Satu

9 0 0
                                        

Semesta menarik tanganku, membuat aku menoleh dengan cepat.

Sialnya, jantungku dengan kurang ajar berdegup dengan kencang seperti sudah berlari puluhan kilo meter.

Tidak ada kata-kata dari Semesta, dia hanya menatapku dalam seolah ingin memberitahu bahwa dia tidak bisa.

"Adri."

Semesta mulai bersuara, suara yang berbeda dari biasanya. Suara yang sangat lembut seolah ingin memberitahuku bahwa dia bukan orang yang selama ini aku kenal.

"Bantu aku mengenal diriku lebih dalam lagi."

Hanya itu dan aku menangis divuatnya.

Selatan.Stories to obsess over. Discover now