Pagi ini Cheryl tengah bersiap-siap menuju sekolahnya. Ia baru saja pindah ke kota London. Dan tentu saja ia juga pindah sekolah.
"Aku siap untuk menghadapi semuanya hari ini" batin Cheryl. Ia pun melangkah dengan mantap menaiki mobil yang akan mengantarkannya.
🍫🍫🍫
"Selamat pagi murid-murid" sapa Mr.Hemmings di depan kelas.
"Selamat pagi,sir" jawab para murid serentak.
"Baiklah anak-anak, hari ini kita kedatangan siswi baru. Silahkan Ms.Oliver" ucap Mr.Hemmings dengan ramah.
Cheryl sempat merasa gugup saat memasuki ruang kelas. Bagaimana tidak, belasan pasang mata kini tengah menatapnya.Namun, ia cepat-cepat menyingkirkan kegugupannya itu.
"Hallo teman-teman. Namaku Cheryl Oliver. Kalian bisa memanggilku dengan sebutan Cheryl. Aku pindah dari Mullingar, Irlandia. Ada yang ingin bertanya?" ucap Cheryl berusaha menyesuaikan diri.
Tiba-tiba seorang siswa mengacungkan jari telunjuknya "aku ingin bertanya"
"Ya, silahkan" jawab Cheryl sambil tersenyum.
"Mengapa kau pindah ke London? Memangnya ada apa di Mullingar sehingga kau pindah ke London?" tanya siswa itu.
Cheryl mengernyit mendengar pertanyaan siswa itu."mengapa ia ingin tahu sekali" ucap Cheryl dalam hati. Lalu ia menjawab seadanya "Aku pindah ke London karena ini kota kelahiranku dan orang tuaku sedang bertugas di sini".
Banyak siswa yang bertanya tentangnya. Mulai dari ia tinggal dimana, hobinya apa, makanan kesukaannya, bahkan tanggal lahirnya. Sepertinya Cheryl langsung menjadi idola di sekolah saat hari pertama masuk.
🍫🍫🍫
Bel istirahat telah berbunyi. Saat Cheryl sedang merapikan bukunya, seorang perempuan menghampirinya dan langsung menyodorkan tangannya "Quinn Lawson"
Cheryl sempat terkesiap, namun ia langsung tersadar dan menjabat tangan Quinn sambil tersenyum "Cheryl" jawabnya singkat."Mau ke kantin bersamaku?" tawar Quinn.
"Atau mau berjalan-jalan mengitari sekolah?Aku akan menjelaskannya padamu kalau kau mau" tambahnya.
"Umm apa tidak merepotkanmu?Ya memang sih aku ingin mengetahui banyak tentang sekolah ini"
Quinn tersenyum dan berkata dengan tulus "Untuk apa kau merepotkanku. Aku juga tidak keberatan. Ayo kita berkeliling. Aku akan mengenalkanmu dengan lingkungan sekolah ini, ekskul yang ada di sini, dan mungkin kalau kau mau aku akan memberitahu tentang murid populer di sini"
Cheryl terkekeh mendengarnya. Belum sempat menyetujui, Quinn sudah menarik tangan Cheryl keluar kelas.
Quinn menceritakan setiap ruang di sekolah itu, guru paling killer hingga guru paling baik, bahkan Quinn juga memberitahu cowok yang ia sukai.
"Jadi kau menyukainya?" tanya Cheryl. "Ya, aku menyukainya. Awalnya sih aku menyukai temannya, tapi temannya itu terlampau tampan dan banyak sekali yang menyukainya. Dan itu hanya membuatku cemburu" jelas Quinn dengan nada dramatis.
"Dramatis juga kau" ledek Cheryl kepada teman barunya itu.
"Memang setampan apa sih cowok itu sehingga banyak yang menyukainya?" tanya Cheryl penuh keingintahuan.
"Huh, dia sangat tampan. Sampai tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata" . Sepertinya Quinn terlalu sering menonton film drama sehingga kata-kata yang dilontarkannya juga sangat dramatis.
"Aku jadi ingin melihatnya. Yang mana sih cowok itu?". Sekarang Cheryl mulai tertarik dengan pembicaraan mereka. "Sepertinya ia tidak masuk hari ini. Karena setahuku ia sedang berada di Wolverhampton, di rumah keluarganya. Dan mungkin akan kembali nanti sore dan mulai bersekolah besok" jelas Quinn.
"Wow! Kau sangat mengetahuinya ya" ledek Cheryl hingga membuat wajah Quinn menjadi merah karena malu.
"Tentu saja aku mengetahuinya, aku selalu memerhatikan akun Instagramnya. Oh ya, omong-omong soal Instagram kau punya akun Instagram kan? Boleh aku meminta uname mu?" tanya Quinn
"Tentu saja, @CherylOliver23. Nanti akan ku followback"
Bel masuk pun telah berbunyi. Mereka kembali mengikuti pelajaran dengan tenang hinnga bel pulang berbunyi. Para siswa langsung menuju loker masing-masing untuk meletakkan buku masing-masing.
Cheryl segera menghampiri loker nomor 23 miliknya. Ternyata lokernya bersebelahan dengan loker milik Quinn yaitu loker nomor 22.
"Kau pulang dengan siapa?" tanya Quinn saat menutup lokernya.
"Sepertinya aku naik taksi. Kau sendiri?" Tanya Cheryl balik.
"Aku dijemput dengan kakakku dan sepertinya ia sudah menunggu. Aku duluan ya Cheryl. Sampai jumpa besok dan berhati-hatilah di jalan" ucap Quinn sambil sedikit berjalan.
"Baiklah. Berhati-hati juga" jawab Cheryl sambil melambaikan tangannya.
Ini baru awal banget. Sorry kalo gaje. Pertama kali bikin. Drew nanti muncul di part 2 yaa. Jangan bosen bacanya yaa. Hehe 😂
Mohon bimbingannya ya guys!
Salam Pisau Garpu!🍴
YOU ARE READING
Drew is My Chocolate
FanfictionCinta tidak bisa ditebak. Terkadang menyakitkan, namun cinta juga dapat berubah menjadi manis. Namun takdir juga dapat berkata lain yang bisa menghilangkan rasa manis itu kapan saja, seperti yang dialami oleh Cheryl dan Drew. Penasaran? Yuk langsung...
