Awal

64 7 2
                                        

Rigeo Gin De Calisthe.

Pada awalnya aku tidak mengerti kenapa kedua orang tua ku membuang ku ke panti asuhan, apa aku melakukan kesalahan sewaktu masih bayi? atau kedua orang tua ku memang tidak menginginkan ku? tapi kenapa? apa alasannya?. pertanyaan - pertanyaan itulah yang selalu muncul di benak ku.

Tapi, Tania selalu menenangkan ku, yah...dia adalah orang yang mengurus anak - anak yang tidak memiliki orang tua. Sikapnya yang lembut kepada anak - anak panti asuhan layaknya seorang Ibu yang memberikan kenyaman, kasih sayang, dan juga cinta. Bagiku tidak ada perempuan yang se hebat Ibu Tania.

Setiap hari dia selalu mengajari kami banyak hal. Tak lupa ia juga selalu mengajari kali teknik bela diri. Sebagai bela diri kami, di kalau tiba - tiba terjadi kejahatan, kami tau apa yang harus di lakukan.

Setiap malam tiba, Ibu Tania selalu menceritakan sebuah kisah tentang Legenda kuno, tentang seorang dewa yang menghentikan perang besar - besaran. Tak lupa ia pun selalu mencium kening kami saat kami tertidur, ciuman  yang penuh dengan kasih sayang seorang Ibu ke pada anak - anaknya.

Sayang...Aku...menyayangi Ibu Tania...Aku ingin dia selalu ada untuk ku...Selalu....

Kata - kata itu yang muncul saat Ibu Tania mencium kening ku dan beranjak pergi meninggalkan ku yang mulai tertidur lelap.

Tapi, bagaimana dia bisa melindungi orang yang dia sayangi kalau dia sendiri tidak memiliki kekuatan seperti yang di miliki para kesatria Kerajaan?. Ia pernah menanyakan pertanyaan itu ke Ibu Tania, namun Ibu Tania memberitahunya bahwa seorang rakyat di larang memiliki Kekuatan tipe bertarung, kekuatan yang boleh di miliki rakyat hanyalah kekuatan yang efeknya tidak begitu bahaya. dan seseorang yang memiliki kekuatan, kekuatan tersebut adalah turunan dari kedua orang tuanya. namun Gin tidak tau identitas ke dua orang tuanya, sehingga itu membuat dirinya penasaran tentang kekuatan apa yang tertidur dalam dirinya. Apakah Kekuatan Tipe rendah yang hanya di miliki rakyat, atau Kekuatan Tipe Tinggi, yang di miliki para kesatria kerajaan.

Setiap hari Gin selalu berlatih dengan begitu keras, bahkan ia pernah pergi dan berhadapan dengan banyak hewan buas, hal itu ia lakukan berjarap bahwa kekuatannya bangkit, namun usahanya nihil, berkali - kali ia melakukannya, tapi tidak ada satupun yang berhasil, sebaliknya tubuhnya banyak terdapat luka cakar dan sedikit lebam.

Melihat itu, Tania merasa Khawatir dengan kesehatan Gin bila ia melakukannya lagi, Tania pun sudah sering melarang gin melakukannya pagi, namun Gin tetap bersikeras untuk tetap melakukan latihannya.

Melihat Gin yang begitu semangat, Tania pun menyerah melarangnya melakukan latihannya itu, justru sebaliknya ia sekarang malah mendukungnya dengan syarat bahwa Gin tidak boleh memaksakan dirinya terlalu dalam.

Mendengar hal tersebut Gin merasa bersemangat, setiap ia latihan Tania selalu menemaninya bersama anak - anak panti asuhan yang juga ikut menyemangati Gin.

Sudah bertahun - tahun ia berlatih namun tidak ada tanda - tanda bangkitnya kekuatan miliknya, Gin nampak putus asa, di Usianya yang menginjak 15 tahun, apakah wajar bila kekuatannya belum bangkit juga?.

Melihat Gin yang putus aja Tania datang untuk menasihatinya'Gin, kekuatan bukanlah segalanya, tidak peduli kau memiliki kekuatan atau pun tidak kau tetap lah Gin. Rigeo Gin De Calisthe yang aku sayangi sepeti anak kandungku.' Tania mengatakannya sambip tersenyum manis.

Gin pun mengubur dalam - dalam keinginannya membangkitkan kekuatan yang tertidur dalam dirinya. Dan memutuskan untuk bekerja di kota, untuk mengurangi beban Ibunya, dab juga memenuhi keperluan Adik - adiknya.

Gin bekerja di sebuah Toko pembuat pedang. Di sana ia bekerja dengan baik, walau umurnya yang tergolong sangat muda, tapi si pemilik toko melihat potensi Gin yang menakjubkan di umurnya yang sangat muda ia bisa bekerja begitu akurat, tak jarang pedang buatannya sering mendapat pujian dari para kesatria yang membeli pedang buatannya.

Melihat itu sang pemilik toko pun merasa puas akan kinerja yang Gin tunjukan, ia pun sering mendapat Bayaran lebih.

Gin memberikan sebagian uangnya ke Ibu Tania untuk berbagai keperluan, sebagiannya lagi ia tabung untuk membeli berbagai macam barang.

Tania yang melihat Gin bekerja begitu keras demi membantunya, merasa sangat bangga. Walau Gin tau ia bukan lah ibu kandungnya, Gin tetap menbantunya, Tania merasa bangga dan bersyukur karna di pertemukan dengan Gin 15 tahun yang lalu. Tak jarang ia pun meneteskan air matanya bila ia mengingat derita yang di alami anak - anak asuhnya, terutama Gin.

Setiap tahun di kerajaan selalu di rayakan sebuah pesta besar - besaran untuk merayaran tahun baru. Gin selalu pergi bersama Tania dan adik - adiknya ke perayaan tersebut, karna perayaan tersebut diadakan umum dan rakyat di perbolehkan berpartisipasi dalam perayaan tersebut. Anak - anak panti asuhan pun begitu senang, mereka bisa makan berbagai macam makanan, sementara Gin hanya duduk dan meminum secangkir teh dengan santai dan kaki yang di silangkan seperti seorang bangsawan.

Tiba - tiba saja Putri dari kerajaan Bhretania mendatanginya. Sontak membuat Gin terkejut, ia pun langsung berdiri dan memberi hormat"Apa yang membuat putri mendatangi rakyat jelata seperti saya ini?." Gin berkata dengan suara yang amat lembut dan senyuman manis terukir di wajahnya yang tampan"Maaf, tunggu sebentar." sang putri memberi isyarat kepada pengawalnya untuk meninggalkannya berdua dengan pemuda ini, para pengawal pun meninggal kan putri tidak terlalu jauh, supaya tetap bisa menjaga sang putri"Sebelumnya maaf, apa ini pertama kalinya kamu ke sini? karna baru pertama kali aku melihatmu  di peyaan di istana." sang putri mengatakannya dengan lembut namun terdapat unsur penasaran di dalamnya"Bisa di bilang demikian,Tuan Putri. Karna hamba dan keluarga hamba tidak terlalu tertarik dengan perayaan, dan alasan hamba datang malam ini karena ingin menyenangkan adik - adik hamba." Gin menjawabnya dengan senyum yang menawan yang bisa membuat gadis mana pun terpesona.

Tiba - tiba para pelayan mendatangi mereka, dan memberi tahu putri untuk kembali"Tungu sebentar, Apa aku boleh tau siapa namamu?." Gin pun memberitahunya"Gin...Rigeo Gin De Calisthe." berkata sambil sedikit membungkuk"Rigeo Gin De Calisthe, ya? seperti nama bangsawan...kalau begitu, Gin. silahkan nikmati kembali perayaannya." tersenyum, lalu pergi ke arah keramaian.

Malam itu pun berakhir dengan sangat meriah, di tambah pertunjukan dari para Kesatria kerajaan yang membuat perayaan lebih meriah lagi. Dan juga awal baru bagi Gin.

Ke esokan harinya seperti biasa Gin pergi untuk bekerja, untuk menyelesaikan pekerjaannya, tak lama ia mengerjakan pekerjaannya pemilik toko datang"Gin, Putri Lucia ingin bertemu dengan mu." Gin terkejut, kenapa Pitri Licia ingin menemuinya? Gin pun pergi untuk menemui sang putri.

"Apa anda ingin menemui hamba, Putri." seperti biasa ia selalu melemparkan senyum manisnya, tak lupa ia pun memberi hormat pada sang putri"Gin, yah, aku kesini hanya ingin mengajukan permintaan ku." Gin merasa penasaran dengan keinginan sang putri"Apakah itu, Putri?." ia bertanya dengan alis yang di satukan tanda ia sangat penasaran"Karna bakatmu dalam membuat pedang sangat luar biasa, Ayahada ingin kau bekerja di istana. Apa kau keberatan?." mendengar itu Gin merasa tersanjung "Terima kasih atas pujiannya, Putri. Tapo mohom maaf, saya tidak bisa mengabulkan keinginan hamba." Gin memunduk tanda ia tidak bisa menerima ajakan sang putri "Tidak perlu meminta maaf, mungkin ini mendadak bagimu, tapi kalau kau bersedia kau bisa dapang ke Istana." sang putri pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke arah ketera untuk kembali ke Istana, sebelum Putri Lucia pergi Gin sedikit melihat senyuman Putri ke padanya, Gin pun membalas senyuman sang putri. Entah apa yang terjadi pada sang putri, saat ia melihat Gin tersenyum begitu manis pipinya merah semerah tomat. Ia sudah sering melihat senyun pria dari kerajaan maupun bukan kerajaan, tapi baru kali ini ia merasakan pipinya memerah dan merona melihat senyuman Gin.

masih pemulaan jadi belum terlalu panjang, untuk next mungkin akan lebih panjang dari ini :) Dan kalau ada kata - kata yang kurang berkenan, sekali lagi maaf karna Author yang labil ini belum pandai membuat kata - kata dalam Novel. :'D

~~See you next time~~

The Brilliance of DarknessStories to obsess over. Discover now