Berawal dari tatap

33 2 2
                                        

KRINGGGG!!!!
Bunyi jam alarm itu memecahkan suasana yang sunyi sebelum Dyandra terbangun dari tidurnya
"Astaga! Gue telat" Dyandra bergegas berlari secepat kilat menuju kamar mandi

"Mbak, mbak Mira sarapan aku mana?"
"Mbak Mira?" Teriakan Dyandra ke bingungan
"Yaelahh, mbak Mira pulang kampung. Mampus gue" Dyandra langsung berjalan ke teras mencari pak Ujang supir pribadi nya

"Neng dari tadi pak Ujang tungguin kok lama banget, kira pak Ujang neng Dya ndak sekolah" jelas pak Ujang
"Udah pak, ayok buruan Dyandra udah telat banget"

Setibanya Dyandra di depan gerbang, dia tidak melihat siapa-siapa karena merasa aman, Dyandra pun langsung tancap gas memasuki gebang

       "Dyandra!" Terdengar jelas ada seseorang memanggil nama Dyandra
"Mampus gue" Dyandra terkejut menepuk dahi nya, dia tidak berani menoleh ke belakang karena dia tau benar suara siapa yang memanggilnya
"Telat lagi?" Tanya bu Dewi judes
"Hehe tau aja nih bu" Dyandra menggaruk-garuk kepala nya yang tak gatal itu

"Lari lapangan 15kali sekarang!"
"Hhaa 15 kali buk? Saya ada ulangan bu. Kurangin dongg buu"
"Tidak, lari sekarang! Atau ibu tambah jadi 20 putaran?"
"Ehhh iya iya bu 15 aja 15" Dyandra langsung cepat melaksanakan hukuman nya tersebut

"Masih pagi udah kena hukum aja Dy" ejek pak Willy melihat Dyandra yang tengah berlari di lapangan basket tersebut
"Ihh si bapak reseh deh" jawab Dyandra kesal dan masih menerus kan hukuman nya tersebut

"BRUKK!!"
"Aww.. Eh sorry ya gue gak.." Kata-kata Dyandra pun terputus karena melihat seseorang yang berdiri dihadapannya
"Lo gakpapa kan?" Ucapnya
"Hmm gak, gak gakpapa kok" jawab Dyandra gelagapan

Ternyata cowok itu adalah Nico, kapten basket sekolah ini. Nico termasuk cowok-cowok yang di sukai banyak cewek, selain ganteng. Postur badan Nico yang termasuk tipikal laki-laki idaman wanita, dia juga jago banget kalo udah main basket.

      "tunggu tunggu, itu tangan lo berdarah" ucap Nico kaget
      "Ohh ini, enggakpapa kok cuman luka kecil. Gue duluan yaa" Jawab Dyandra dan berlalu
      "Aneh banget tuh cewek" Nico mengerutkan dahi

Bel berbunyi sebanyak 3kali yang bertanda pulang sekolah

     "Pada mau kerumah gue gak? Bete nih gak ada orang dirumah" Dyandra menawarkan ajakan nya kepada Shila, Ayu, dan Dela. "Wahh boleh tuh, gue juga bete." Jawab Ayu singkat. "Emang nya orang rumah kemana Dy?" Dela bertanya, karena mereka tau benar bahwa Dyandra adalah anak kesayangan orang tua nya.
      "Ya lu tau lah, papa ada kerja di luar kota jadi mama nemenin gitu deh" jelas nya.
      "Ehh yaudh yukk berangkat" lanjut Dyandra yang melihat pak Ujang sudah menjemput nya

       Sesampainya di rumah, raut wajah Dyandra masih sangat jelas kalau dia masih memikirkan kejadian di lapangan basket tadi.
      "Langsung ke kamar aja yuk" ajaknya sambil senyum-senyum. "Dy lu kenapa sih dari tadi senyum mulu gue perhatiin?" Tanya Shila heran yang melihat tingkah Dyandra yang tak biasa itu.
       "Hha? Gak kok gue gakpapa." Jawab Dyandra kaget mendengar pertanyaan Shila. "Alah pasti ada apa-apa nih, lu yakin gak mau cerita ke kita?" Tawaran Ayu yang siap mendengar cerita Dyandra.
        Dengan terpaksa Dyandra pun bercerita apa yang telah terjadi pada dia tadi pagi. "Jadi gini, tadi pagi kan gue telat. Gue tabrakan sama Nico, Nico kapten basket itu" jelas Dyandra dengan wajah malu-malu.

"WHAT? Lu serius Dy?" Ekspresi Dela sangat jelas terlihat jika dia terkejut. "Tapi kan Dy, itu cuman tabrakan. Terus lu baper gitu?" Tanya Shila kebingungan.
    "Ya gimana, gue kepikiran terus sih. Siapa sih yang gak baper tabrakan sama kapten basket itu?" Jawab Dyandra. "Ya emang sih, gue juga baper kalo tabrakan sama si Nico hahaha" mereka pun tertawa

I HOPE YOU KNOWStories to obsess over. Discover now