Just

1.3K 177 20
                                        



***

Suatu sore yang tidak biasa diselimuti oleh matahari. Sinarnya lembut masuk mengembun dalam dapur keluarga Malfoy. Harry sedang memanggang kue dalam oven dan Draco membereskan peralatan kotornya di bak cuci. Suara radio dengan lagu-lagu tua memenuhi ruangan. Harry mengeluarkan sampel kuenya yang terlihat matang. Mendekati Draco dan mencuil potongan kuenya sedikit. Ia menyuapi Draco dengan potongan kuenya.

"enak?"

Draco mengunyah lamat-lamat tampak mengernyit. Harry menatapnya harap-harap cemas dan memasukkan jarinya yang masih meninggalkan remah cuil kue tadi. Tiba-tiba Draco mencuri kecupan pada bibirnya. Harry menatapnya kaget.

"hm, enak. That was good" cengir Draco sambil pura-pura berpikir.

Lelaki berkacamata itu memukul pundaknya main-main. Terdengar kekehan darinya sambil berbalik meletakkan kue tadi kedalam oven. Draco merengkuhnya dari belakang, bersamaan dengan dagu yang bertengger nyaman dipundak Harry. Ia membawa Harry untuk menempel pada dadanya dan pelan-pelan Draco mengayun tubuh mereka dengan irama lembut.

"hm? What it's this?" Tanya Harry akhirnya setelah nyaman dalam dekapan pemuda itu.

Draco menghirup wangi ceruk Harry sebentar lalu berujar, "we're disapperated-nya Nicholas J sedang diputar. Kau pernah dengar?"

Harry mendengar seksama lantunan lagu lawas yang sedang diputar pada saluran radio dan memutar memori-memori kehidupannya, mencari pada box-box ingatannya yang berdebu tentang suara bass yang bernyanyi seperti menghisap cerutu. "kurasa aku nggak pernah dengar" jawab Harry.

Draco menyenderkan kepalanya pada Harry. "albumnya keluar pada tahun 1521 dan sangat populer waktu itu kata mom"ujarnya. Mom punya satu, sering diputar dirumah. Karena sering, aku jadi hapal seluruh lagunya. Mom sering mutarin lagunya saat natal, terakhir kudengar saat kelas 3 di Hogwarts".

"tahun 1521 itu aku belum lahir. Dan aku sempat tinggal dengan bibiku yang muggle, jadi aku nggak tahu". Tanggap Harry. Terbawa ayunan Draco dan pelan-pelan merasa tenang mendengar lagu yang terdengar klasik ballad itu. Ia membayangkan Draco kecil memakai sweater tinggi sedang membaca buku disamping pohon natal sambil mendengungkan lagu yang sama.

"well, aku sering melihat mom dengan dad dansa dengan lagu ini tiap natalnya"

Pipi Harry menghangat. Ia tersenyum sedikit. Bayangan Draco kecil saat natal sedang membaca buku kini dilengkapi dad dan momnya yang berdansa mesra dihadapan anaknya. Dan mungkin kelanjutan dengan Draco yang diajak berdansa oleh keduanya.

"aku nggak bisa dansa kau tau. Aku nggak bagus dalam sesi itu"

Draco menyeletuk ringan "ah, pantas saja dansamu saat Yule Ball waktu itu sangat payah ya Potter". Harry men-deathglare Draco dan mencubit lengan lelaki itu. Draco mengaduh walaupun diselingi dengan kekehan yang makin mekar. Senang melihat wajah kesal Harry yang kelihatan nggak ingin diremehkan. Ia makin mengeratkan pelukan.

"oh, aku nggak melihat kau waktu itu mr. Malfoy. Dan kau tau aku berdansa dengan jelek waktu itu. Kukira kau ini stalkerku dari dulu rupanya?" balas Harry. Menoleh kearah Draco dan mendapat kekehan lembut disana. Lagu diradio telah diganti dengan lagu Nicholas J yang lain. Lagunya berirama gloomy dengan petikan gitar dan hentakan drum yang lebih ringan. Seperti lagu musim panas yang seharusnya.

"percaya diri sekali seperti biasa nyonya Malfoy". Draco menghindar saat Harry hampir saja menggigit ujung hidungnya. Dan bisa dipastikan Potter satu ini sedang kesal berat pada leluconnya. "easy boy. Well, aku sengaja datang buat lihat Ron pakai jas kiriman dari ibunya dan bisa bikin masalah lagi denganmu, mungkin".

JustWhere stories live. Discover now