Prologue

21.4K 635 8
                                        

Seorang gadis cantik dengan rok seragam hitam 5 cm di atas lutut dan baju seragam putih yang di balut almamater hitam sedang berjalan di koridor seraya membawa minumannya.

Tas selempang berwarna biru laut melekat di punggungnya serta sepatu Nike berwarna hitam putih dan kaus kaki sepanjang mata kaki melekat di kaki jenjang nya. Wavy hair berwarna dark brown serta mata hazel yang senanda dengan warna rambutnya menambah kecantikannya.

Akibat bel sudah berbunyi 10 menit yang lalu membuat gadis ini berjalan dengan tergesa-gesa. Sampai seseorang pun menabrak pundaknya sontak minuman yang gadis itu pegang tumpah ke baju pria yang di tabraknya.

Pria itu tidak mengenakan almamaternya sehingga minuman milik gadis itu tumpah di seragam putih pria itu.

"Maaf gue gak sengaja." Ujar gadis itu seraya membersihkan noda yang berada di baju sang pria menggunakan tissue yang selalu ia bawa.

"Siapa lo berani-beraninya numpahin minum ke baju gue." Ucap Pria itu dingin.

Gadis itu mendongak menatap mata pria itu yang berwarna hitam pekat. Ia pun kaget karna orang yang ia tabrak adalah Most-wanted sekolahnya. Ia teringat sesuatu bahwa most-wanted sekolahnya memiliki predikat bad boy dan berotak...

Mesum.

"Oh, Anastasya Quella." Ujar Pria itu.

"Adrian." Ucap gadis bernama Anastasya itu dengan pelan.

"Lo tau kesalahan lo apa?" Tanya pria bernama Adrian itu dengan sama pelan tetepi menekan di setiap katanya. Membuat Anastasya mengangguk seketika.

Tiba-tiba seringai licik terukir di bibir pria itu. "Lo harus bayar semua ini, babe." Bisik Adrian di telinga Anastasya membuat sang empu merinding.

Adrian pun menarik tangan Anastasya dengan kasar dan hendak membawanya ke lantai paling atas.

"Lepas!" Ujar Anastasya berusaha memberontak tetapi sia-sia akibat tenaga Adrian lebih kuat darinya.

"Sakit Adrian lepas!" Ucap nya lagi seraya merintih kesakitan.

Lantai paling atas adalah lantai tersepi di sekolah ini. Karna di lantai teratas hanya ada laboratorium. Jadi lantai tsb akan ramai jika ada aktifitas di dalam lab.

"Lindungi aku tuhan dari manusia mesum ini." Doa Anastasya di dalam hatinya.

Tetapi Dewi fortuna lebih memihak kepada Adrian karna di lab memang tidak ada aktifitas sama sekali. Adrian pun melepaskan cengkramannya di tangan Anastasya membuat pergelangan tangan Anastasya memerah.

Adrian pun menghentakan tubuh Anastasya ke dinding lalu mengurung nya dengan kedua tangan miliknya dan merapatkan dirinya dengan Anastasya. Jarak mereka sangat dekat hingga hidung mereka bersentuhan.

Tak lama kemudian bibir mereka bersentuhan. Anastasya pun memberontak membuat Adrian melumat kasar bibir Anastasya. Karna Anastasya tidak kunjung membalas ciumannya Adrian pun menggigit bibir Anastasya.

Sontak bibir Anastasya pun terbuka dan kesempatan itu tidak Adrian sia-siakan. Dengan segera Adrian memasukan lidahnya ke dalam mulut Anastasya, mengabsen semua yang ada di dalam rongga mulut Anastasya.

Ciuman Adrian pun turun ke leher jenjang Anastasya dan membuat kiss mark di sana. Tangan Adrian pun tak tinggal diam. Tangannya sibuk meremas buah dada Anastasya.

Desahan pun keluar dari bibir Anastasya membuat Adrian semakin bergairah dengan aktifitasnya. Tak lama tangan itupun turun menyentuh paha Anastasya dan mengusapnya lembut.

Fikiran Anastasya menolaknya tetapi tubuhnya menerima hal itu. Akhirnya Anastasya pun menyentuh dada bidang milik Adrian yang masih terbalut seragam.

Kakinya seblah kanannya terangkat dan..

Bugh

Ia menendang kejantanan Adrian membuat Adrian meringis kesakitan.

"Arghh shit." Umpat Adrian.

"Mampus!" Ujar Anastasya kemudian mengacungkan jari tengahnya lalu pergi untuk masuk ke kelas.

"Lets see now or later i will fuck you!" Teriak Adrian yang masih mampu di dengar oleh Anastasya.

"Oke kita liat nanti." Ucap Anastasya yang sama berteriak.

***

Vomment gaes! Ini cerita pertama gue. Lol :v

Sleeping With The DevilWhere stories live. Discover now