그 빈칸 (That Emptiness)

21 1 1
                                        

Seulgi :
Tae-ah kau dimana?

Taehyung :
Aku keluar bertemu temanku.

Seulgi :
Keurae..., boleh kah aku datang ke rumah mu?

Taehyung :
Aku akan pulang malam. Tidak bisa.

Seulgi :
Arraseo bye...

Kebohongan untuk kesekian kalinya. Ia tahu bahwa manusia kesayangnnya itu ralat, si brengsek kesayangannya itu ada dirumah, karena Seulgi memang sudah di depan rumahnya dan ada higheels 20 cm berwarna merah pekat didepan pintu. Memang Taehyung sering bilang bahwa dia sudah dijodohkan oleh orang tuanya. Tetapi Seulgi tidak yakin karena ia adalah perempuan kesukaan ibu Taehyung. Seulgi menyebutnya 미친 여친 고지말. (Kebohongan bedebah)

Ia pun malas untuk pulang kerumahnya karena sudah muak dengan rumah yang nyaman, seperti apa yang ia dan Taehyung bicarakan dulu. Ia memilih untuk ke sungai Han memandangi refleksinya di air, dan mengoreksi diri. Seulgi tidak pernah minum alkohol, dia akan melanggar janjinya pada ibunya kali ini, alkohol ia perlukan karena sakit yang berlangsungan ini dan roti lapis untuk dimakan pada saat saat mengoreksi dirinya itu. "Miljima nal boryeo dujima, hiks..., do nareul eulyeodo appeuge hiksn... haedo. Neon naeui majimak sarangiran geol hiks..., marya hiks..., waegeurae seuli-ah? Nan waegeurae?!" Teriaknya. "Majimak saranginikaa..., AAAAAAAAAAAAAAAA!!" Seulgi berteriak untuk kesekian kalinya. "Ya! Babo ya!" Suara berat seorang laki laki muncul disamping Seulgi. "Eoh? Taehyung-ah Akhirnya kau menemuiku. Ayolah kembali padaku, dari pada kau dengan Wanita berhak merah itu yakan? Aku lebih normal." Kata Seulgi. "Musun, ya! aku Jungkook bukan kesayanganmu itu!" Teriak Jungkook kesal. Ia memang sudah lama menyayangi Seulgi, tapi ia berfikiran bahwa Seulgi lebih baik dengan Taehyung. Hhaaahhh, baik apanya. Sepertinya dia harus berfikir dua kali sebelum memilih keputusan.

"Ah Kuki-ya? Kau mirip kesayanganku. Tapi dia lebih tampan dari ini" ucap Seulgi, sembari mendorong wajah Jungkook dengan dua jarinya. "Haissh, untung kau cantik Seuli-ah." Ucap Jungkook. sambil berjalan menuju rumah Seulgi dan menahan emosinya.

"Hufffttt, sampai. Berapa nomor kodenya? Sepertinya..." tut tut tut tut ckrik. Jungkook berhasil membuka pintu rumah Seulgi. "Mudah ditebak. Tanggal lahir Taehyung." Jungkook menaruh Seulgi di Sofa. Jungkook berencana untuk pergi. "Kuki-ya..., temani aku... hiks..." Ucap Seulgi. "Mianhae Seulgi-ya, aku harus pergi aku buatkan hangover soup. Besok pagi kau panaskan." Ucap Jungkook. Yup, ia harus pergi untuk mengurus bajingan keparat itu.

"Hyeong! Kau dimana?" Ucap Jungkook dengan senang. "Aku? Hmm..., dirumah wae?" Ucap Taehyung. "Mari kita bertemu di sungai han." Ucap Jungkook setelah menimbang nimbang akan bertemu dimana. "Keurae aku menuju kesana Jungkook-ah." Ucap Taehyung. Beberapa menit kemudian Taehyung datang dengan pakaian seadanya. Ia mencari cari Jungkook diamana tetapi ia tak bisa menemukannya. "Hyeong!" Teriak Jungkook sambil berlari menuju Taehyung. BRUK! Jungkook langsung mendaratkan pukulan tepat di pipi Taehyung. "Ya! Mwoya!" Taehyung kesal lalu ia ingin membalas pukulan Jungkook. Tapi terlanjur ditahan oleh Jungkook dan tatapannya yang tajam. "Jangan pernah menampakan wajahmu yang kotor itu di hadapan Seulgi lagi! Kau lihat?! Botol soju yang ada disitu?! Itu hal kotor yang sudah Seulgi minum karena mu! KAU KEPARAT!" Teriak Jungkook lalu melemparkan tangannya lalu mendarat dan melengkapi luka di bibir taehyung. "Ya! This son of b*tch!" Jungkook pun mendapat pukulan dari Taehyung. Mereka saling memukuli satu sama lain, yang kalah? Jungkook, ya. Terkapar di tangga dekat sungai han sambil menunggu Seulgi yang mengangkutnya dan mengobati luka luka karena keparat kesayangan Seulgi itu.

Ia berfikir, sejauh manapun ia berusaha untuk menjadi lelaki yang sempurna untuk Seulgi, adalah sia sia. Sebuah kebohongan jika Jungkook mengatakan bahwa ia melepas kebiasaan merokok dan berhenti meminum alkohol yang persennya besar, berhura hura bukan untuk Seulgi, Kebohongan besar jika ia menghindari teman teman bodohnya hanya untuk bisa berteman dengan Seulgi. Over Loving, Cocokah?

      Ting Nong! Bel rumah seulgi berbunyi. Ia mengintip di bolongan pintu. Lelaki berjaket hitam nampak di matanya. Ia sedikit takut, tetapi apakah pembunuh datang pagi pagi seperti ini? Pembunuh yang rajin. Ia membukakan pintu lalu sosok berjaket hitam itu jatuh lemas. Ia kaget lalu langsung membuka kupluk lelaki itu. "Jeon Jungkook! Kau kenapa?"Tanya Seulgi dengan khawatir. Ia segera menutup pintu dan menyeret Jungkook yang yang terkapar di depan rumahnya itu untuk segera berbaring di sofanya. "Aku ambilkan kompresan dulu" ucap Seulgi. "Seulgi-ya, bagaimana dengan yang disini?" Ucap Jungkook, mengarahkan tangan Seulgi kedada Jungkook.

                      ==THE END==

Over LovingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang