Untitled part

2.5K 337 18
                                        


Cover is not mine. Saya nemu di Google.

***********

Saat ini, gadis dengan mahkota berwarna merah jambu tersebut hanya berbaring santai di sofa ruang keluarga berwarna cokelat milik saudara sepupunya dengan sepasang earphone yang tersemat di kedua telinga cantiknya. Sakura sedang menikmati alunan tiap bait yang dinyanyikan penyanyi pria favoritnya ketika tiba-tiba suara serak namun menyebalkan milik Naruto merusak bait romantis lagu yang sedang ia dengarkan.

Pria oranye mencolok tersebut duduk di ujung sofa tempat Sakura berbaring saat ini. Tersenyum misterius yang entah bagaimana membuat Sakura merasa merinding. Gadis itu memperbaiki posisinya. Duduk bersebelahan dengan Naruto seraya melepas earphone-nya.

Sakura mengerutkan kening lebarnya penasaran. "Ada apa dengan wajahmu itu?"

Bukannya menjawab, Naruto justru tersenyum semakin lebar yang Sakura yakini pria ini hampir tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak.

"Kau tahu, Sakura-chan?" Mulai Naruto dengan nada misterius.

"Tidak! Aku tidak tahu!" Potong Sakura cepat ketika Naruto akan membuka mulutnya lagi. "Karena itu aku bertanya padamu. Dan berhenti tersenyum mesum seperti itu, Naruto!" Perintahnya tegas.

Naruto mengabaikan kalimat akhirnya. Pria itu bersandar pada punggung sofa seraya menghela nafas keras. "Aku baru saja melamar Hinata." Ujar pria itu kemudian.

Sakura hanya diam untuk lima detik ke depan. Lalu, ia mengerjap sebanyak tiga kali sebelum ikut bersandar seperti Naruto. "Oh." Komentarnya singkat. Ia tidak terkejut dengan hal itu. Naruto sudah mengatakan rencananya untuk melamar Hinata –kekasih sekaligus sekertarisnya– beberapa hari yang lalu.

"Kami bahkan berencana untuk segera menikah tanpa bertunangan." Jelas pria itu senang. Naruto menatap langit-langit rumahnya yang dicat warna putih. Tersenyum aneh yang mungkin saat ini pria itu sedang membayangkan wajah sang kekasih.

"Kau terlalu terburu-buru, Naruto."

Sakura merasakan pergerakan dari posisi Naruto saat ini. Pria itu kembali menegakkan punggungnya. Senyum miring tidak menyenangkan terlukis di wajah berpeluhnya.

"Tidak ada salahnya untuk sedikit terburu-buru." Naruto melipat kedua lengan kekarnya di depan dada. Menatap Sakura dengan mata birunya yang kini berpendar aneh. "Lalu, bagaimana denganmu?" Suaranya terdengar mengejek. Memojokkan Sakura.

"Apa? Memangnya ada apa denganku?" Tanya Sakura tidak mengerti.

Senyum tidak menyenangkan Naruto semakin lebar, menimbulkan perasaan tidak enak di hati gadis merah jambu tersebut.

"Kapan kau akan menikah dengan Sasuke? Oh, tidak! Kalian bahkan belum bertunangan." Naruto tersenyum puas mendapati tubuh Sakura yang menegang kaku. Terlalu terkejut dengan pertanyaan menohoknya.

"Astaga! Dia sudah mengencanimu selama enam tahun dan sama sekali belum pernah melamarmu? Apa kau yakin hubungan kalian 'masih sehat'?" Naruto menekan kalimat akhirnya. Mengguncang jiwa Sakura yang baru menyadari kebenaran kalimat itu.

Naruto tahu, Sakura terlalu sensitif jika menyangkut masalah hubungannya dengan Sasuke. Mereka berkencan, tapi sama sekali tidak pernah terlihat romantis seperti dirinya dan Hinata. Naruto bahkan ragu Sasuke pernah mencium Sakura mengingat bagaimana kakunya hubungan kedua pasangan mencolok tersebut.

"Huh." Sakura melirik Naruto yang menghela nafas dibuat-buat. "Bagaimana ini? Ino dan Sai bahkan sudah bertunangan beberapa bulan yang lalu meski mereka baru berkencan selama satu tahun."

Marriage ProposalWhere stories live. Discover now