Aku hanya bisa meminta, manja, menangis dan hanya bisa berpangku tangan, takvterbayang seberapa susah, payah dan perihnya hidup demi aku ini, mereka tetap sabar menghadapi segala cibaan dan rintangan hanya demi aku, walaupun pada saat itu aku belum bisa berfikir tentang semua itu.
"Maaaaaaaa......."
Teriakku kepada ibu
"iya sayang"
Jawab ibuku
"Ma aku mau dong dibeliin sepeda baru seperti teman teman aku"
Rengekku pada ibu
"Sabar ya nak. Ayah dan ibu belum ada rezeki"
Jawab ibuku dengab sabar
"Pokoknya sekarang ,,,,,,,"
Paksaku dengan nada tinggi
"Iya sabar dulu, suatu saat pasti ibu belikan kalow sudah ada rezeki"
Jawab ibuku dengan nada yang sama.
Aku terus memaksa supaya mendapatkan apa yang aku inginkan, tak sadar seberapa perjuangan mereka untuk memenuhi segalanya untuk kita.
Disisi lain aku belum tau apa artinya berbakti kepada orang tua, yang aku tau hanyalah bermain bermain dan bermain, ketika orang tua membutuhkan kita, kita tak pernah bisa mengerti tak pernah sadar untuk sedikit membantu beliau berdua.
" kak.... kak..kak..."
Pangil ibu dengan suara keras
" iya bu, adapa sih."
Jawabku dengan nada kasar
" tolong beliin lauk pauk yah, ,"
Pinta ibu
" ahhh ibu ganggu aja, nggak mau lah"
Penolakaknu
" ya sudah, ibu berangkat sendiri"
Balas ibu dengan nada sabar
Aku melanjutkan bermain tanpa berfikir untuk membantu ibu, tak ada rasa belas kasihan sedikitpun melihat ibu yang tak pernah lelah mencari secarcik rezeki untukku.
Memang pada masa masa sekarang ini aku hanya bisa menikmati kesenangan kesenanganku saja, masa dimana anak anak bermain belum ada kedewasaan sedikitpun untuk menjadi lebih berarti hidup ini.
Setiap detik tenaga mereka terkuras demi aku dan keluarga, walaupun hujan, panas mereka tetap merelakan tubuh mereka dijadikan alat untuk mencari nafkah, tapi disisi lain aku hanya bisa terdiam dan bermain tak berfikir akan kerja keras mereka selama ini, berguna apa aku ini ( berfikir dalam hati pada saat ini).
Kesadaranku baru bisa tumbuh ketika aku sudah bisa merasakan dan mengerti susahnya mencari sedikit uang, dan sudah merasakan itu dengan sendirinya terjun langsung kelapangan untuk mencoba dan mempelajaru betapa susahnya mencari recehan recehan di lapangan pekerjaan.
Manfaatkanlah masa kecilmu untuk selalu berbakti kepada orang tua kita, selagi kebutuhan kebutuhan datang menghampiri kita, dan buatlah mereka bangga akan diri kita, kejar prestasi dan masa depanmu menjadi yang terbaik dari yang terbaik, manfaatkanlah semua kebersamaan, kenyamanan bersema keluarga selagi masih ada mereka disisi kita.
Kita semua takkan pernah tau kapan kita akan merasakan sendiri, tanpa kehangatan bersama mereka yang selalu menyayangi kita, maka dari itu tetaplah buat mereka selalu tersenyum, buatlah mereka bangga, buatlah mereka selalu bahagia akan diri kita.
YOU ARE READING
THE GREATEST
Historical FictionTiada yang lebih hebat, sabar, istimewa, selain beliau berdua mama dan papa. Beliaulah yang mampu dan bisa membuatku menjadi sekarang ini, menjadi mengerti apa artinya hidup, tiada yang mungkin bisa aku balas atas semua yang telah diberikan kepada k...
