Teruntuk kamu yang sudah bahagia tanpa ada kata kita didalamnya.
Kemarin kamu sudah datang pada keluarganya. Kamu ingin serius katanya. Cincin kau sudah sematkan pada jari manisnya.
Aku hanya tau beritanya. Setelah adikmu bercerita jika kau sudah meminangnya.
Kau tau sakitnya?
Tidak akan seperti saat kamu jatuh dari motormu dulu. Tidak akan ada darah yang keluar. Tidak akan ada perban yang membalut lukamu.
Ini mirip seperti saat kamu bercerita padaku jika kamu ditolak perempuan yang kamu kagumi dulu. Tapi dalam tahap yang lebih sakit.
Aku sudah menemanimu. Aku selalu mendengar ceritamu. Aku selalu mendengar leluconmu. Aku tempat saat kau sedang marah pada keadaanmu. Aku tempat kamu berkeluh kesah dengan masalahmu. Dan aku tau kamu tak pernah tau jika aku membutuhkanmu. Aku menyukaimu.
YOU ARE READING
LIFE
PoetryCuma iseng mengungkapkan kejadian disekitar. Tidak menarik menurutku, tapi cukup layak dikenang dalam ingatanku.
