**Author POV**
Lelah....
Mungkin itulah yang dirasakan oleh Anjani saat ini.
Ya, Nindia Putri Anjani.
Seorang gadis SMA yang baru saja selesai menjalani berbagai macam "ujian" di sekolahnya. Mulai dari ujian sekolah, try out, dan UN.
Saat ini ia tengah disibukkan dengan berbagai macam aktivitasnya untuk melanjutkan kuliah disalah satu Perguruan Tinggi Negeri di daerah Jakarta. Ia sudah mengikuti berbagai macam tes, bahkan ada beberapa Universitas swasta yang menawarkan beasiswa kepadanya. Tentu saja karna Anjani adalah gadis yang pintar. Dan Anjani lebih memilih kuliah di salah satu Perguruan Negeri didaerah Jakarta. Ia rela bulak-balik Bogor-Jakarta untuk menyiapkan berbagai macam tes untuk kuliahnya.
Anjani masuk kuliah dengan mengambil jurusan Akuntansi Komputer, karena ia ingin menjadi seorang Akuntan, itulah cita citanya.
Jika dilihat dari perekonomiannya, Anjani bukanlah seseorang yang berasal dari kalangan orang kaya, tapi berkecukupan. Karna ayahnya hanya seorang karyawan yang bekerja disalah satu Perusahaan di daerah Bogor. Sedangkan ibunya adalah seorang Guru PNS yang mengajar di salah satu SMP Negri daerah Bogor.
Anjani adalah seorang anak tunggal. Hal ini menjadikan alasan mengapa Anjani ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Karna Anjani ingin membantu perekonomian keluarganya juga menggapai cita-citanya.
Hari ini, Anjani sudah mengikuti tahap tes yang ketiganya, atau tes terakhir lebih tepatnya.
Hasil tes inilah yang nantinya akan menentukan apakah Anjani di terima di Universitas tersebut atau tidak.
Hasil tes akan di umumkan seminggu setelah melakukan tes.
Saat ini Anjani sedang berada di kantin, setelah selesai mengikuti tes, ia bersama teman barunya, Tia, pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang mulai keroncongan.
Tia adalah anak dari seorang pengusaha disalah satu perusahaan ternama di Jakarta. Walaupun ia adalah orang kaya raya, ia tetap bergaul bersama orang orang yang sederhana seperti Anjani.
Anjani memiliki ciri ciri fisik yang tingginya 155, berkulit putih, rambut keriting gantung berwarna hitam dan memiliki hidung mancung serta berat badannya 45.
Sedangkan Tia adalah seorang gadis yang memiliki perawakan yang sangat sempurna dimata Anjani. Tia adalah gadis dengan tinggi 165, berkulit hitam manis, berambut lurus berwarna coklat, mempunyai lesung pipit di pipi sebelah kirinya dan memiliki berat badan 45. Di mata Anjani, Tia adalah gadis yang sempurna. Dan Anjani bersyukur ia bisa memiliki teman seperti Tia.
Tia adalah tipe wanita yang bisa di bilang playgirl, karena Anjani sering melihat Tia jalan dengan laki-laki yang berbeda di setiap minggunya. Jadi, Anjani sudah tidak merasa aneh lagi jika Tia membahas laki-laki yang berbeda setiap bertemu Anjani.
Anjani dan Tia sudah berada di kantin saat ini, mereka sedang menunggu pesanan makanan mereka. Anjani memesan bakso, sedangkan Tia memesan mie ayam.
"Eh, lu mau cari kosan dimana nih Jen?" Tanya Tia sambil meminum jus mangganya. *Anjani Biasa dipanggil Jeni*
"Hmm.. Ya, daerah yang deket kampus aja Ti, tapi gw aga bingung juga si, soalnya gw ga tau banyak daerah sini" Jawab Anjani sambil memainkan sedotan yang ada di gelasnya.
Tiba-tiba seorang pelayan datang membawa pesanan makanan mereka.
"Silahkan" Kata pelayan tersebut dengan ramahnya.
Anjani dan Tia menjawabnya dengan senyuman.
"Gw pengen nyari gawean nih Ti, gawe apaan ya?" Tanya Anjani sambil memasukkan saos kedalam baksonya.
"Hmm.. Lu nyari di kafe-kafe aja Jen, kemaren pas lewat daerah Jakarta Pusat, gw ngeliat kaya kafe baru gitu, siapa tau lagi nyari pegawai tuh" Jawab Tia sambil mengingat-ingat.
YOU ARE READING
Takdir Cinta
RomanceTidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini, semua pasti di dasari oleh adanya Takdir. Ya, Takdir Tuhan adalah skenario terbaik.. Takdir Tuhan adalah rencana terbaik.. Takdir Tuhan adalah sebaik baiknya Takdir. Dan saat takdir dipertemukan dengan...
