"Maaf mas kita harus putus" ucap raisya pada laki2 yng sejak tadi duduk disebelah raisya
"Knapa??"
Tanya laki2 itu lirih
"Karna sejak awal seharusnya hubungan ini tak pernah terjalin, bukankah icha sudah pernah bilang icha mau mnjdi kekasih mas furqon dngn satu syarat, dan mas sudah janji sama icha untuk menerima syarat dari icha tapi mas furqon malah menganggap ucapan icha hal yang sepele dan mengingkari janji mas sendiri"
raisya yang sering disapa icha itu menatap furqon penuh rasa marah dan kecewa
"Mas furqon minta maaf icha, mas janji gak akan ngulangin lagi" furqon menunduk dan berlutut dihadapan raisya
"Mas mohon raisya jangan tingglkn mas hanya karna masalah sferti ini... mas gk siap hrs berpisah dari kamu, mas bener2 gak tw lagi hrs gimana jika kita smpai berpisah"
Raisya menatap furqon dng ttapn yang tak teribaca, laki2 yng telah masuk kedalam hidup nya mengisi hari nya dan tanpa disadari telah menyentuh hati nya begitu dalam
'Maafkan raisya mas, icha terpaksa melakukan nya demi kebaikan bersama' ucap raisya dalam hati.
" mas tahu sendiri kan bagi icha kehujuran dan kepercayaan adlh yang terpenting dlm sebuah hubungan, dngn mas mengingkari janji kita,,, itu sama dengan mas menghancurkan perinsip icha dan jangn menganggap msalah ini hal sepele, icha gak suka"
Mendengar jawaban kekasih nya furqon mendongak dan memegang tangan icha lembut
"Cha mas gak bermaksud mengatakan masalah ini hal sepele mas minta maaf jika mas salah bicara"
"Tapi dngn mas bilang hanya.. Itu berarti menandakan mas menganggap itu hal sepele" potong ica cepat
"Raisya dengerin mas dulu mas belum selesai ngomong"
Raisya menghela napas dan membuang muka sebal
"Lihat mas raisya halwa arifan" furqon mengarahkn wajah raisya agar mengadap nya dan pandangan mereka bertemu
"intinya apapun itu mas tuh gak pingin putus dari kamu jdi please maafin mas ya" ucap furqon menatap raisya dalam
Risya sebenarnya tidak tega harus memutuskn kekasih nya itu, ia tahu mas furqon tidak sepenuhnya salah tapi raisya sengaja melimpahkn segala kesalahan kpada nya agar ari ia bisa putus dari mas furqon.
"Maaf mas terlepas dr apapun itu kita tetap putus, ini terakhir kali nya kita ketemu dan raisya mohon Jagan pernah hubungi raisya lagi"
Risya segera bangkit dan berlalu tanpa menoleh meninggalkan mas furqon dng berjuta persaan yang berkecamuk dalam hati nya.
Raisya sebernarnya ingin berbalik namun ia takut, takut tak bisa menahan tubuh dan persaan nya sendiri untuk berlari dan memeluknya.
"Hanya karna nilai setitik rusak susu sebelangga"
" hanya karna satu kesalahan raisya dan furqon harus rela hubungn yng telah lama mereka jalin harus berakhir"....
.
.
Tbc
Balqhis
Pwk.02.02.2017
YOU ARE READING
RAISYA
RandomJika mata adalah cahaya maka hati adalah permata saat bahagia merona maka tawa adalah warna jika senyum adalah ibadah maka cinta adalah anugrah yang terindah... . mungkinkah kau tercipta untukku..?!?! "Raisya azhifa ghibran"
