"1"

28 2 0
                                        

"fit, coba suruh suamimu cari kerja yg betul gitu loh! Anak sudah tiga, penghasilan segitu gitu aja. Harus nya mikir kayak orang lain . Apa enggak pengen punya ini punya itu?kalau saudara saudara kita yg lain tahu, malu. Mbak pengen lihat kamu senang dan bahagia. Bukan seperti ini" kata kata kakaknya masih jelas terngiang ngiang di telinga Fitri.
     
     "Aku sudah cukup bahagia dengan kehidupan seperti ini, mbak"Fitri membela
      
      "Bahagia apa? Coba lihat kakak kakakmu, semua sukses. Sudah punya rumah sendiri, kendaraan,perabotan serba lengkap,dan gaji yg cukup. Apa kamu tidak pengen???
   
      "Memang sudah rezeki nya segini. Mas Arifin sudah berusaha sekuat tenaga." Fitri berdalih untuk menjaga pendapat kakak nya, walau ada sesak dalam dada.
     
     "Kamu juga salah fit! Jadi perempuan kok Nerima saja. Zaman sekarang ini sudah nggak berlaku lagi perempuan kayak gitu. Tuntut suamimu! Kasihan anak-anak mu. Kalau sudah besar, apa mau jadi gembel?"

    Fitri hanya diam dan menunduk. Lia, mbak nya, terus bicara tak henti hentinya, kata perkataan meluncur deras menembus dinding hati Fitri.

   "Fikir kan baik baik masa depan anak mu fit!"

  Satu dua butir air  mulai mengalir pada pipi Fitri.

     "Kemana sekarang suamimu ?" Tanya kakak nya sambil menatap penuh selidik!

   Fitri berusaha mengatur nafas nya yg menyesak.

                                      ******

Linang Cinta Madinah Van JavaWhere stories live. Discover now