I

67 5 1
                                        



Pagi yang cerah, tetapi sedikit silau,
"Cel bangunnnn! Udah jam 6.30 kamu mau terlambat sekolah?" Teriak Bunda saat mengetahui bahwa anak tunggalnya itu masih bergelung di bawah selimut. Aku terkejut saat Bunda berteriak sudah jam 6.30, aku langsung loncat dari kasur dan segera menuju ke kamar mandi.

Hari ini adalah hari pertama menjalankan ospek di universitas ku. Aku mengambil jurusan hubungan internatioal, ya alasannya sederhana karena aku suka berjalan-jalan ke luar negeri.

Sesampai nya aku di kampus, aku langsung menemui sahabat ku Finka, dia sangat cerewet, menyebalkan, tetapi entah mengapa aku sangat nyaman bersahabat dengan nya.

"Celllll, ah lo dari mana aja nih gua tungguin juga dari tadi." Gerutu Finka.

"Aduh fin, sorry ya gua kesiangan nih" Jawab Celine sembari sibuk menggeledah tasnya untuk mencari buku catatan. "Nah ini dia, ketemu juga akhirnya, gua kira ilang dah."

"Makanya jangan suka teledor dong Cel, udah gede gini masa mau kayak SMA lagi? Untung kita ospek gak disuruh bawa barang aneh-aneh, coba kalo disuruh, pasti lo gak bakal bawa itu semua dengan alesan lo lupa." Ungkap Finka. "Iya iya astaga baru juga hari pertama, mulai deh kan cerewetnya." Jawab Celine sambil memutar kedua bola matanya.

"MOHON PERHATIAN SEMUA PESERTA OSPEK. DIHARAPKAN SEGERA BERKUMPUL KE LAPANGAN. BARISAN COWOK DAN CEWEK DIPISAH YA. YANG COWOK SEBELAH KANAN, YANG CEWEK SEBELAH KIRI. CEPET YA GAK USAH LELET" Pengumuman itu sontak membuat semua peserta ospek segera menuju ke lapangan, termasuk Celine dan Finka.

Saat semuanya sudah berkumpul dan berbaris di lapangan, Finka yang sebaris dengan Celine mendengar perempuan itu terus-menerus menggerutu, "Elah lama amat sih, panas nih, pasti ntar disuruhnya minta tanda tangan kakak tingkat deh yakin gua." Sambil mengipas-ngipaskan muka nya dengan tangan, Celine menoleh ke sebelah kirinya, "Pasti itu kan, Fin?"
Finka yang merasanya ditanya mengerutkan dahinya tidak mengerti, "Hah pasti apaan? Gua gak denger lo ngomong apaan daritadi. Udah ah dengerin aja tuh kakak tingkat yang ngomongnya adem banget."

Jawaban yang diberikan Finka sontak membuat kepala Celine kembali menghadap ke depan untuk melihat kakak tingkatnya itu, "Pantes ya gua dikacangin, lo mah liat cowok bening dikit temen dilupain ye."

-------*--------

Sekarang Celine dan Finka sudah tidak berada di lapangan lagi, mereka sedang sibuk masing-masing untuk meminta tanda tangan kakak tingkat sebanyak 50 orang. Batas waktu yang diberikan adalah 2 jam dan kedua sahabat itu baru saja menyelesaikannya dalam waktu 1 jam. Mereka dapat mengumpulkan tanda tangan secepat itu karena faktor utamanya mereka memiliki wajah yang cantik, jadi wajar saja jika banyak kakak-kakak tingkat berjenis kelamin laki-laki malah mendatangi keduanya dan memberi tanda tangan secara sukarela.

Setelah selesai, keduanya memilih duduk di bawah pohon untuk mengistirahatkan kaki mereka sebentar, "Fin, kantin yuk. Pengen yang dingin nih biar seger." ajak Celine.
"Yukkkk Cell gua juga aus banget nihh" jawab Finka.

Mereka berdua pun berdiri dan menuju ke kantin, semua mata yang ada di kantin tertuju pada Celine, termasuk salah satu laki-laki yang duduk di pojok kantin sambil tersenyum singkat saat melihat Celine melihat ke arahnya.

"Cel risih nih jadi pandangan semua orang cepet dah lama banget beli minuman doang" gerutu Finka. Saat dilihat Celine masih terpaku di depan lemari pendingin, Finka menepuk pundak Celine, "Woy liatin siapa buset gua dikacangin, udah ah buruan cabut kita". Finka mencari-cari siapa yang Celine lihat.  "Sabar fin cerewet banget deh ah" jawab Celine dengan bete, namun tak urung juga segera membayar dan pergi dari kantin.




Hai guys ini cerita pertama kami. Cerita ini adalah gabungan dari ide 3 siswi SMA.
Lanjuttt????

Enjoy reading!

Me, Comeback? Never.Stories to obsess over. Discover now