Part 1

97 6 0
                                        

Yang ku punya apakah selamanya
Biar biar waktu yang menjawabnya

Jika bisa aku untuk memilih
Ku ingin apa yang ada
Begini tuk selamanya

Disetiap cerita pasti ada akhirnya
Disetiap suka ada duka

Apapun yang kan terjadi
Ingat kita pernah berada disini
Jangan pernah lupakan kita
Semua suka duka cerita bersama
Simpanlah dihati

Jika bisa aku untuk memilih
Ku ingin apa yang ada begini tuk selamanya

Disetiap cerita pasti ada akhirnya
Disetiap suka ada duka

Apapun yang kan terjadi
Ingat kita pernah berada disini
Jangan pernah lupakan kita
Semua suka duka cerita bersama
Simpanlah dihati

Apapun yang kan terjadi
Ingat kita pernah berada disini
Jangan pernah lupakan kita
Semua suka duka cerita bersama
Semua suka duka cerita bersama
Simpanlah dihati

Dengan berakhirnya alunan musik itu, lagu itupun habis Dinyanyikan oleh ketiga remaja itu.

Prok.. Prok.. Prok..

Riuh tepuk tangan para pengunjung caffe ini.

"Aaaa, Good boys" teriak para remaja cewe ini serempak melihat penampilan dari remaja cowo yang baru saja selesai bernyanyi itu.

--------

"Hallo guys, kenalin nama gua Arqueen Titania. Gua pindahan dari SMA 21. Sekian terima kasih" ujar tania memperkenalkan dirinya.

"Ada yang ingin bertanya?" tanya bu arini selaku wali kelas XI IPA2.

'Udah punya pacar belom?'

'Nama Ig-nya apa?'

'Minta nomor lo dong'

'Love you'

Mendengar pertanyaan dan pernyataan murid kelas XI IPA2, tania hanya memasang wajah datarnya.

Bu arini hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan murid kelas XI IPA2.

"Baiklah, tania. Silahkan kamu duduk di bangku yang kosong itu."

Tania mengangguk mengerti, dan pergi menuju tempat yang di tunjukan oleh bu Arini tadi.

Tania menghempaskan bokongnya di kursi dan mendengarkan arah pembicaraan yang di ucapkan oleh bu Arini.

Tania duduk di bangku barisan kedua dari depan sebelah kanan dekat tembok. (?)

"....... Saya akhiri, Terima kasih" ucap bu Arini mengakhiri pengarahan terhadap XI IPA2, dan pergi meninggalkan kelas itu.

"Horree. Free Class yeah" Teriak reno selaku ketua kelas XI IPA2.

kelas yang awalnya tenang, hening. Berubah menjadi gaduh, ricuh karena mendengar ucapan dari ketua kelas mereka.

Tania yang merasa bosan di kelas memutuskan untuk berkeliling melihat sekitaran sekolah barunya.

Lumayan. Itu yang di pikirkan tania.

Di tengah keasikan tania mengamati sekolah barunya, tepat di depan Ruang seni tania mendengar suara, dentuman Drum di dalam ruang itu.

Karena penasaran, tania perlahan mendekati pintu itu membukanya sedikit dan memasukan kepalanya di cela pintu itu.

Tania diam memperhatikan apa yang ada di dalam ruangan itu.

"..... hatiku tersenyum karena cinta, cintaku yang baru singgah di hati,hat--"

"Eh lo siapa? Main ngintip ngintip aja. Gak sopan banget lo" ucap cowo yang memegang bas itu tiba tiba, alhasil cowo yang sedang bernyanyi tadi menghentikan nyanyiannya.

Tania yang mendengar ucapan cowo yang memegang bas itu hanya diam tidak menghiraukan ucapan cowo itu. Dengan wajah yang masih datar Tania pergi meninggalkan ruangan seni itu.

"Apa apaan sih tuh cewe"

"Udahlah vin, biarin aja lagi. Mungkin itu salah satu Fans kita yang gak sengaja lewat terus ngelihat kita latihan" ucap cowo yang memegang Keyboard itu, Aidan.

"Tap--"

"Udahlah vin, mending kita lanjut aja latihannya"sambung cowo yang nyanyiannya tadi terhenti, Leo.

"Iya deh" ucapnya pasrah sebut saja cowo yang tadi itu adalah gavin.

---------

Hallo guys, gimana? Masih gak jelas ya cerita yang saya buat? Haha biarin ajah deh. Gak ada yang baca juga gak papa. Yang penting saya happy😊🎉

Cerita cerita saya sebelumnya udah saya hapus karena gak tau lagi jalan ceritanya gimana.

Cerita saya yang ini sih targetnya pengen sampai ending, semoga aja.

Gak ada yang suka gak papa, tapi kalau ada tinggalkan jejak ya.

Satu Votment dari kalian sangat berharga buat saya.

Happy reading guys, see you😘👋

Tania!Where stories live. Discover now