah.
"Pukul 10.00 pagi aku sudah take off, " ucap nya sambil memeggang tangan Hazza dengan lembut.
"Apa?! Vanya kau benar-benar gila. Kau baru beritahu tentang kepindahanmu dan akan take off pukul 10 pagi?! " ucap Hazza. Hazza masih belum menetralkan terkejutannya yang tadi ia dengar dan sekarang sudah ia dapatkan kembali.
"Aku berharap kau akan datang ke Bandara besok, kalau begitu aku pamit dulu. " ucap Vanya sambil berjalan dengan lesu.
'Akan aku usahakan untuk datang, ' ucap nya di dalam hati dan memandang punggung Vanya yang lama-kelamaan hilang di perempatan jalan.
▫S e c r e t▫
Sudah hampir pukul 10.00, kurang dari 15 menit lagi, ia akan take off. Tetapi seseorang yang ingin ia temui untuk terakhir kalinya belum menampakkan batang hidungnya. Vanya hanya menoleh ke kanan dan ke kiri. Vanya gelisah. Vanya takut Hazza tidak akan datang, padahal Vanya berharap untuk bertemu dengannya. Vanya sudah memegang kotak berwarna biru langit untuk di berikan kepada Hazza.
"Vanya, sebentar lagi kita akan take off, bersiaplah, honey. " ucap Ibu nya sambil mengusap rambut panjang Vanya. Sudah tinggal 10 menit lagi, tapi dia belum juga muncul. Vanya sudah pasrah dengan Hazza yang tidak kunjung datang. Lalu sebuah suara menganggetkan lamunannya.
" Vanya!! "
Vanya menoleh dan melihat siapa yang baru saja memanggilnya, dan ternyata itu Hazza, laki-laki yang ia nantikan. Laki-laki itu tidak sendirian, akan tetapi laki-laki itu bersama Mom dan Kakak perempuannya, Gemma. Vanya berlari sambil memeluk Hazza. Pelukan yang bisa membuat Vanya merasa hangat, aman dan nyaman.
"Maafkan aku Ay, sudah datang terlambat. " ucap nya sambil berbisik dan masih melingkarkan tanganya di pinggang Vanya. Vanya hanya bisa mengangguk.
" Tidak apa-apa Haz, aku senang kau sudah datang, terima kasih. Dan aku minta maaf karena telat memberitahukan tentang hal ini, aku juga baru tahu kemarin pagi, maafkan aku. Ah ya aku ada sesuatu untukmu, " ucap Vanya sambil melepaskan pelukan itu dan memberikan kotak berwarna biru langit itu. Hazza pun mengangguk dan mengambil kotak tersebut, lalu membukanya. Ternyata sepasang gelang yang berkaitan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Abaikanlah kode"nya yaw😆)
"Gelang?" ucap Hazza bingung. Untuk apa Vanya memberikannya gelang ini.
"Iya, aku akan memakai yang berbentuk gembok dan kau memakai yang berbentuk kunci, " ucap nya sambil memakainya. Hazza bingung, untuk apa gelang ini. Padahal Vanya tahu kalau Hazza laki-laki. Kalau Vanya pasti pantas, jelas karena seorang perempuan. Sedangkan dirinya. Tapi untuk gadis yang ada di depannya, dia rela untuk memakainya.
"Untuk apa kita memakainya? " tanya Hazza sambil menatap gelang yang baru beberapa detik Vanya pakaikan di pergelangan tangannya.
"Aku berharap kita tidak akan saling melupakan satu sama lain, gebok dan kunci akan saling bersama, " ucap Vanya sambil tersenyum dan membuat Hazza specheels. Tak lama kemudian, mereka mendengar pemberitahuan bahwa pesawat yang menuju London akan lepas landas.
"Kalau gitu aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik Haz. Aku harap bisa kita bisa bertemu suatu hari nanti. Sampai bertemu kembali. " ucap nya sambil melangkahkan kaki nya menuju sang Ibu. Hazza melihat punggung Vanya lama kelamaan menghilang di balik kerumunan.
' Sampai bertemu kembali, Vanya Whithead ' ucap nya dalam hati dan tersenyum.
Setelah itu tidak akan tahu kejadian apa yang akan terjadi di antara mereka. Hanya Tuhan yang akan mengaturnya. Dan manusia hanya bisa menjalankannya.
▫S e c r e t▫
Hello.... Semoga suka yak Semoga aku mendapatkan pencerahan😂😂😂