The Begin #1

9.8K 537 23
                                        

Cast:
Lee Minji,
Hwang Renjun,
Lee Taeyong,
Seo Yoora,
Lee Donghyuk (Haechan),
Seo Nara,
Lee Jeno,
Park Jinhye,

***
Saat ini Minji menatap pintu ruang pemeriksaan psikolog, ia menunggu hasil testnya. Ia mengalami trauma saat ia melihat ibunya meninggal terbunuh oleh seseorang didepan matanya sendiri. Hingga saat ini ia masih tak bisa melupakan kejadian lima tahun lalu itu. Tapi ia memiliki tekad untuk menyembuhkan traumanya tersebut.

"Nona Lee Minji?” Seorang suster memanggil namanya.

"Iya itu saya.” Minji beranjak dari tempat duduknya

"Ini hasil pemeriksaannya, semoga lekas sembuh Minji-ya" Suster tersebut memberikan hasilnya

“Terima kasih” Ucap Minji dengan senyum kemudian meninggalkan suster tersebut.

Kini ia menuju kantor ayahnya. Ia ingin menunjukan kepada Ayahnya, bahwa keadaannya mulai membaik.

“Pa, lihat ini keadaan ku sudah membaik. Papa sudah berjanji akan membiarkan aku ke Korea lagi setelah kedaan ku membaik kan? Papa pasti tidak lupa kan?" Ucap Minji duduk di hadapan ayahnya

"Coba papa lihat hasilnya, papa tahu kamu suka bohong." Ucap ayahnya mengambil hasil pemeriksaan Minji

"Pa sejak kapan aku suka  bohong?" Ucap Minji memanyunkan bibirnya

“Sejak kau mulai beranjak remaja.”

"Papa? pokoknya papa sudah janji. Dan papa liat senidri kan aku sudah membaik? Pa aku kesepian disini saat papa sibuk kerja. Di Korea ada Taeyong oppa dan Haechan pa, jadi aku tak akan kesepian" Ucap Minji

“Kau kesepian karna kau tak punya teman disini, siapa suruh jadi perempun suka berantem?”

"Pa... Tolong lah jangan membahas itu sekarang."

“Okay papa izinin. Tapi jangan merepotkan kakak-kakakmu okay?”

"Okay pa, aku janji. Aaaa papa saranghae" Ucap minji sambil membentuk love sign

****

Kini Minji sudah sampai di Bandara Incheon, tapi ia tak melihat kakak-kakaknya untuk menjemputnya. Ia bahkan menunggu hampir satu jam setengah jam, tapi tak ada tanda-tanda kakaknya menjemputnya.
Tapi saat Minji mulai putus asa, ia melihat tiga orang berlari menuju tempat saat aku datang tadi. Minji mulai curiga dan dengan beraninya ia mendekati tiga orang tadi.

"Taeyong oppa?" Ucap Minji memastikan itu kakak tertuanya.

Seseorang menoleh ke belakang dan berkata
“Minji-ya?” Ucapnya

“Ya! Oppa apa yang kau lakukan sampai telat menjemputku. Kau tahu kan aku paling tidak suka menunggu. Apalagi menunggu yang gak pasti. Kau tau oppa aku lapar, sangat lapar. Aku sudah putus asa. Aaaargggh” Ucap Minji panjang lebar.

“Ya! Kau tidak sopan membentak kakakmu seperti itu! Kau tak tahu? Rasanya akan mati saat Taeyong hyung ngebut dengan mobilnya itu. Untung kami selamat sampai sini dan menjemput!” Ucap Haechan jengkel dengan ocehan adiknya itu.

“Haechan-ah kau diam saja. Aku berbicara pada Taeyong oppa” Ucapnya masih menuggu jawaban Taeyong

“"Ya! Kau emang tidak sopan ya."” Ucap Haechan sangat kesal

"Sudah, sudah gak usah diributin lagi. Sekarang kita langsung pulang, ahh tidak kita mampir makan dulu kalo gitu. Apa kalian tidak malu bertengkar di depan Jeno?" Ucap Taeyong mulai berbicara

Minji baru menyadari kalo ada Jeno, Jeno memasang wajah datar seakan tidak mendengar atau melihat pertengkaran singkat Minji dan Haechan tadi.

“Aaaa, maaf aku tidak sadar ada kau Jeno-ssi." Ucap minji

"Tidak, apa-apa." Jawab Jeno dengan senyuman

"Sudah, kita langsung pulang saja." Ucap Taeyong sambil menarik koper milik adiknya itu.

****
Setelah beberapa jam, akhirnya mereka sampai dirumah. Saat minji selesai membereskan pakaiannya, ia turun dan melihat sudah tidak ada orang. Semua pergi tanpa pamit.

“Arrgghh, apa ini aku baru sampai, tapi sudah merasa kesepian?” Minji berbicara sendiri

Ia lalu mengambil handphone dan headsetnya, kemudian ia keluar dengan hoodie biru muda dan celana jeans. Ia keluar rumah tanpa rasa ragu untuk berkeliling melihat lingkungannya kini yang sudah berubah banyak. Ia jalan melihat-lihat bahkan heran melihat banyak perubahan di lingkungan masa kecilnya ini.

Ia berhenti didepan toko es krim yang ia rasa tak pernah berubah dari dulu. Ia memasuki toko itu dan bernostalgia. Jam sudah menunjukan angka 8. Saat hendak pulang, ia melihat sekelilingnya sudah gelap dan berbeda saat terang. Ia mulai kebingungan mencari jalan menuju rumah kakaknya. Saat hendak keluar dari toko tersebut, tiba tiba saja ada ibu-ibu yang dicopet. Tanpa pikir panjang minji mengejar pencopet itu.

Tanpa arah ia mengejar perampok itu, hingga si pencopet salah mengambil langkah, ia menemui jalan buntu. Kini perampok itu sudah terkejar oleh Minji. Tapi saat itu juga Minji bingung harus gimana. Dengan napas masih terengah engah, ia berbicara agar mengembalikan tas ibu tersebut. Tapi si pencopet itu malah menodongkan pisau. Saat ini Minji takut akan pisau itu, ia melangkah mundur langkah demi langkah.

Ketika perampok itu mulai lengah, minji malah mencoba merebut tas itu. Dengan sigap si perampok mengoreskan luka di tangan minji dengan pisau itu. Minji melihat tangan kirinya berdarah dengan goresan yang agak panjang, ia mundur menandakan mulai menyerah. Tiba-tiba....

To Be Continued....

Maaf ceritnya agak gaje(:
Tulis koment dibawah sini juseyo(:

Revenge | Renjun [COMPLETE]Where stories live. Discover now