PART 1
" Jung So hee!!! Ayo keluar!! Mau sampai kapan kau akan berdiam diri di kamar dan tidak mau mencari kerja!! Kau pikir kita akan hidup dengan naskah-naskahmu itu? Ini sudah jam 7 pagi!! Keluar!! "
Pakk..... Pakkk.... Pakk!!
So hee tak menghiraukannya dan terus saja menekan-nekan tombol keyboard komputernya dengan penuh semangat. Rambutnya yang panjang terlihat sedikit berantakan, bawah matanya sedikit menghitam dan tatapannya sayu karena semalaman tidak tidur.
" Apa kau tahu?? Aku harus mengeluarkan banyak uang untuk bayar listrik setiap bulannya!! Keluar atau aku dobrak pintu ini!! "
Brakk!! Brakk!! Pukulannya terdengar semakin keras
" Auhh... Sakit.... Ssshh... Dasar gadis keras kepala!! Kalau saja dia bukan anakku, sudah aku mutilasi dia!! " ucap Ibu sambil mengusap-usap tangannya yang memerah
Cklekk!!
So hee tersenyum manis sambil memainkan matanya pada Ibu
" Ibu.... Apa tanganmu sakit?? Aku ada obat yang bisa menghilangkan rasa sakitnya "
" Kau.... " saat Ibu mengayunkan tangan hendak memukul So hee, gadis itu segera berlutut memeluk pinggang Ibunya
" Ibu... Aku mohon.. Izinkan aku menyalurkan inspirasiku... Aku yakin, naskahku kali ini akan diterima oleh Penerbit..... "
Ibu menurunkan tangannya dan melepaskan tangan So hee dari pinggangnya
" Aku akan ke toko. Kau siap-siaplah cari kerja... " ucapnya sambil melangkah pergi
So hee tampak memanyunkan bibirnya dan wajahnya di tekuk. Ibu meliriknya sekilas dan kemudian menarik nafas berat.
" Kau pikir aku senang melihat ekspresi menjengkelkanmu itu? Lihat Yu jin, dia sekarang jadi seorang Dokter dan membuka klinik sendiri. Andaikan saja kau bisa menyelesaikan magangmu.... " Ibu tak melanjutkan kata-katanya dan terdiam sambil menelan ludah berat
" Kenapa selalu mengatakan itu? Aku tidak memiliki kepintaran yang cukup untuk menjadi seorang Dokter seperti Yu jin... Benar, aku hanya seorang gadis bodoh yang selalu menghabiskan waktu di depan komputer dan tidak memiliki masa depan yang jelas... "
" Cukup!! Kalau Ayahmu melihat ini, dia pasti akan sangat sedih. Anak gadis satu-satunya hanya menjadi seorang pengangguran dan tidak menyelesaikan kuliahnya.. "
So hee terdiam. Ia merasa bersalah kalau teringat pada mendiang Ayah yang sangat ingin ia menjadi Dokter, karena itu dulu Ayah mati-matian mencari biaya agar So hee bisa kuliah di Kedokteran. Tapi sejak Ayah meninggal karena kecelakaan, So hee menjadi tak lagi bersemangat untuk melanjutkan kuliahnya karena sejak saat itu ia menjadi trauma pada rumah sakit dan darah.
So hee perlahan berdiri dan mendekati Ibu lalu memeluknya dari belakang. Mata gadis itu tampak berkaca-kaca. Ibu hanya diam dan suasana seketika menjadi dramatis
" Ibu.... Aku..... Aku lapar, jangan pergi tanpa meninggalkan uang ya.... " ucapnya diluar dugaan
Ibu tampak menarik nafas berat dan berbalik menatap putrinya
" Kau memang sangat keras kepala....... " ucapnya sambil melangkah pergi
Ya, So hee sudah berjanji pada dirinya tidak akan pernah bersedih lagi karena baginya hidup hanya sekali dan ingin ia isi dengan kebahagiaan. Tangisan hanyalah untuk kerinduan pada Ayah
Pukul 10.00 KST
Hongdae, café...
So hee terlihat duduk disalah satu kafe dan tampak menyantap sandwich dengan lahap. Tak lama kemudian seorang gadis cantik bertubuh tinggi ramping, rambut hitam sebahu menghampirinya dan menatapnya tajam
" Kau sudah datang? " So hee berusaha menghabiskan makanan yang masih menumpuk dalam mulutnya dan minum
" Ada apa? Aku baru saja sampai di klinik dan kau sudah memintaku keluar... Kau pikir karena aku adalah pemilik klinik aku bisa keluar masuk seenaknya? "
" Tapi buktinya kau disini sekarang, itu karena kau peduli pada sahabatmu ini. Benarkan??" So hee menggoda Yu jin dengan memainkan kelopak matanya
Yu jin tersenyum mendengarnya
" Lalu apa yang ingin kau katakan? Aku tidak punya banyak waktu "
" Aku ingin minta tolong padamu.... "
" Apa? "
" Aku ingin bekerja di rumah sakit Shin Ju!! "
Yu jin membelalakkan matanya
" Apa?? Apa kau sudah.... " Yu jin kemudian memperhatikan sekeliling karena tanpa sadar ia meninggikan nada bicaranya
" Kenapa ekspresimu berlebihan seperti itu? Apa salahnya aku bekerja disana? Kau pernah magang disana kan? Lagipula Ayahmu adalah Direktur di Shin Ju "
" So hee, itu tidak semudah yang kau bayangkan karena Shin Ju adalah salah satu rumah sakit terbaik dan terbesar di Korea "
" Karena itulah aku ingin minta tolong padamu untuk membantuku agar bisa bekerja disana. Aku tidak meminta posisi yang lebih, cukup jadi cleaning service saja "
Yu jin semakin tak habis pikir pada sahabatnya yang satu ini
" Apa kau akan membawa ijazah sarjana Kedokteranmu pada mereka dan meminta posisi cleaning service? "
" Itu tidak akan masalah, aku tidak melanjutkan magangku jadi aku tidak berhak menjadi seorang Dokter... "
" Hhh.... "
" Bagaimana? Apa kau mau membantuku? Eoh? "
Yu jin berdiri
" Aku akan pikirkan itu, sekarang kau lanjutkan saja menyelesaikan naskahmu dan kirimkan ke email ku secepatnya. Aku sudah lama tidak membaca naskahmu "
So hee tersenyum dan mengangkat jempolnya. Yu jin juga tersenyum dan melangkah pergi
" Shin Ju... Aku pasti akan bekerja disana..... " ucap So hee penuh keyakinan
Sebenarnya beberapa hari ini So hee mencari-cari profil tentang rumah sakit Shin Ju, saat ia tahu Shin Ju mempunyai seorang pewaris muda, ia menjadi lebih bersemangat.
Pukul 17.00 Waktu setempat
Sementara itu di belahan dunia lain tepatnya London, Inggris di sebuah rumah mewah ala kastil Eropa kuno, tampak seorang pemuda tampan berwajah dingin berdiri menghadap keluar jendela kamarnya dengan tatapan kosong
" Tuan muda.... Tiket anda sudah di pesan, anda bisa kembali ke Korea besok pagi "
Pemuda itu hanya diam tanpa ekspresi, Namun Wajahnya masih terlihat mempesona
" Besok... Adalah hari terakhirku melihat Matahari terbit dari tempat ini.... Ayah dan Ibu, aku sangat berterima kasih pada mereka.... " ucapnya datar
" Tuan muda, aku juga akan sangat merindukan anda. Tapi Nenek anda jauh lebih membutuhkan anda disana "
Pemuda itu kembali diam. Tapi kemudian mata yang awalnya menatap kosong itu berubah marah seperti ada dendam terpendam disana.
Pukul 09.00 KST
Musim dingin sudah ada di penghujung dan musim semi akan segera menyapa, perlahan bunga-bunga mulai bermekaran termasuk bunga sakura yang sudah mulai berterbangan di sapu angin. Di sebuah rumah sakit mental di Gyeonggi, tampak seorang pria paruh baya mengenakan pakaian rumah sakit di balut coat berwarna putih duduk disalah satu bangku taman di bawah pepohonan rindang dan terlihat begitu menikmati udara pagi hari yang begitu sejuk. Tak lama kemudian seorang pria mengenakan stelan jas hitam datang menghampiri
" Presdir ingin bertemu dengan anda " ucapnya
Diiringi itu, seorang wanita dengan dandanan elegan berusia sekitar 60 tahun mendekati pria itu dan duduk disampingnya. Pria itu bergeser agak jauh dan ia tak lupa sedikit membungkukkan badan. Wanita itu menatapnya sekilas tapi kemudian kembali meluruskan pandangannya.
" Aku lihat tubuhmu semakin kurus... " ucapnya dengan ekspresi datar
" Aku... Aku baik-baik saja... "
" Aku sudah menemukan Ryeo jun "
YOU ARE READING
THE HOLE
RomanceDi sebuah ruangan yang sempit, gelap dan pengap, seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun hanya bisa meringkuk ketakutan.. Krieett.... Perlahan pintu terbuka dan secercah cahaya masuk kedalam ruangan, wajah kecilnya yang terlihat kumuh karena debu...
