"Jimin,apa itu cakit?? Jimin jangan menangis oke" tangan kecil yoongi mengelus sayang lutut berdarah milik jimin,mencoba menghilangkan sedikit demi sedikit darah yang mengalir tak banyak itu. Menarik ujung kaos yang yoongi pakai untuk mengelap bekas darah yang tak kunjung hilang
"Hikss, ini cakit hyung.. jimin takut dalah-hikss" bibir tebal jimin bergetar melantunkan tangisan lucunya, tak lupa kedua tangannya yang berusahan mengusap-usap air mata yang berjatuhan.
"Tidak apa jimin, ini akan cembuh dengan cepat kalau jimin tidak menangis. Jadi diam yah,jangan menangis kan ada yoongi disini" yoongi masih dengan kegiatan mengelap lutut jimin dengan kaos yang ia kenakan,sesekali menatap jimin yang menangis dengan senyuman khas anak kecil untuk jimin, berusaha membuat jimin percaya kalau lukanya akan cepat sembuh dan menyuruhnya dengan senyuman agar jimin tak menangis .
"Kalau jimin menangis nanti lukanya tidak akan sembuh tau" dan sekarang lihatlah,yoongi mempoutkan bibir tipisnya dengan wajah yang tertunduk fokus pada lutut jimin yang terlihat sudah tak keluar darah lagi .jimin tersenyum senang jika sudah melihat hyung nya mempoutkan bibir kesukaannya . Jimin jadi berhenti dari acara menangisnya
Chup
Yoongi mencium lutut jimin yang terluka,tak peduli dengan jimin yang menatapnya senang dengan senyuman dibibir tebalnya . Jimin merasa terlindungi dari hal kejam apapun jika sedang bersama yoongi.
"Cudah cembuh,sekarang beldili dan kita pulang kelumah ya" ujar yoongi dengan memapah jimin untuk berdiri dan berjalan pulang kerumah masing-masing .
.
.
.
.
.
.
"Astaga anak umma kenapa?" Seorang wanita cantik menghampiri jimin yang baru saja masuk bersama yoongi yang menggandengnya-membantu jiminnya berjalan.
"Jimin jatuh ahjumma,kakinya beldalah tapi yoongi cudah menyembuhkannya hehehe" jelas yoongi dengan senyum menggemaskannya, yang direspon senyuman menenangkan dari sang ahjumma-ibu jimin
"Ohh~~ jagoan umma masa menangis sih? Tidak keren sekali~~" ejek sang umma pada jimin yang terlihat sedang memanyunkan bibirnya sebal dengan sang umma .
"Jimin kan takut dalah umma~" elak jimin, tapi memang benar. Jimin itu takut dengan darah.. dia akan menangis jika melihat darah keluar dari tubuhnya .
Yoongi hanya tersenyum mendengar panuturan jimin pada umma nya .
"Iya baiklah, anak umma takut dengan darah.. jadi?? Akan takut sampai kau besar nanti hum?" Tanya sang umma,wanita cantik itu berlutut guna menyamai tinggi sang anak,mengelus lembut pipi gembil milik jimin dengan senyuman .
Mendapati jimin menggeleng,senyuman sang umma semakin melebar dan menenangkan . Yoongi yang melihat umma jimin seperti ini jadi ikut tersenyum.
Yoongi merindukan umma nya.
Yoongi ingin sekali melihat umma nya yang juga akan tersenyum menenangkan hati yoongi saat ia ketakutan.
'Umma yoongi lindu umma' batin yoongi kecil.
.
.
.
.
.
"Yoongi, ahjumma antar pulang ya ?" Wanita cantik yang yoongi ketahui bernama park jaemi- umma nya jimin itu menawarkan untuk mengantar yoongi pulang kerumahnya . Dan mendapat gelengan lucu dari yoongi .
"Tidak usah jumma, yoongi bisa pulang cendili" tolak yoongi dengan lembut .
"Kenapa? Nanti ada yang culik yoongi hyung lho" jimin dengan ekpresi menakut-nakuti yoongi
"Aku kan tidak sepelti jiminie hihihi" dan sukses membuat jimin memanyunkan bibirnya lagi.
.
.
.
.
.
YOU ARE READING
Waiting For You
Fanfiction"Tolong jangan dia eomma, aku benar-benar tidak mencintainya" -jimin "Pilihan eomma yang terbaik untukmu jimin,yoongi itu yang paling tepat untukmu" -jaerim "Benarkah? baiklah, lihat saja nanti" -jimin Park jimin X Min yoongi slight Jikook
