Genre
ShonenAi, Yaoi, Action, Humor, Romace
Rating
T+
Lenght
Chaptered
Warning
Bagi yang homopobia jangan di baca.
*^O^*
"Yo!"
"Huh?"
Pagi hari yang cerah seorang pria bertubuh kecil berjas rapih mencolok, memakai kacamata hitam dengan rambut di sisir rapih ke belakang layaknya seorang mafia mendatangi sebuah kamar apartement sederhana milik seorang pria tampan bertubuh tegap yang baru saja terganggu tidurnya. Namanya adalah Haru Tomoe.
Kini mereka berdua duduk berhadapan di lantai kamar Tomoe, karena memang ruangan miliknya hanya ada kamar tidur, dapur, dan toilet saja.
"Nih" pria yang tampak sebaya dengan Tomoe itu menyodorkan sebuah amplop berisi uang pada Tomoe.
"Umm" Tomoe yang bingung hanya menggaruk tengkuknya saja, 'apa dia sadar kalau sekarang ini masih jam 5 pagi? Di lihat dari manapun apa lagi cara berpakaiannya sudah jelas kalau pria ini seorang yakuza, ya sangat jelas' pikir tomoe.
"I..ini tanda terima kasih ku buat kemarin malam" kata pria itu malu-malu (merona)
"Namaku Ishida Shota" lanjutnya dengan gugup.
"Huh kemarin malam? Coba ku ingat-ingat"
'Semalam ketika aku sedang mengejar seorang pencuri celana dalam dan aku menangkapnya.'
"TUNGGU..MALING..." teriak sesorang dari kejauhan.
"Datangnya dari arah mini market" kata seseorang di telepon.
"Ya itu benar, tertangkap basah pak" kata Tomoe sambil menekuk tangan maling yang meronta-ronta minta di lepaskan, ow ow lepaskan sialan kata maling yang sedang di duduki oleh Tomoe.
T
omoe segera menutup telponnya dan mencari tau apa yang maling itu curi.
"Huh boxer? Dan itukan milik laki-laki" kata Tomoe sedikit terkejut.
*Drap..drap..drapp* seseorang tengah berlari menghampiri Tomoe.
"Huff..huff..huff oi!! Maniak itu incaranku, berikan dia padaku" kata seorang pria yang tengah mengatur nafasnya karna kelelahan.
"Jadi kamu yang berteriak dan mengejarnya tadi itu ya?" Tanya Tomoe, "Sekarang semua baik-baik saja, aku sudah menelpon pihak yang berwajib" lanjutnya.
"PIHAK YANG BERWAJIB?! Apa yang kau lakukan, cepat berikan dia padaku! " teriak pria itu pada Tomoe.
"Memangnya mau kau apakan dia? Saya polisi jadi biar saya yang menangani ini" kata tomoe denga nada yang sedikit tegas namun hati-hati.
"Ka..kau polisi?" Pria itu terkejut, wajahnya memerah sampai telinga ketika bertatapan langsung dengan polisi tampan itu.
Tomoe tersenyum ramah "Nama saya Haru Tomoe, seperti yang kau lihat saya tidak sedang bertugas sekarang, jadi saya tidak memakai seragam dan tidak membawa tanda pengenal dan saya juga bekerja di pos dekat sini-"
"AHHH!!!!!"Σ( ° △ °|||)︴
Penjelasan Tomoe terputus ketika pria itu teriak melihat barang curian yang tergeletak di tanah, karna itu adalah boxer miliknya, pria yang hanya memakai piyama tidur itu mengambil boxer itu dan berlari secepat kilat, "wah barang buktinya" teriak Tomoe.
'Kejadian itu memang terjadi, tapi.. kayanya aku tidak bertemu dengan orang yang sedang di hadapanku sekarang, pria semalam dia itu sangat manis untuk di sebut seorang pria walau memang pria sih' Tomoe berfikir panjang sambil menatap tajam ke arah pada pria yang bernama Ishida Shota di depannya itu "Umm..." selidik Tomoe sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Shota.
"Ka..kau mau apa hah?!" Kata Shota gugup, wajahnya sudah seperti udang rebus (⊙o⊙)?
Tomoe mendekatkan wajahnya, semakin dekat, semakin dekat, sehingga hampir membuat Shota pingsan karna menahan gugup ~T_T~ dan tiba-tiba Tomoe mengambil kacamata hitam yang sedang di pakai Shota dan jeng jeng ~^O^~
"Ah ha.. kau pria boxer itu" tunjuk Tomoe "kau terlihat sangat jauh berbeda dari kemarin malam.
Wajah Shota sangat merah, kepalanya seperti mengeluarkan asap karena menahan malu.
"KA..KAU GILA YA?! Apanya yang pria celana dalam hah?! Kalau kau bukan penyelamatku sudah ku bunuh kau" teriak Shota sambil menjambret kacamatanya yang berada di tangan Tomoe.
"Bertamu jam 5 pagi itu lebih gila tau" gumam Tomoe -_-
Shota kembali tenang saat ini.
"Jadi sebagai gantinya ambil ini" Shota menyodorkan kembali amplop tadi pada Tomoe.
"Maaf... aku tidak bisa menerima ini" jawab halus Tomoe.
"HAH APA?! JADI KAU BERNIAT MENGHANCURKAN HARGA DIRIKU?!" Teriak Shota emosi (malu-malu)
Tomoe terkejut dengan ucapan Shota dan mengambil amplop itu dengan tersenyum, ia memisahkan amplop dan isinya.
"Kalau begitu akan aku ambil ininya saja he he" kata Tomoe yang hanya mengambil amplop kosong tersebut.
Shota hanya menundukan kepalanya "Si..sial, tidak terpengaruh ya.. aku sudah tau itu" tubuhnya bergetar, wajahnya memanas, lalu ia mengangkat kepalanya dan menatap langsung wajah Tomoe.
"AKU MENYUKAIMU, itu...jatuh cinta pandangan pertama, sejak aku melihatmu kemarin malam aku langsung menyukaimu sialan!" Shota dengan keberaniannya mengungkapkan perasaannya dengan lantang.
Sedangkan Tomoe yang baru terbangun dari tidurnya dan rambut yang masih berantakan sekarang ia hampir terkena serangan jantung dengan mulut menganga syok dan membeku, ketika sadar mata Tomoe terbelalak.
"HEEEEEEEE?????????" Σ( ° △ °|||)︴
TBC
Maaf ya kalo ngaco, ini pertamakalinya mempublis fanfic ku, aku ambil cerita ini dari manga BL walau nama karakternya beda, tapi ceritanya bakal di bedain juga kok, insyaallah gak bakal sama banget kok.(>^ω^<)
YOU ARE READING
Kawaii no Monster
FanfictionSeorang anak tunggal dari kelompok mafia yang di segani jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang polisi penjaga pos di daerahya. Ini cerita mengenai seorang pria manis jatuh cinta dengan seorang pri tampan.
