PROLOG

7 2 1
                                        

Ia tersenyum sinis.

Jari tengahnya mengetuk dinding dengan tempo cepat. Pandangannya terus manatap adiknya yang memeluk buku dongeng baru. 

Ia melepas napas dengan kuat. Wajahnya berpaling.

"Waktu kecil, aku juga sepertimu. Mengagumi putri yang ada di buku pengantar tidur. Tapi, aku tidak sampai fanatik seperti dirimu."

"Kau belum percaya padaku."

"Untuk apa mempercayai cerita aneh seperti itu."

"Tapi, aku benar melihatnya. Ia berkuda. Pakaiannya indah seperti di buku dongeng milikku. Rambutnya hitam lebat dan panjang. Kau tau panjang rambutnya ? Setara dengan dua truk gandeng dan truk pengangkut bensin 24.000 liter. Sungguh."

"Berkhayal itu memang menyenangkan."

Sayangnya, hal itu bukan khayalan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 18, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

NORTHUNAStories to obsess over. Discover now