Panas terik membakar kulit putih mentari yang sedari tadi sibuk mencatat nama angkatan kelas 10 yang hendak mendaftarkan diri.
"Panas banget sih,,,"
Dengan ekspresi jengkel,mentari berpindah lagi, karena sedari tadi matahari seakan mengikuti dimanapun mentari berpindah tempat menghindarinya.
"Maura gantiin gue dong,nggak tahan panas banget,sekalin gue mau ke kantin dulu,cepatan ke sini"
"Iya,iya sabar tari..."
Di tengah kegaduhan para siswa yang datang mendaftarkan diri maura berlari-lari kecil menghampiri sahabatnya yang sedari tadi memanggilnya.
"Oke,gih sana,,,entar lo membludak lagi,biar gue aja yang gantiin"
"Dari tadi kek,lo nggak mau pesan?"
"Teh gelas aja deh,,,dua ya,,,"
"Oke fiks,nggak lama kok palingan lima menit doang"
Mentari berjalan menuju ke kantin sampai-sampai suara kegaduhan dilapangan tadi tak terdengar lagi.
Lamunan mentari buyar,seketika perempuan paruh baya dengan kulit sawo matang memanggil namanya,perempuan itu memanggil mentari dengan sebutan tari karena mereka sudah sangat dekat seperti ibu dan anak,mentari yang di sebut namanyapun langsung mengalihkan pandangannya yang sedari tadi tak tentu arah,mentari melangkah menuju suara yang menyebutkan namanya tadi.
"Mba,,,"dengan suara sedikit ditekan.
"Kenapa ngelamun nak?"
"Nggak papa kok mba,cuman lelah aja dari tadi ngurus siswa baru"
"Oh iya,jadi kamu jadi panitia juga?"
"Iya,awalnya sih nggak mau tapi katanya ada kompensasinya gitu,lagian jumlahnya lumayanlah mba buat nambah uang jajan,he he..."mentari tertawa kecil.
****
Aku kembali lagi menempati kursi yang sedari tadi ingin ku lempar,menjengkelkan tau nggak,hhh...udah dua jam gue di sini.
"Next,siapa lagi?"
"Saya kak"
Menunduk memerhatikan berkas yang memang menjadi persyaratan masuk ke sekolah ,aku sampai malas memerhatikan setiap wajah murid baru yang hendak mendaftar.
"Abdullah qhairul fajri,nama yang bagus,abdullah semoga orangnya sama seperti yang di film KCB itu ya"
Aku mengangkat kepalaku lalu menatap anak itu,oh tuhan kenapa gue jadi merinding kek gini?sumpah dia ganteng banget,mengenakan kaos hitam, jeans sampai di lutut,dengan headset merah terpasang di telinganya menambah aura kegantengannya di saat itu,serasa gue nggak mau menoleh kemanapun.
"Hmm...kak banyak yang ngantri"
BUYAR....
"Oh ia...maaf,lo jangan kepikiran gue suka yah amo lo,gue cuman merhatiin mata lo doang kok,habisnya coklat-coklat gitu,lo pake lensa ya?"tanyaku dengan sala tingkah.mampus gue kok jadi ngeliatin dia sih,dasar anak baru.
"Nggak kak ini asli kok,nih liat aja kalo nggak percaya"
Dia mendekatkan wajahnya,sampai-sampai gue bisa liat dengan sangat jelas indahnya mata coklat itu.
"Apaan sih lo,sana...gue cuman mau liat aja,nggak usah terlalu di dekatkan kek gitu kali....udah besok datangnya jam 5:00,nggak pake telat,gue nggak suka orang yang dateng terlambat"aku terbata-bata dengan pipi yang mulai memerah karena malu di depan adik kelas sendiri.
****
"Maura,lo liat nggak sih anak yang tadi?"
"Nggak tuh,,,emang yang mana?"
BINABASA MO ANG
MENTARI
RomanceAku ingin tahu bagaimana bila mentarimu tak lagi bersamamu, Aku ingin tahu apakah kamu merindukan mentari yang akan redup bila bersamamu. Awan yang kadang-kadang berubah menjadi hitam dari putih, awan yang bisa bersama mentari mengahangatkan dunia. ...
