~

509 44 2
                                        

Jaejoong berulang kali menghela nafasnya. Tak jauh beda dengan pria yang ada disampingnya, Yunho. Suasana canggung tercipta di ruangan yang disebut kamar itu.

Jangan tanya kenapa mereka berdua bisa berada disana. Ini ulah teman keduanya yang mengerjai mereka.

"Lama tidak bertemu"ucap Yunho mengawali percakapan.

Jaejoong mengangguk canggung. "Bagaimana kabarmu, Yun?"

"Baik, kau sendiri, Boo?"

Jaejoong sempat terdiam mendengar panggilan itu. Panggilan ketika mereka masih menjadi sepasang kekasih.

"Maaf, maksudku, Jae"ralat Yunho.

Jaejoong menyunggingkan senyumnya sedikit. "Kau masih mengingat panggilan itu rupanya, aku baik"

Yunho kembali terdiam. Ia bingung memulai percakapan bagaimana lagi.

Tak ada yang mengeluarkan suara.

Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

Sejak mereka memutuskan hubungan 1 bulan yang lalu...
Keduanya tak lagi bertemu sampai hari ini untuk pertama kalinya.

*flash back on*

Jaejoong menatap penuh amarah ke arah Yunho. Ia tak menyangka, Yunho, satu-satunya pria yang ia percayai, sekaligus kekasihnya itu, selingkuh dibelakangnya.

"Berani-beraninya kau?! Aku selama ini mempercayaimu Yun"Jaejoong mulai meneteskan air matanya.

Yunho menundukan kepalanya. Semalam ia dalam keadaan mabuk. Ia benar-benar tak menyangka melakukan 'sesuatu' pada orang lain di bar. Ia sungguh menyesal. "Maaf...maafkan aku Jae, sungguh"

Jaejoong mengetahui Yunho melakukan sesuatu pada orang lain di bar itu karena temannya, Junsu. Junsu yang merupakan seorang penjaga bar melihat Yunho yang keluar dari bar dalam keadaan mabuk sambil membawa seseorang.

"Semalam pikiranku sedang berantakan Jae, aku juga dalam keadaan mabuk, aku sungguh tak menyadari itu"

"Berhenti menjelaskan padaku Yun! Aku tak peduli! Pikiranmu sedang banyak mengapa tdak bercerita padaku? Kau anggap aku ini apa? Kenapa kau harus pergi ke bar dan mabuk? Aku pikir aku tak bisa melanjutka hubungan ini lagi"ucap Jaejoong tegas.

Yunho mendongakkan kepalanya, matanya sudah berkaca-kaca kini. "Boo-"

"Aku pergi, Yun"Jaejoong pun meninggalkan Yunho dirumah pria itu sendiri, menyesali perbuatan yang sudah dilakukan.

Sejak saat itu, mereka tak pernah lagi bertemu. Hingga sebulan setelahnya, mereka berkunpul dengan teman-teman lama mereka.

Yunho, Jaejoong beserta teman lainnya berlibur. Tapi saat memesan kamar hotel, Yunho dan Jaejoong hanya mendapat sisa satu kamar untuk mereka berdua.

Dan sepertinya itu ulah teman-teman mereka.

*flash back off*

"Sial, kenapa hanya kita yang tak mendapat kamar"gerutu Jaejoong.

Yunho menghela nafasnya, "aku bisa keluar saja Jae, mungkin akan membuatmu nyaman"

Jaejoong menatap Yunho, jujur saja, ia sangat merindukan pria itu. Ingin sekali Jaejoong memeluknya.

Sebenarnya Jaejoong menyesal malam itu, ia benar-benar dalam keadaan emosi. Seharusnya, seharusnya ia tak sekasar itu pada Yunho.

"Tak perlu. Kau tetap disini saja, Yun"

Yunho balas menatap Jaejoong. "Aku meminta maaf. Mungkin ini sangat terlambat, tapi aku benar-benar meminta maaf. Tak apa, kau tak memaafkanku. Aku mengerti perasaanmu Jae"

Jaejoong tak menggubris perkataan Yunho. Ia tetap menatap pria disampinya itu.

"Kuharap kau mendapat yang lebih baik dariku"Yunho tersenyum tulus. "Aku pergi dulu Jae, tidurlah yang nyenyak, selamat malam"

"Kubilang tetap disini!"ucap Jaejoong tegas saat Yunho bersiap berdiri.

Tiba-tiba saja Jaejoong memeluk Yunho erat. Ya, kerinduan yang dirasakannya terhadap Yunho meruntuhkan egonya sendiri. "Jangan pergi Yun, kumohon"Jaejoong mangeratkan pelukannya.

Yunho sempat terkejut sebelum membalas pelukan Jaejoong, ia mengusap kepala Jaejoong dan mengangguk. "Aku disini, Boo. Aku tak akan pernah meninggalkanmu"

---------------------------------------------------

Apa ini...bikin setengah jam doang 😂
Gaje astaga :"
Oke abaikan(?)
Happy yunjae day hoho(?)

StillTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang