Between Our Love
Cast:
Shahid Kapoor as Rajkumar Bose
Parineeti Chopra as Naina
Sonakshi Sinha as Meera
•••••
Rajkumar POV
Pernikahan. Apa makna pernikahan yg sesungguhnya?. Mengapa begitu penting menjaga hubungan yg terjalin setelahnya?.
Pernikahan. Aku benci keadaanku yg terjadi karenanya saat ini.
Naina ku..
Dia belahan jiwaku. Kekasihku. Cintaku. Hidupku. Istriku.
Sungguh! Rasanya aku mati setiap saat ketika aku sadar, ia sekarang tak lagi ada di sisiku untuk menemaniku menjalani hidup.
Mengapa ia tak lagi ada di sisiku? Pasti pertanyaan itu muncul di benak kalian saat ini!
Ia pergi. Ia kecewa. Ia marah padaku. Karena aku...
Flashback on
"Aku tak ingin lagi ada disini! Cukup tuan Bose! Kalau kau ingin membawa pengantin wanitamu itu ke rumah ini, maka aku yg akan pergi. Aku tidak tahan ada orang ketiga diantara kita! Kau menikahinya karena bisnis? Maka nikmati saja bisnismu dan istri barumu itu! Sebelum kau nanti membuangku, lebih baik aku pergi terlebih dulu sekarang!"
"Jangan berpikir begitu Naina! Naina tolong! Dengarkan dulu aku! Aku mencintaimu. Hanya kau. Bisnis ini penting untuk masa depan kita. Aku ingin kita bahagia. Meera gadis yg malang. Cobalah mengerti keadaannya dan keluarganya. Mereka hanya butuh pernikahan ini, dan kesepakatan besar akan terjadi. Pada saat yg tepat nanti, aku janji padamu aku akan memperbaiki semuanya. Meera tidak akan tinggal disini. Dia akan..."
"Meera Meera Meera! Kau terus saja menyebut namanya. Memang apa bedanya gadis cacat itu tinggal disini atau tidak? Kau bukan lagi milikku lagi seutuhnya. Aku pergi. Jangan mencariku lagi. Selamat tinggal!"
Flashback off
Aku masih ingat suara langkah kakinya yg berbalut sandal jepit favoritnya yg berbaur dengan suara seretan roda koper yg ia bawa. Aku berteriak memanggil namanya berkali-kali sambil terus mengejarnya. Ia tak menggubris. Air matanya. Ah hatiku teriris melihat air mata kesedihannya. Aku telah menghancurkan hatinya. Ia terus melangkah menjauh dariku. Aku tetap mengejarnya, namun langkah kami akhirnya berhenti ketika sebuah mobil menghentikan lajunya dan berhenti tepat disisi trotoar tempat kami berjalan.
Lalu pintu mobil terbuka. Seorang pria paruhbaya dengan setelan jasnya berdiri dihadapan kami. Naina termenung menatap orang itu karena ia tak mengenalnya. Sedangkan aku..
Jantungku berdegup berkali-kali lipat lebih kencang melihat kedatangannya disaat seperti ini. Dapat kulihat, kaca mobil di jok belakang terbuka dan..
Meera yg ada di jok tersebut. Naina teringat sesuatu melihat wajah Meera. Gadis yg sama persis seperti di foto yg ia temukan diantara berkas-berkas penting di rumah. Ia dapat dengan cepat menebak, gadis di mobil itu adalah Meera. Gadis yg akan kunikahi.
Naina menatapku dengan air mata yg semakin deras mengalir, dan sesaat kemudian, dia bergegas meninggalkan tempat. Aku ingin mengejarnya lagi, tapi tuan Malhotra mencegah langkahku. Aku mati saat itu juga. Air mataku kembali mengalir deras.
Naina ku. Ia pergi, dan tak kembali sampai sekarang.
"Kau memikirkannya lagi?" pertanyaan dengan nada halus dari Meera -istriku saat ini- membuat lamunanku membuyar. Meera tersenyum melihat tatapan mataku tertuju ke arahnya. Aku membalas senyum gadis yg entah sudah berapa tahun itu bertahan hidup dengan bantuan kursi roda.
"Ya. Bagaimana pun, dia masih istriku, Meera." jawabku yg kemudian menundukkan wajah sembari memijati pangkal hidungku.
"Lalu kenapa kau tidak mencari keberadaannya?" tanyanya lagi. Entah sudah berapa kali ia menanyakan pertanyaan tersebut. Dan aku seakan dibuat bingung harus menjawab apa atas pertanyaan itu.
"Kau sedang hamil Meera. Mana mungkin aku meninggalkanmu sendirian di rumah terlalu lama? Ayahmu berpesan padaku untuk selalu menjagamu. Ia sudah berbaik hati memberiku cuti, dan semua itu adalah agar aku bisa menghabiskan waktu lebih lama bersamamu." jelasku padanya sambil mengelus puncak kepalanya. Ia perempuan yg baik. Ia mengerti betul bahwa pernikahan yg ku jalin dengannya hanya untuk bisnis. Dan ia juga tau, bahwa aku tak pernah mencintainya, tapi aku hanya mencintai Naina.
"Kau pergi saja mencarinya. Aku bisa minta bantuan temanku untuk menemaniku disini." sahutnya tiba-tiba.
Aku tertegun. Aku merasa amat sangat bersalah. Ia ingin aku bahagia dengan kehadiran Naina. Padahal Naina dulu sangat menentang kehadiran Meera. Aku merasa sangat berdosa mengingat selama ini aku tak pernah memberinya ruang dihatiku.
"Lupakanlah Meera. Aku sedang tak ingin keluar saat ini." ucapku dan lalu meninggalkan tempat.
•••••
"Are! Lihatlah malaikat kesayangan ibu ini. Cantik sekali kau sayang! Ummach. Ayo kita jalan-jalan!"
Kulihat ia dan gadis kecil di gendongannya itu berjalan menyusuri trotoar menuju ke suatu arah. Aku tersenyum menatap mereka dari kejauhan. Naina dan anak kami.
Ya! Rupanya Naina sedang mengandung saat meninggalkanku. Dan anak perempuan itu saat inu sudah berusia sekitar 3 tahunan. Tapi Naina masih saja suka menggendongnya.
Heh. Seandainya aku bisa, aku ingin bilang pada Naina, biarkan saja dia berjalan sendiri. Atau aku akan membantu Naina menggendong malaikat kecil kami yg ku tau ia beri nama Shagun itu.
"Jika waktunya sudah tepat, aku akan menjemputmu bersama Shagun, Naina." gumamku.
•••••
Bruukk~
Aku terjatuh dengan badan dan wajah babak belur.
Tuan Malhotra. Menemukanku sedang mengintai Naina. Ia sudah berkali-kali mengingatkanku untuk tak menemui Naina sama sekali. Tapi, sejak setengah tahun lalu, saat aku menemukan kediaman Naina, aku sering diam-diam mengintai Naina. Aku juga sering memberinya paketan atau pun kado-kado tanpa menterterakan namaku.
Dan sekarang. Semua terungkap dan tuan Malhotra -mertuaku sendiri- akan menghabisiku. Aku tak bisa memberontaknya. Semua yg terjadi memang merupakan kesalahanku.
Dengan keadaan yg sudah sangat lemas tak berdaya ini, salah satu orang kepercayaan tuan Malhotra membantuku berdiri dan kembali melayangkan tinjuan berkali-kali.
"Rajkumar!!! Ayah hentikan!!" samar-samar aku mendengarnya. Itu, suara Meera.
•••••
End (?)
YOU ARE READING
Between Our Love
Fanfictionterjebak dalam ego dan keadaan, membuat Rajkumar harus rela kehilangan cinta hidup yang juga adalah istrinya, Naina. untuk menikahi Meera, gadis cacat berparas cantik, anak dari bos di perusahaan tempat ia bekerja.
