I choose you

17.5K 515 6
                                        

"Apaan sih, niel" anak perempuan 6 sd dari kelas di sebelahku menatapku kesal. "Gak usah ngasih buku-buku ke aku segala. Buat apaan sih?!"

Aku tersenyum, "karna aku tau kamu suka baca," aku melihatnya mengerutkan alis bingung.

"Ada yang salah, atna?" Tanyaku dengan senyum menggoda yang tak pernah tersampaikan padanya.

Atna, perempuan tinggi langsing dengan kulit putih dan rambut hitam sebahu. Musuh bebuyutan yang selalu berantem denganku dan membuatku penasaran.

"Buku-buku ini gak salah," atna menaruh 2 buku di mejaku. "Tapi yang salah adalah cara kamu memberikannya niel,"

"Apa salahku, buku ini bagus. Atau kau mau minta buku lain? Komik atau apapun? Aku bisa memberikannya," aku tersenyum lebar melihat mata gadis itu memicing tajam.

"Denger ya, gara-gara ini, semua orang di sekolah nganggap kita pacaran,"

Aku tertawa, "kenapa? Jangan bilang kamu gak mau?" Aku melihat matanya yang terkejut.

"Niel, jangan bercanda,"

"Siapa yang bercanda atna?" Aku bangkit dari kursi. "Tatap aku, dan liat siapa yang bercanda," aku mensejajarkan mataku dengannya cepat. Membuat gadis itu terkesiap dan menahan nafasnya tanpa sadar.

"Ada apa atna? Lo takut-" blom slesai ngomong, aku tertawa melihat gadis itu yang mundur sbelum lari dari kelasku cepat.

"Parah lo, niel. Anak orang tuh," jack menepuk punggungku salut.

"Lo beneran suka atau cuman ngegoda atna doang?" Suara berat itu terdengar gak suka.

Aku berbalik, menatap mata leo yang sama-sama menatapku dingin. Dia bukan golongan genku. Jika di bilang, kami bersaing memperebutkan ranking. Lagipula,

Aku menggebrak mejaku keras."dengerin! Siapapun yang ngincer atna, gua udah milih dia," ucapku lantang, yang membuat kelas bersorak heboh.

"Lo udah denger jawaban gua kan, LEO,"tatapku sinis sebelum kembali duduk.

.............

Apaan itu tadi? Atna memasuki kelasnya cepat.

"Udah balikin na?" Leha datang menghampiriku.

Aku hanya mengangguk tanpa bisa berkata-kata.

"At, mukamu pucet," keena menyentuh dahiku yang langsung kulepas. "Knapa sih?" Tatapnya pada meja yang hanya mengangkat bahu tak tau.

"Tadi habis balikin buku yang dikasih pak tobi. Ternyata dari si niel. Mungkin biasa, perang lagi,"

Keena ber-oh ria mendengarnya. "Knapa sih, at perang mulu sama niel? Diakan cakep, pinter, kaya lagu,"

Asli, nih temen-temenku pada gak waras ya?
"Berisiklah, aku mau tidur sana-" omonganku terputus saat rissy masuk dengan heboh.

"Denger, gua dapet info niel suka ama atna," ucapnya keras dengan terengah-engah.

Ah, mampus gua.

"Beneran lo, ris?"
"Denger dari siapa noh?"
"Mereka kan perang mulu, masa iya niel suka ama atna?"
"Gila, hot news nih pasti"

"Eh, gua habis dari sebelah tadi, dan niel sendiri tadi yang ngumumin ke kelasnya. Gua ama damian aja shocked," rissy gak terima dia di kira bohong. Dan setelah itu, matanya langsung memicing ke aku yang masih tercengang.

"At, gua di suruh nanya, lo mau gak nerima dia?" Ucapnya perlahan yang membuat kelas hening dan menatapku penasaran.

Niel! Aku mengepalkan tangan kesal. Menatap jessie di depanku yang hanya menatapku penasaran.

Parah niel, aku kira dia udah pacaran ama temen kecilnya. Jessie. Apaan sih maksudnya, udah tau aku benci banget ama tuh anak. Dan sekarang?

Aku menggeleng." Bilangin, aku nambah benci sama dia. Dan jangan bikin gosip aneh-aneh lagi,"

Rissy mengangguk dan melesat pergi gitu aja. Terserah orang mau ngomong apa, tapi aku khawatir ama jessie.

"Jess-"

"Knapa kamu tolak at?" Jessie memotongku cepat.

"Tapi aku kira kalian udah pacaran, lagian aku gak minat," jawabku dengan tak percaya. Ya ampun jes, kok baik banget sih ama tuh anak.

" at, yakin nolak dia?" Gantian keena menatapku heran.

"Dia kan slalu dapet apa yang dia mau," tambah leha.

"Lagian, dia gak gampang suka ama orang," bahkan jessie.

Oh, god. Semua orang kenapa sih,,

"Kalau gitu, dia harus belajar gak dapetin aku. Karna aku benci dia,"



her my obsessionWhere stories live. Discover now