Prolog

10 2 5
                                        

Entah berapa anak tangga yang dilewatinya. Percuma saja kalau dia kabur, karena dia akan aku bunuh.
Di cuaca yang gelap dan hujan. Dia pun sampai pada lantai teratas dan terengah – engah.
Karena cuaca yang buruk disertai guntur. Pria itu semakin ketakutan dan bergumam tak jelas. Saking takutnya, dia tidak bisa berbicara apa – apa hingga berpikir apa dia akan mati.
Disembari cuaca hujan, aku pun muncul dari kegelapan dengan membawa parang kegelapan yang besar.
Pria ini akan aku bunuh. Tak akan kubiarkan ada orang yang melihat aksiku.
“Mohon ampun aku. Tolong jangan bunuh aku.” Pria itu memohon kepadaku sambil mengeluarkan air mata.
“Aku tidak peduli apa maumu. Yang penting kau harus mati.”
Aku pun mulai mengangkat parang besarku dan menebas tubuhnya.
Darahnya yang merah pun tersebar ke diriku.
“Hah..hah..hah.”
Entah harus berapa kali aku harus melakukan ini. Apa aku harus selalu lakukan ini.
Ku berjalan menuju taman bunga sakura dimana sekarang aku tinggal. Dan sederhana saja, aku hanya memakan 4 butir kacang pinus saja sudah cukup kenyang.
Di lain itu, aku harus menemukan cara untuk sampai disana.

Yami no TestamentBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin