KEPINCUT CINTA ANAK PAK USTAD-Part 1

41 1 0
                                        


KEPINCUT CINTA ANAK PAK USTAD

-

Wajahmu masih terbayang

Sapamu menyejukkan hatiku

Jangan sedih Mj sayang

Selalu tersenyumlah untukku

Hujan di kala senja masih kuingat

Tersirat rindu dalam kalbu

Jangan putus asa, teruslah semangat

Sayangilah ayah dan ibu

Saat petir kian menyambar-nyambar

Gugurlah daun kuning dari pohonnya

Rajin salat jadilah anak pintar

Selalu berdoa hanya kepada-Nya

-

Selesai menulis sebuah pantun untuk adiknya, Dudunk pun akhirnya tidur.

-

Pagi menyambutnya dengan penuh ceria. Ia kembali berangkat ke kampus—kuliah. Suara riuah anak satu kelas membuatnya jenuh. Tak lama kemudian, datanglah dosen cantik yang bernama Dhewi.

"Selamat pagi muridku yang cantik dan gangeng," sapanya sembari melempar senyum.

"Pagi butik Dhewi ...," jawab mereka kompakan.

"Loh kok butik?" tanya Dhewi, heran.

"Iya Bu, butik alias bu dosen cantik."

Dhewi pun kembali tersenyum.

"Oh ya, hari ini kita kedatangan teman baru," ujar dosen Dhewi yang membuat semua murid terdiam, "ayo Nak, silakan masuk."

Seorang perempuan berwajah cantik. Ia memakai baju batik lengan panjang, rok hitam, sepatu putih dan kerudung warna pink. Jalannya begitu anggun—memesona. Semua murid pun menatap wajahnya. Diam seribu bahasa.

"Ayo silakan perkenalkan diri kamu, Nak!" perintah Dosen Dhewi.

"Assalamualaikum ... hallo semuanya, perkenalkan, namaku Puspa. Aku pindahan dari Jakarta," katanya sambil melambaikan tangan.

"Haii ... Puspa," seru mereka bersamaan.

"Oke, perkenalannya dilanjut nanti, ya? Sekarang buka buku tulis kalian, Puspa, silakan duduk di sebelah Dudunk," ujar Dosen Dhewi. 

bersambung dulu ya ....

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 23, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

KEPINCUT CINTA ANAK PAK USTAD-CERBUNG 1Stories to obsess over. Discover now