Tap.. Tap.. Tap..
Bunyi langkah kaki begitu nyaring terdengar saat seorang pemuda tengah berjalan menuruni beberapa anak tangga di mension mewah kediaman keluarga cho.. Suasana yang masih terbilang pagi itu begitu terasa,terbukti dengan tidak adanya keluarga yang terlihat olehnya, ia melihat sekilas area meja makan yang masih kosong.
Merasa belum ada makanan di ruang makan pemuda berusia 25 tahun itu beralih menuju area dapur.
Sesampainya disana, pemuda yang tak lain bernama jungsoo itu tersenyum melihat sang eomma yang tampak sibuk menyiapkan sarapan pagi.
"Eomma... Tumben sekali eomma masih sibuk di dapur... Apa eomma terlambat bangun pagi ini? "Tanya jungsoo pada sang eomma.sementara sang eomma hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Putra sulungnya.
"Adikmu demam semalam... Appa dan eomma menemaninya hingga pagi tadi... Jadi eomma sedikit terlambat menyiapkan sarapan"jawab sang eomma sambil menata beberapa lauk dipiring saji.
"Mwo...? Demam? Kaget jungsoo.
"Hmmm.... Tapi tadi sebelum eomma keluar dari kamarnya demamnya sudah turun, appamu akan menghubungi dokter setelah ini."
"Kenapa tidak ada yang membangunkanku? "Jungsoo berucap sedikit kesal.
"Adikmu yang melarang kami... Bahkan dia mengirimkan pesan pada eomma agar kau tidak tau jika ia demam,dia bilang kau pasti begitu lelah setelah acara di tempat donghae kemarin"sang eomma mencoba memberi penjelasan.
"Dan dia pasti sakit karena terlalu sibuk membantu di cafe donghae... Bahkan dia melupakan kondisi tubuhnya sendiri."jungsoo sedikit mencebikkan bibirnya saat mengingat betapa antusiasnya sang dongsaeng yang sibuk membantu acara pembukaan cafe milik sepupunya donghae.
"Kau jauh lebih mengenalnya dibanding eomma. Sifat kalian sama.eomma yakin jika kau jadi adikmu dan eomma jadi kau. kau juga takkan mau eomma ajak pulang.kalian terlalu baik pada semua orang."sindir sang eomma.
"Aku akan melihat keadaanya sebentar eomma."pamitnya pada sang eomma..
"Ne... Tapi jangan marahi dia... Kau tau sendiri bagaimana sifat dongsaengmu,, dia akan mendiamkanmu seperti biasa sampai kau benar-benar menyesal.jika kau mengungkit-ungkit masalah kemarin."
"Hmm.... Aku mengerti eomma.. "Jungsoo segera berlalu meninggalkan sang eomma dan kembali naik menuju kamar sang dongsaeng yang terletak di ujung ruangan.. Karena letak kamar mereka di batasi kamar kedua orangtuanya.
Ceklek....
Bunyi pintu yang di buka oleh jungsoo ternyata tak sedikitpun mengganggu sang penghuni kamar yang tengah tertidur pulas itu. Di langkah kannya kedua kakinya pelan menuju satu-satunya tempat tidur disana.dilihatnya sang dongsaeng yang tengah tertidur. Wajah putih cenderung pucat yang dimiliki sang dongsaeng kini terlihat semakin pucat. Bibir yang biasanya semerah ceri terlihat pias.diusapnya pelan kening dongsaengnya pelan takut mengganggu tidurnya.
Eungh...
Terdengar lenguhan pelan dari dongsaengnya yang tampaknya sedikit terganggu dengan sentuhan jungsoo.
"Mianhe... Hyung mengganggu tidurmu.. Cha.. Tidurlah lagi saeng"dielusnya pelan surai sang dongsaeng berharap ia akan kembali tertidur, tapi nyatanya sang dongsaeng malah berusaha duduk di atas ranjangnya.
"Jam berapa sekarang jungsoo hyung? "Tanyanya pada sang kakak.
"Masih jam 06.00...wae? "
"Ah... Sudah pagi ternyata.. Aku harus segera bersiap hyung... "Kyuhyun selaku sang dongsaeng segera beranjak dari tempat tidurnya bermaksud menuju kamar mandi, namun urung saat sang hyung menahan pergelangan tangannya
Kyuhyun mengerutkan kedua alisnya saat sang hyung tiba-tiba menahan tangan kanannya."Waeyo jungsoo hyung? "Tanyanya
"Kau masih demam kyu,,, sebaiknya hari ini istirahat saja dirumah.. Appa akan memanggilkan dokter sebentar lagi."jungso menarik pelan tangan dongsaengnya yang terasa hangat dan mendudukkannya kembali ke atas tempat tidur.
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan jungsoo."siapa bilang aku demam? Aku baik-baik saja hyung."kyuhyun menyilangkan kedua kakinya masih dengan bibir yang mengerucut lucu.
"Kau masih mau membohongi hyung dengan keadaan demam seperti ini, bahkan kulitmu lebih pucat dari para vampir"kali ini jungsoo mengelus lengan pucat kyuhyun yang tak tertutupi piama tidurnya. Sementara kyuhyun sendiri tengah memicingkan matanya tak suka.
"Ini pasti ulah appa dan eomma....menyebalkan.."lagi-lagi kyuhyun mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa jadi menyalahkan mereka heum? "
"Pasti mereka yang bilang ke hyung kalau aku demam kan? Padahal aku baik-baik saja tidak demam"kali ini kyuhyun menundukkan wajahnya.
"Kau marah hanya karena hyung tau kau sakit oh? " dielusnya surai coklat kyuhyun yang masih menunduk sedih.
"Hari ini chwang akan bertanding... Jika aku tak masuk, aku takkan bisa melihatnya bertanding dan dia pasti akan kecewa padaku hyung".kyuhyun meremas ujung selimutnya, entah kenapa dia merasa akan menjadi sahabat terjahat jika tak hadir dipertandingan changmin nanti. "Aku sudah berjanji akan datang sejak seminggu yang lalu, aku yakin chwang akan sangat kecewa.aku baik-baik saja hyung, bukankah hanya demam, bukankah itu sudah sering. "Dan kalimat terakhir yang lolos dari bibir kyuhyun seakan menyadarkan jungsoo dari acara mengelus surai dongsaengnya.
Menghela nafas sejenak hingga akhirnya jungsoo bersuara."Baiklah... Kau boleh bersekolah, kau boleh melihat pertandingan changmin, tapi kau harus janji tidak akan semakin demam sepulang sekolah nanti. Hyung sendiri Yang akan menjemputmu bagaimana?"
"Call... ,aku setuju denganmu hyung."kyuhyun akhirnya mengangkat wajahnya berbinar menatap jungsoo.
"Sekarang mandilah, hyung akan turun memberitahu appa agar menyuruh uisa datang malam nanti saja.dan tidak ada bantahan."tambahnya disaat kyuhyun hampir mengajukan protes.
"Arraseo"jawabnya pasrah.
Dan jungsoo pun akhirnya turun ke bawah memberitahu sang appa perihal dongsaengnya.
.
.
.
Setelah mendapatkan ijin dari sang appa dan eomma tentunya kyuhyun akhirnya bisa berangkat sekolah dengan diantar jungsoo. Kyuhyun kembali merengut karena sang eomma memakaikan sweater tebal yang seharusnya ia gunakan saat musim dingin tiba. Tapi apa boleh buat,itu jauh lebih baik dibandingkan ia tak bisa pergi kesekolah dan melihat pertandingan changmin, sahabat dekatnya.
"Cha.... Sudah sampai.. Hyung akan menjemputmu pulang sekolah nanti.pastikan jangan kelelahan dan jangan telat makan siang oh."petuah jungsoo sebelum kyuhyun turun dari mobilnya.
"Hmmm"hanya gumaman yang dilontarkan dongsaengnya.
Pelajaran hari ini dilalui kyuhyun dengan sedikit malas, pasalnya hanya di dua jam pertama saja changmin sahabat tiangnya mengikuti pelajaran, di jam berikutnya changmin mendapatkan waktu untuk mempersiapkan pertandinganya.bahkan kyuhyun melewatkan makan siangnya karena tidak berniat pergi kekantin sekolah sendirian. Dan disinilah ia sekarang, di lapangan indoor tempat changmin akan bertanding basket dengan team dari sekolah lain.
Dan tanpa kyuhyun sadari sedari tadi ada sepasang mata yang Setia memperhatikan setiap gerak-gerik kyuhyun dengan tatapan sendu. Hingga beberapa saat ia berhasil mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk menemui kyuhyun.
"Kyuhyuni... Annyeong..."
DEG
Kyuhyun terdiam terpaku melihat sosok yang kini tengah berdiri dihadapannya dengan tatapan sendu dan penuh penyesalan.
"Kau.....
TBC
Keep Voment
Gomawo....
B 250517 LJ
YOU ARE READING
Second Chance
Fanfiction"Singkirkan tanganmu hyung, aku baik-baik saja, tidak demam" "Hia... Kau marah karena appa dan eomma menghubungiku jika kau sakit? " "Sudah ku bilang aku tidak sakit" "Chwang akan bertanding, aku tak mau dia kecewa dan marah karena aku tak datang di...
