The Heirs part 1

19 5 0
                                        


*******

Sama seperti ify yang sedang berkemas-kemas, shilla pun begitu. Hanya saja barang yang dikemas lebih banyak dan lebih heboh. Sepatu ini atau itu?
Ibu shilla tak suka melihat anaknya pergi dalam jangka waktu yang lama.

"Mengapa tak mengundang rio datang ke indonesia saja?"  Shilla langsung berkata sinis
"kalau ibu bisa mengundang rio untuk menghadiri pernikahan". Ibu shilla tahu kalau anaknya tak setuju, tapi ia tetap akan meneruskan pernikahannya,
“Kalau kau memang begitu, kau bisa mencoret namamu di daftar warisan.”
Shilla juga tak suka mendengar ibunya selalu menggunakan ancaman yang sama sejak dulu. Ibunya kalem menjawab kalau ancaman itu selalu efektif setiap saat ia gunakan. Shilla bertanya apa yang membuat ibu ingin menikahi pria itu.
“Ibu pasti sudah mendengar gosip. Dan tadi kita juga melihat ia melakukan kekerasan fisik. Atau.. ibu benar-benar sudah jatuh cinta?”
“Ashilla!” seru ibu kesal. Tapi ashilla langsung membalas.
“Apakah ibu tak ingat dengan ayah saat memanggilku seperti itu? Atau ibu ingin mengubah namaku menjadi ashilla andryos?”
Ibu menghela nafas menahan sabar, “Kau punya tunangan yang bisa kau gunakan sebagai tempat pelarian, jadi kurasa hidupmu tak terlalu sulit. Sampaikan salamku padanya.”
Walau ibunya sudah pergi, ashilla masih tetap merasa kesal. Ia pun menelepon rio.

**********

Kita dibawa mengunjungi mansion rio dengan segala fasilitasnya, dan mendengarkan suara rio.
“Saat aku ditendang ke California untuk pertama kalinya, yang terpikir di benakku adalah ‘setidaknya aku bisa makan kacang sepuas-puasnya’. Dan mulanya aku berpikir untuk menjadi pemberontak saja seperti anak haram pada umumnya. Tapi akhirnya aku memutuskan untuk bersenang-senang seperti saran kakak.

Walaupun jadinya, selalu ada polisi yang sekarang mengawasiku. Dan aku menjadi pusat perhatian di sekolah. Aku juga membuat ibuku di Seoul menangis setiap hari.”

Dayat muncul, dan kenapa anak ini lebay banget, ya? Dayat melemparkan handphone rio yang terus berdering. Tapi rio hanya menangkapnya dan menaruhnya saja setelah melihat siapa peneleponnya. Ashilla.
Rio mengungkapkan "sebentar lagi adalah anniversary pertunangan yang pertama dan telepon dari tunangan itu berarti ashilla sekarang mau naik pesawat, atau sudah ada di dalam pesawat, atau sudah turun dari pesawat."
Dayat, si lebay, berkata, “Kelihatannya kau seperti merasa hal itu bukanlah suatu hal yang menarik.” rio nyengir dan memakai topinya dengan gaya, “Tidak, aku selalu kelihatan menarik.” dayat si lebay tertawa mendengar ke-pede-an rio.

Rio mengajak dayat untuk pergi ke pantai, karena ia terlalu malas untuk merayakan ulang tahun pertunangannya.

******

Ify alyssa tiba di bandara Los Angeles dan nampak gugup jika tak mau disebut ketakutan. Berada di tengah dunia yang asing itu, ia menenangkan diri "Aku adalah 15 besar di sekolahnku" ucap ify dalam hati. Ify mulai melafalkan Can I get a city map? - Where is the subway station dari selembar kertas yang selalu ia pegang erat seakan itu adalah penyelamat hidupnya.

Di luar bandara, ia melihat seorang gadis sedang menelepon dalam bahasa indonesia. Mendengar bahasa ibu, ia langsung menangkap apa yang gadis itu bicarakan. Eun Sang melirik penampilan gadis itu yang modis dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Gadis itu berkata pada orang di handphone kalau ia sudah sampai dan rio ada di sampingnya sedang memasuk-masukkan barang ke dalam mobil,
“Ia semakin keren dan sekarang lebih tinggi. Kulitnya juga bertambah coklat karena kena matahari California.”

Ify melirik ke orang yang memasuk-masukkan barang dan tahu kalau gadis itu sedang berbohong. Gadis itu, ashilla, tak sengaja melihat ify dan berkata sambil mengawasinya, “Kata rio, aku juga semakin cantik.”
Ify tersenyum mendengar kebohongan yang diucapkan. Dan ashilla semakin yakin. Ia pun menutup telepon dan memanggil ify “Apa kau tadi menertawakanku?”
Ify pura-pura bingung dan berkata dalam bahasa Jepang
“Annoo.. watashi wa nihonjindatta m shiwakearimasen" (maaf saya adalah orang jepang) *maaf ni klo gk bsa bhs nya hehee*
Ashilla menjawab sinis dengan bahasa Jepang yang tak kalah fasih, “anata wa nihonjin nara, anata wa watashi ga indoneshia ni hanashi o kiita toki ni t ch suru koto ni natte imasendeshita" (Kalau kau orang Jepang, maka kau tadi seharusnya tak menguping saat aku berbicara dengan bahasa indonesia).
Ify pun minta maaf dan berkata kalau ia tadi bukan menertawakan ashilla, tapi ia tertawa karena merasa senasib dengan ashilla.
“Tak hanya aku yang merasa tak disambut di sini. Seperti itulah..”
Setelah menjelaskan, ify buru-buru pergi tanpa menunggu reaksi ashilla.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 01, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The HeirsStories to obsess over. Discover now