Part 2#Don't touch my girl! [Edited]

195 13 0
                                        

Seminggu berlalu....


Hanya butuh sebentar bagi Soo Hee untuk bisa melihat semua kekuatan EXO, karena mereka selalu terang-terangan memperlihatkan kekuatannya di rumah.

Yah, tampaknya hal itu bukan masalah besar bagi mereka semua untuk memperlihatkannya.

Itu berkat Sehun yang sudah lebih dulu membuat seluruh penghuni rumah kaget dengan hanya membawa seorang gadis tidak dikenal untuk tinggal satu rumah bersama mereka.

Walaupun sayangnya, tidak semua dari mereka bisa tulus menerima kehadiran Soo Hee.

Kyungsoo, Chen, dan bahkan Suho sendiri sebenarnya hanya terpaksa menerima kehadiran Soo Hee.

Itu semua karena sebelumnya Sehun sudah meminta persetujuan mereka dengan sungguh-sungguh, walaupun tetap saja tidak ada yang tahu alasan sebenarnya mengapa Sehun membawa gadis itu tinggal bersama.

Hanya Sehun sendiri lah yang tahu kebenarannya.


























Di hari minggu yang cerah ini, banyak dari mereka yang pergi untuk sekedar jalan-jalan keluar rumah.

Kini yang tinggal di rumah hanya ada Lay, Sehun, Soo Hee, Kai, dan Ma Ri. Tidak jelas apa yang mereka lakukan sendirian hingga siang ini. Tapi yang jelas, Sehun belum terbangun dari tidurnya. Ia masih sibuk berada dibawah alam bawah sadarnya.















"Soo Hee-ya, kita tidak boleh kesana!"

Tidak! Aku tidak ingin kehilangannya lagi untuk yang kedua kalinya. Aku langsung memegang erat tangannya agar dia tidak pergi lagi.

"Tidak apa-apa. Kau tahu jika aku ini penerus Queen selanjutnya kan? Aku tidak akan terluka." Jawabnya.

Ia melepaskan kedua tanganku dengan yakin, lalu berlari keluar sendirian dari gerbang istana.

Seiring ia makin mendekat ke arah pintu, mata bewarna pelanginya itu semakin terlihat jelas terpapar sinar matahari.

Sayangnya aku tidak punya keberanian sepertinya. Yang bisa kulakukan hanya bersembunyi dalam diam seperti seorang pengecut.

Tak lama kemudian, aku tersenyum senang melihat sosok Soo Hee sudah kembali.

Tapi seiring dia mendekat, senyumanku berangsur menghilang berkat ekspresi ketakutan Soo Hee saat berlari ke arahku.

"Sehun-ah! Cepat pergi darisini! Pergi ke tempat yang aman!" Teriakan Soo Hee.

"Cepat! Cepat pergilah Sehun-ah! Jangan kembali kemari!" Teriaknya lagi. Ia terus meneriakkan namaku berkali-kali.

Dengan gaun putih yang berlumuran darah, dan wajah yang tidak lagi terlihat anggun bak Putri kerajaan, Soo Hee tetap memberikan senyum manisnya padaku. "Kau akan aman. Aku melindungimu."






















"SOO HEE!!!" Aku berteriak keras.

Mataku terbuka lebar, dan lalu aku baru menyadari jika itu semua hanyalah mimpi.

Mimpi yang selalu sama dan terjadi berkali-kali setiap aku mencemaskan keberadaan Soo Hee.

Aku beranjak duduk dan memegang dahiku penuh frustasi. Banyangan tentang kejadian itu terus berulang seperti kaset di kepalaku.

Kejadian ketika kami baru berumur 10 tahun. Mimpi buruk menyeramkan yang tidak berhenti dan terus-menerus menghantuiku.

Aku beranjak dari ranjang, lalu berjalan pelan-pelan ke balkon kamar sambil meneguk segelas air yang entah sejak kapan berada di atas meja bersama dengan dua buah roti isi.

Rainbow EyesStories to obsess over. Discover now