# Yeming POV #
Cklek
Aku membuka pintu apartemenku dengan perlahan, ini masih cukup pagi untuk mengganggu seseorang yang sedang tidur, maka aku masuk ke dalam pun dengan pelan.
Tadi malam, aku memutuskan untuk kembali ke beijing tepat jam 1 malam, aku sudah terlalu frustasi jika harus tinggal lebih lama lagi di rumahku, di nanjing.
Karena suatu sebab aku harus pulang ke nanjing, dengan tekat yang bulat setelah seminggu penuh di korea, aku bermaksud untuk jujur kepada kedua orang tuaku. Jujur tentang suatu rasa yang sangat mustahil untuk ku jabarkan dengan kata-kata. Tetapi apa yang ku dapat bukan suatu kabar baik, bahkan lebih buruk dari yang aku fikirkan dan hal itu tentu membuatku nyaris benar-benar frustasi.
Aku benar-benar membutuhkan sebuah penyemangat, dan aku tau dimana aku bisa menemukannya. Di Beijing, tepatnya di apartemenku saat ini. Di sanalah aku baru bisa menemukan kebahagiaanku sepenuhnya.
Aku menyeret koperku dengan pelan ke kamarku. Saat ini masih jam 4 pagi, masih cukup larut. Setelah aku menaruh koper itu di sudut ruangan, aku pun segera berganti pakaian yang lebih nyaman digunakan, sebuah kaos tanpa lengan dengan celana training pendek.
Setelah itu aku pun keluar kamar, menuju kamar lainnya yang berada tepat di samping kamarku. Ku buka dengan sangat-sangat pelan, takut mengganggu tidur seseorang di dalam sana.
Lampu kamarnya masih menyala, aku fikir pemilik kamar ini belum tidur, tetapi saat aku mendekati ranjang besar miliknya, ia sudah tidur dengan lelap.
Aku pun mendudukkan tubuhku di sisi ranjang lainnya dimana arah tubuhnya menghadap.
Lihatlah, betapa indahnya ciptaan tuhan yang satu ini. Aku sungguh berungtung bisa melihat wajah tidurnya hampir setiap hari. Dan itu sungguh manis.
Yaowang, dia adalah pria yang membuatku sangat frustasi beberapa bulan terakhir, aku tak mengira awal pertemuan kami yang cukup akward akan menjadi hubungan pertemanan yang sungguh manis.
Tapi saat ini, aku tidak yakin aku akan tetap mempertahankan hubungan pertemanan ini, karena demi apa pun yang ada di dunia ini, aku telah jatuh cinta padanya. Cinta yang sungguh tabu, dan aku takut akan cinta ini.
Tetapi, ketika aku kembali melihatnya tertidur dengan nyaman, ketakutan yang tadi ku rasakan menguap entah kemana. Ku pandangi lagi wajah indahnya dengan seksama. Ya tuhan, aku tidak bisa lagi menahannya.
Aku pun mendekatkan wajahku ke arah wajahnya yang manis, dan dengan pelan ku tempelkan bibirku ke keningnya dengan pelan, takut jika perbuatanku ini akan mengganggu tidur nyenyaknya. Dan beruntunglah aku, ia sama sekali tak terusik.
Setelah itu, aku pun ikut membaringkan tubuh besarku di samping tubuhnya yang, yaa, bisa ku bilang kecil dari tubuhku ini. Ku posisikan diriku senyaman mungkin menghadap kearahnya, dan aku pun mulai ikut memejamkan mata karena rasa kantuk yang sedari tadi ku rasakan.
***
Sayup-sayup aku mendengar suara cicitan burung di luar sana, aku pun membuka mataku dengan pelan lalu kurasakan silau cahaya mengenai wajahku. Ternyata semalam tirainya belum ditutup, pantas saja rasanya tidak nyaman saat terkena sinar matahari.
Aku pun mengalihkan pandanganku ke arah Lucas, ia masih tertidur dengan nyenyak, bahkan posisi tidurnya seolah tak berubah. Aku pun tersenyum cerah begitu tahu, dia lah orang pertama yang aku lihat setelah aku membuka mata.
Aku masih tak tega membangunkannya, sekarang masih jam 7 pagi, aku pun memutuskan untuk bangun dan mandi. Lalu menyiapkan sarapan untuk kita berdua.
YOU ARE READING
The Meaning Of You
Fanfiction"Kau adalah seseorang yang paling penting di hidupku, dan kau juga sangat berharga melebihi nyawaku sendiri. Aku akan sangat gila jika kau tidak ada di sisiku, karena aku begitu mencintaimu." -Yang Yeming- "Kadang kala kau akan terlihat sangat bodoh...
