Ketika Aku Tahu dan Kaupun Tahu Itu

1.4K 115 15
                                        

     
   Annyeong chingu-ya.. ini cerita pertamaku di wattpad, semoga kalian menikmatinya..
Maaf kalo banyak typo berhamburan karena aku ndak jago liat typo sendiri.. hehehehe..
Selamat menikmati...~^o^~

Cast : Jung Yunho x Kim Jaejoong
Genre : Hurt/Comfort, Tragedy, Romance

Rated : T, PG-13 ( masih aman)

Selamat menikmati~~

    Jaejoong atau lebih lengkapnya adalah Kim Jaejoong. Sama seperti arti namanya yang berarti ‘Si cantik yang selalu riang gembira dan membawa kedamaian’, Kim Jaejoong atau yang akrab disapa Jaejoong atau Joongie ini adalah namja yang dikenal sangat ramah, baik hati dan sangat disukai orang-orang. Ia bahkan tak segan segan membantu orang-orang yang membutuhkan bantuannya. Bagaimana tidak, parasnya yang lembut dengan hidung mungil tetapi mancung dan membulat di ujungnya, bibir tipis sewarna buah persik  yang bahkan sangat mempesona apalagi saat ia mengumbar senyum manisnya, tubuh mungil yang terlihat rapuh, dan kulitnya yang berwarna putih layaknya porselain  sungguh sangat menarik perhatian. Ia memang sempurna dengan paras ayu dan sifatnya yang budi pekerti, sangat sempurna bahkan. Tetapi, pepatah yang mengatakan bahwa ‘Tuhan adil dengan caranya sendiri’ itu sangat benar. Walau sesempurna apapun setiap manusia pasti punya kelemahannya sendiri. Baik tampan tetapi takut petir dan kecoa atau malah cantik tetapi dengan sifat yang tak baik. Jaejoong, namja sempurna itu tidak lah sesempurna kelihatannya. Banyak hal yang tidak diketahui oleh orang lain tentangnya.

Jaejoong terlihat hilir mudik sambil membawa membawa sapu dan serokan di tangannya. Sesekali ia mengusap peluh yang dengan nakalnya mencoba bermain di kening dan bagian tubuhnya  yang lain. Sapu yang ia bawa kemudian ditaruh di dekat pintu yang berada di sebelah kanannya lalu sedikit menepuk nepuk celemek yang ia pakai. Sedari tadi ia tengah menyapu semua ruangan yang ada di apartemen miliknya ini. Atau lebih tepatnya milik suaminya. Ya, namja cantik nan mungil itu sudah bersuami. Membawa sebuah serokan di tangan kanannya, ia lalu mengambil tempat sampah yang ada di dekat kulkas di dapur apartemennya. Ia membawa serokan dan tempat sampah itu menuju tempat pembuangan sampah di belakang gedung apartemennya.

“Ah.. lelahnya..” Jaejoong menghempaskan tubuh mungilnya yang di balut blous pink dan celana bahan yang memeluk pas tubuhnya itu dengan pelan. Lalu ia melepaskan celemek yang sedari tadi melingkar di tubuh kecilnya itu.
Sebenarnya suaminya cukup kaya untuk menyewakan seorang pembantu untuk membantu membersihkan apartemen mereka yang cukup besar itu, tetapi Jaejoong tidak ingin. ‘Aku tak mau ada orang lain yang melayani suamiku dan anak-anakku kelak. Cukup hanya aku yang akan melakukannya, sekarang bahkan selamanya’ itulah jawaban yang selalu Jaejoong lontarkan kepada siapa saja yang bertanya tentang itu. Ya, ia hanya mau menjadi satu – satunya ‘Queen’ di antara keluarganya. Jaejoong yang kelelahan, sedang merebahkan dirinya di sofa putih ruang tamu apartemennya.

Apartemen itu cukup luas dengan dominan warna putih dan coklat muda. Satu set sofa dengan model berbeda - beda terpajang apik di tengah ruangan, karpet bulu berwana gradasi coklat serta meja buffet dengan vas bunga kecil di atasnya. Di sebelah kiri ketika memasuki apartemen itu, ada sebuah tangga melingkar berwarna hitam yang dapat mengantarkan kita ke lantai dua apartemen itu. Dimana terletak ruang kerja sang suami dan perpustakaan kecil mereka. Dan sebuah ruang yang tak terpakai di sebelahnya. Mungkin akan dijadikan kamar anak mereka saat  mereka memiliki anak lebih dari satu nanti karena di lantai satu hanya ada dua kamar. Satu kamar utama milik Ia dan suami serta kamar tamu. Ruang keluarga ada di sebelah ruang tamu atau bisa dibilang, saat kita  dari pintu masuk apartemen ini, kita akan melihat sebuah pintu tanpa daun pintu yang mengarah pada ruang keluarga.

Ruang keluarga itupun cukup luas dengan satu set sofa berwarna hitam yang sangat kontrans dengan dinding ruang tamu yang berwarna putih bersih dengan beberapa wall sticker yang tertempel apik di dinding dekat TV plasma 32 inch mereka. Saat kita tengok ke samping kiri terdapat sebuah pintu yang menghubungkan dapur dengan ruang keluarga. Ruang makan pun ada di dapur itu. Dapur kotor sebagai tempat memasak dan dapur bersih sebagai ruang makan. Sedangkan di sebelah kanan ruang keluarga ada dua pintu yang merupakan kamar utama. Pintu berwarna hitam adalah kamar utama dan disebalah kanannya adalah kamar tamu.
Kita cukupkan saja pembahasan mengenai apartemen Jaejoong ini.

I Will Save It for UsWhere stories live. Discover now